Menggunakan kondom saat berhubungan seksual memang cukup efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan dan risiko penularan penyakit menular seksual. Namun, peran kondom sebagai pelindung dapat berkurang atau bahkan hilang jika salah memilih jenis dan bentuk kondom.

Secara umum, kondom dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu kondom pria yang digunakan untuk menutupi penis dan kondom wanita yang digunakan di dalam vagina. Meski memiliki nilai kegunaan yang sama, akan tetapi hindari memakai kedua jenis kondom tersebut secara bersamaan. Hal ini untuk mencegah saling menempelnya kondom atau kondom rusak saat berhubungan seksual.

Jenis dan Bentuk Kondom yang Keliru Bisa Gagal Mencegah Kehamilan - Alodokter

Untuk kondom pria, kini telah tersedia dalam beragam ukuran, warna, tekstur, dan rasa. Agar tidak salah dalam memilih bentuk kondom yang sesuai dengan Anda, sebaiknya simak penjelasan berikut.

Beragam Cara Memilih Jenis dan Bentuk Kondom

Berikut adalah cara memilih jenis dan bentuk kondom seusai dengan kebutuhan Anda, di antaranya:

  • Pilih ukuran yang sesuai
    Menggunakan kondom yang sesuai dengan ukuran penis dapat meningkatkan kenyamanan dan menentukan efektivitas kondom ketika Anda memakainya. Meski mungkin ukuran kondom sudah tertera, tapi tiap merek memiliki standar ukuran tersendiri.
    Pada umumnya, kondom berukuran sedang memiliki panjang sekitar 10-18 cm. Sementara, kondom ukuran besar biasanya mencapai 20 cm. Penggunaan kondom yang tidak sesuai dengan ukuran penis dikhawatirkan membuat kondom mudah lepas dan sobek. Akibatnya, air mani dapat mengalir ke dalam vagina, sehingga gagal menunda kehamilan dan meningkatkan risiko penularan penyakit menular seksual.
  • Periksa bahan pembuat kondom
    Setiap kondom yang dijual bebas di pasaran terbuat dari jenis bahan yang berbeda-beda. Perbedaan bahan pembuatan inilah yang seringkali menimbulkan efek yang beragam pada tiap orang. Kebanyakan kondom terbuat dari bahan karet lateks. Akan tetapi, bahan tersebut dapat menyebabkan rasa gatal, kemerahan, serta iritasi pada sebagian orang. Hal ini biasanya disebabkan oleh alergi terhadap bahan lateks ataupun akibat kurangnya pelumas pada kondom. Apabila Anda alergi lateks, pilihlah kondom yang terbuat dari bahan lain, seperti poliuretan ataupun kulit domba. Namun, kondom yang terbuat dari kulit domba belum banyak dijual bebas di pasaran.
  • Gunakan kondom yang berpelumas
    Sebagian kondom sudah dilengkapi dengan pelumas sehingga memudahkan penggunaan kondom pada penis. Selain lebih nyaman, pelumas membuat kondom tidak mudah robek dan terlepas ketika digunakan. Jika Anda membeli kondom yang belum dilapisi dengan pelumas, Anda bisa memberikan pelumas tambahan. Pastikan Anda melumasi kondom dengan pelumas berbahan dasar air dan hindari memberikan pelumas berbahan dasar minyak, seperti baby oil, minyak kelapa, ataupun petroleum jelly. Ini dimaksudkan untuk mencegah kondom robek ketika Anda sedang berhubungan seksual.
  • Pilih kondom dengan bentuk yang sesuai
    Kondom tersedia dalam berbagai bentuk. Ada yang berbentuk standar, berbentuk sedikit lebih sempit (lancip di ujung), atau sedikit lebih lebar diameternya. Pilihlah yang sesuai dengan ukuran dan bentuk penis.
  • Pilih kondom bertekstur
    Kondom tersedia dengan tekstur yang beragam, misalnya polos, bergerigi atau bergaris-garis. Tiap tekstur pada kondom mendatangkan sensasi berbeda saat berhubungan seksual. Selain itu, Anda bisa mencoba kondom yang memiliki  rasa dan aroma.

Perlu diingat, untuk menghindari kehamilan dan penyakit menular seksual, sebisa mungkin jangan gunakan kondom dengan terburu-buru. Penggunaan kondom yang terburu-buru dapat membuat kondom robek dan mudah lepas. Selain itu, hindari menggunakan kondom yang tidak disimpan dengan benar dan sudah melebihi tanggal kadaluarsa. Bila perlu, berkonsultasilah ke dokter untuk menentukan jenis dan bentuk kondom yang sesuai dengan kebutuhan Anda.