Kanesol adalah obat antijamur dengan kandungan miconazole. Obat ini bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit kulit akibat jamur, mulai dari panu hingga kutu air. Kanesol dijual bebas dalam sediaan krim.

Miconazole dalam Fungizole krim bekerja dengan mengganggu pembentukan ergosterol yang diperlukan jamur untuk mempertahankan struktur selnya. Gangguan ini menyebabkan sel jamur rusak dan akhirnya mati.

Kanesol

Penggunaan Kanesol krim secara rutin dapat membantu meredakan gatal, ruam atau bercak pada kulit, serta kulit yang bersisik atau pecah-pecah akibat infeksi jamur. Obat ini juga sering direkomendasikan sebagai terapi awal pada infeksi jamur yang masih ringan dan belum menyebar luas.

Kanesol krim tersedia dalam kemasan tube 10 gram. Obat ini dapat ditemukan di toko obat atau apotek.

Apa Itu Kanesol

Bahan aktif Miconazole 2%
Golongan Obat bebas terbatas
Kategori Antijamur topikal
Manfaat Mengobati infeksi jamur kulit
Digunakan oleh Dewasa dan anak usia ≥2 tahun
Kanesol untuk ibu hamil Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping miconazole topikal terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil.
Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.
Kanesol untuk ibu menyusui Produk miconazole topikal, seperti Kanesol, aman untuk ibu menyusui selama digunakan sesuai aturan pakai atau anjuran dokter. 
Jika digunakan pada payudara, oleskan obat ini setelah menyusui dan pastikan area payudara sudah dibersihkan sebelum waktu menyusui berikutnya.
Bentuk obat Krim

Peringatan sebelum Menggunakan Kanesol

Sebelum Kanesol digunakan, penting bagi Anda untuk memahami beberapa poin berikut:

  • Jangan menggunakan Kanesol jika Anda alergi terhadap miconazole. Jika ragu, beri tahu dokter perihal riwayat alergi Anda sebelum memakai obat ini.
  • Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter sebelum menggunakan krim berbahan miconazole jika terdapat penyakit kulit kronis, HIV-AIDS, penyakit liver, diabetes, atau penyakit ginjal.
  • Berdiskusilah dengan dokter sebelum menggunakan Kanesol jika terdapat luka terbuka di area kulit yang akan diobati.
  • Konsultasikan dengan dokter mengenai pemakaian Kanesol jika Anda sedang hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui.
  • Bicarakan terlebih dahulu dengan dokter perihal pemakaian Kanesol jika Anda sedang menggunakan obat tertentu, termasuk obat oles lain, suplemen, dan produk herbal. Tujuannya adalah untuk mencegah interaksi antarobat.
  • Jangan mengoleskan Kanesol pada kuku atau kulit kepala kecuali atas anjuran dokter.
  • Hindari pemakaian obat lain pada kulit yang sedang diobati dengan Kanesol, kecuali atas saran dokter.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang mengganggu setelah memakai Kanesol.

Dosis dan Aturan Pakai Kanesol

Penyakit kulit akibat jamur yang dapat diobati dengan Kanesol meliputi:

Oleskan Kanesol di area kulit yang perlu diobati, 2 kali sehari atau sesuai petunjuk dokter. Lama pengobatan berkisar 2–6 minggu, tergantung jenis infeksi jamur dan keparahan gejalanya. Penggunaan obat ini perlu dilanjutkan sampai 10 hari setelah keluhan hilang.

Cara Menggunakan Kanesol dengan Benar

Gunakan Kanesol sesuai dengan petunjuk pada kemasannya atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan obat ini lebih banyak atau lebih sering, tetapi secukupnya saja sesuai aturan pakai.

Agar penggunaan Kanesol lebih efektif, ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Cuci tangan sebelum menggunakan Kanesol. Bersihkan juga area kulit yang ingin diobati, kemudian keringkan dengan handuk.
  • Oleskan Kanesol secara merata pada area kulit yang perlu diobati. Untuk mengobati kutu air di kaki, oleskan obat ini secara merata hingga ke sela-sela jari kaki.
  • Jangan menutup atau membalut area yang diolesi Kanesol dengan perban, kecuali atas saran dokter.
  • Jangan lupa untuk mencuci tangan setelah menggunakan Kanesol, kecuali yang diobati area tangan.
  • Hati-hati saat mengoleskan Kanesol pada kulit. Jangan sampai obat ini mengenai mata, bagian dalam mulut, hidung, maupun vagina. Apabila area tersebut terkena obat, segera bilas dengan air sampai bersih.
  • Gunakan Kanesol secara rutin sesuai aturan pakai agar infeksi jamur sembuh sepenuhnya. Jika lupa menggunakan obat ini, tidak perlu mengoleskan lebih banyak krim pada waktu pemakaian berikutnya.
  • Gunakan Kanesol hingga 7 hari setelah gejala infeksi jamur menghilang. Hal ini untuk memastikan infeksi jamur sudah benar-benar sembuh dan tidak kambuh.
  • Mandilah 2 kali sehari agar infeksi jamur lebih cepat teratasi. Pastikan tubuh dan lipatan kulit sudah benar-benar kering sebelum mengenakan pakaian.
  • Kenakan pakaian yang longgar dan berbahan katun guna mencegah area yang terinfeksi menjadi makin lembap.
  • Jangan mengenakan celana atau pakaian dalam yang ketat selama memakai Kanesol untuk mengobati infeksi jamur di selangkangan.
  • Apabila yang diobati area kaki, usahakan kuku kaki dalam keadaan pendek. Gunakan kaus kaki bersih berbahan katun atau pakailah sandal maupun sepatu yang terbuka untuk beraktivitas jika memungkinkan.
  • Berkonsultasilah ke dokter jika gejala panu, kurap, atau kutu air belum membaik setelah 2 atau 4 minggu pengobatan. Namun, bila keluhan tersebut memburuk atau sangat mengganggu, periksakan ke dokter meski belum 4 minggu.
  • Simpan Kanesol di tempat yang sejuk dan terhindar dari suhu panas dan lembap. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan gunakan Kanesol yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Obat ini tidak boleh digunakan lebih dari 3 bulan setelah kemasan dibuka.

Interaksi Kanesol dengan Obat Lain

Pemakaian miconazole topikal, seperti Kanesol, bersama warfarin dapat meningkatkan risiko terjadinya perdarahan atau memar. Risiko ini sangat jarang, tetapi dapat meningkat bila miconazole yang digunakan dalam jumlah banyak, pada area kulit yang luas, atau dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, hindari mengkombinasikan Kanesol dengan obat oles atau produk perawatan kulit lain di area yang sama tanpa petunjuk dokter.

Efek Samping dan Bahaya Kanesol

Berdasarkan kandungannya, Kanesol dapat menimbulkan iritasi ringan, seperti kemerahan, gatal, perih, atau panas sesaat setelah dipakai. Jika iritasi terus berlanjut meski obat sudah tidak dipakai lagi, segera konsultasikan dengan dokter.

Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapat penanganan yang cepat dan terbaik sesuai kondisi Anda.

Hentikan penggunaan Kanesol dan segera ke dokter jika timbul reaksi alergi obat atau keluhan yang berat, termasuk rasa terbakar yang parah serta kulit yang diobati tampak melepuh dan mengelupas.

Tidak perlu repot antre atau telepon ke klinik maupun rumah sakit. Dengan fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda bisa memilih dokter sesuai kebutuhan dan langsung buat janji secara online.