Kadar bilirubin normal pada bayi penting diketahui agar orang tua tidak langsung panik saat melihat kulit Si Kecil kekuningan. Nah, pemeriksaan kadar bilirubin sendiri biasanya dilakukan jika bayi tampak kuning dalam beberapa hari pertama usianya. Dengan begitu, memahami batas normal bilirubin bisa membantu Bunda dan Ayah mengenali tanda bahaya dan kapan harus segera memeriksakan bayi ke dokter.

Setelah dilahirkan, umumnya bayi akan mengalami peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Kondisi ini dikenal sebagai ikterus atau penyakit kuning, yaitu proses alami penyesuaian tubuh bayi terhadap kehidupan di luar kandungan. 

Kadar Bilirubin Normal pada Bayi, Kapan Perlu Waspada? - Alodokter

Namun, kadar bilirubin yang terlalu tinggi dapat menimbulkan risiko kesehatan serius, sehingga penting untuk mengetahui batas normal serta waktu yang tepat untuk berkonsultasi ke dokter.

Mengukur Kadar Bilirubin Normal pada Bayi

Bilirubin adalah zat hasil pemecahan sel darah merah. Pada bayi baru lahir, organ hati belum dapat bekerja semaksimal orang dewasa dalam mengolah bilirubin, sehingga kadarnya lebih mudah meningkat.

Namun, kadar bilirubin setiap bayi yang baru lahir mungkin berbeda-beda, tergantung pada usianya. Berikut ini kisaran kadar bilirubin normal pada bayi berdasarkan usia dan hal penting yang perlu diperhatikan:

  • Usia <24 jam: kurang dari 5 mg/dL
  • Usia 2–3 hari: kurang dari 12 mg/dL (untuk bayi cukup bulan)
  • Usia 4–5 hari dan seterusnya: kurang dari 10 mg/dL
  • Untuk bayi prematur: kadar normal umumnya lebih rendah, yaitu tidak melebihi 10 mg/dL

Pemeriksaan kadar bilirubin dapat dilakukan dengan dua cara sederhana dan aman. Cara yang paling umum digunakan adalah mengambil sampel darah dari tumit bayi untuk diukur kadar bilirubinnya.

Penanganan dan Pencegahan Bilirubin Tinggi pada Bayi

Jika kadar bilirubin pada bayi melebihi batas normal, yaitu 15 mg/dL, dokter akan menentukan penanganan sesuai tingkat keparahan dan penyebabnya. Secara umum, dokter akan meminta ibu untuk tetap rutin memberikan ASI guna membantu pembuangan bilirubin melalui urin dan feses.

Selain itu, dokter mungkin akan menyarankan fototerapi (terapi sinar) atau penanganan lain sesuai kebutuhan medis apabila kadar bilirubin meningkat signifikan.

Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah salah satu risiko terberat dari kadar bilirubin yang sangat tinggi, yaitu terjadinya kernikterus. Kernikterus adalah kondisi kerusakan otak pada bayi akibat penumpukan bilirubin yang berlebihan di jaringan otak. Gejala awal kernikterus meliputi bayi sulit bangun, lemas, sulit menyusu, otot kaku, hingga kejang.

Kernikterus tergolong darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang, seperti keterlambatan tumbuh kembang atau gangguan gerak. Oleh karena itu, penting untuk segera membawa bayi ke dokter jika kadar bilirubin tinggi atau bila muncul tanda-tanda berikut ini:

  • Kadar bilirubin mendekati atau melebihi 15 mg/dL
  • Kulit dan mata bayi sangat kuning, bahkan hingga ke telapak tangan dan kaki
  • Bayi sangat rewel atau tampak lesu, sulit dibangunkan, atau justru tidur terus-menerus
  • Bayi menolak menyusu atau tampak kurang mau minum
  • Terjadi kejang

Mengetahui kadar bilirubin normal pada bayi membantu orang tua lebih tenang dalam merawat Si Kecil dan menghindari komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, selalu pantau kondisi bayi, terutama dalam minggu pertama kehidupannya. 

Jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter apabila tubuh bayi tampak menguning, rewel berlebihan, sulit menyusu, atau mengalami tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut, terutama bila bayi memiliki risiko seperti lahir prematur, berat badan lahir rendah, atau ada infeksi.

Tidak semua bayi yang kulitnya tampak kuning membutuhkan perawatan khusus, tetapi pemeriksaan laboratorium tetap diperlukan untuk memastikan kadar bilirubin normal pada bayi secara akurat.