Meski jarang terdengar, penyakit kista juga sebenarnya bisa dialami oleh pria. Ada beragam jenis penyakit kista pada pria dan gejalanya pun bisa berbeda-beda, tergantung di mana kista tersebut muncul.

Kista adalah kantung yang berisi udara, cairan, atau kulit mati. Kista bisa terbentuk di bawah kulit dan terlihat seperti benjolan, bisa juga terbentuk di organ dalam tubuh sehingga tidak tampak dari luar. Umumnya, kista tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus, kecuali bila terjadi komplikasi.

Jenis-Jenis Penyakit Kista pada Pria - Alodokter

Apa Saja Jenis Penyakit Kista pada Pria?

Sama seperti pada wanita, penyakit kista pada pria juga bisa muncul di berbagai organ dan area tubuh. Namun, ada beberapa jenis penyakit kista yang hanya bisa terjadi pada pria atau lebih sering dialami oleh pria, yaitu:

1. Kista epididimis

Kista epididimis muncul sebagai benjolan berisi cairan pada testis. Bila berisi sperma, kista ini disebut spermatokel. Kista epididimis terasa lunak dan umumnya tidak menimbulkan nyeri, kecuali bila ukurannya semakin besar. Bila sudah menimbulkan keluhan, kista epididimis dapat diatasi dengan operasi.

Penyebab munculnya kista epididimis belum diketahui secara pasti. Meski begitu, ada dugaan bahwa kista ini muncul saat terjadi penyumbatan pada salah satu saluran di epididimis yang berfungsi menyalurkan dan menyimpan sperma.

2. Kista prostat

Meski jarang terjadi, penyakit kista pada pria bisa terjadi di prostat. Kista prostat sering kali tidak menimbulkan gejala dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja saat pemeriksaan USG di perut bagian bawah.

Kadang kista ini bisa menimbulkan nyeri pada perineum, yaitu area di antara lubang anus dan pangkal penis. Keluhan lainnya yang bisa muncul adalah hematuria, sulit menahan buang air kecil, atau nyeri saat ejakuasi.

Penyebab kista prostat juga belum diketahui dengan pasti, tetapi ada beberapa kondisi yang diduga dapat memicu terbentuknya kista di prostat, yaitu peradangan prostat, pembesaran prostat jinak, dan sumbatan pada saluran ejakulasi.

3. Kista ginjal

Pria lebih berisiko mengalami kista ginjal. Pertambahan usia juga diyakini dapat memperbesar risiko munculnya kista ini. Kista ginjal biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala baru muncul bila kista sudah besar dan menekan organ lain, atau bila kista terinfeksi.

Bila terjadi infeksi, penderita kista ginjal dapat mengalami demam, nyeri pinggang, sering buang air kecil, dan urine menjadi gelap atau berdarah. Sementara bila ukurannya sangat besar, kista dapat menyebabkan sumbatan dan menahan urine di ginjal sehingga mengakibatkan terjadinya hidronefrosis.

4. Kista pilonidal

Kista pilonidal muncul sebagai benjolan di bagian atas belahan bokong dan berisi folikel rambut serta serpihan kulit mati. Bila terinfeksi, kista ini bisa menyebabkan nyeri, keluarnya nanah dari benjolan, dan bau tidak sedap.

Untuk mencegah munculnya kista pilonidal, upaya yang bisa dilakukan adalah menjaga kebersihan diri, menjaga berat badan tetap ideal, dan menghindari duduk terlalu lama.

Penyakit kista pada pria bisa terjadi di dalam organ sehingga tidak terlihat dari luar, bisa juga terlihat jelas sebagai benjolan di bawah kulit. Kista pada organ biasanya tidak memerlukan penanganan khusus, kecuali bila menimbulkan keluhan.

Benjolan kista memang biasanya tidak menimbulkan nyeri dan tidak berbahaya. Namun, kista berisiko pecah dan terinfeksi. Di samping itu, ada penyakit berbahaya lain yang gejalanya juga berupa benjolan, misalnya kanker.

Oleh karena itu, sebaiknya periksakan diri ke dokter jika ada benjolan yang tidak normal pada tubuh Anda, terutama pada testis. Dokter dapat menentukan apakah benjolan tersebut berbahaya atau tidak dan memberikan penanganan yang sesuai.