Mengalami kegagalan dalam pernikahan membuat kebanyakan orang ragu untuk menikah lagi setelah bercerai. Padahal, dengan mengetahui waktu terbaik untuk membuka diri, ketakutan menjalani hubungan baru bisa lebih mudah diatasi.

Perceraian memberikan dampak yang berbeda pada setiap orang. Beberapa orang mungkin membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk bisa menyesuaikan diri atau menikah lagi setelah bercerai.

Kapan Saat Tepat Menikah Lagi Setelah Bercerai? - Alodokter

Berbagai pergolakan emosi yang dialami setelah bercerai juga kadang membuat seseorang lebih rentan terhadap kondisi tertentu, seperti stres, trauma, atau depresi. Namun, sebenarnya ada banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk mempermudahmu melewati keadaan itu dan lebih siap menjalani hubungan baru.

Sebelum Menikah Lagi Setelah Bercerai, Lakukan Hal ini

Berikut adalah beberapa hal yang harus kamu selesaikan sebelum kembali memulai hubungan baru:

Fokus pada perasaan sendiri

Setelah bercerai, sebagian orang mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk memulai hubungan baru, sementara sebagian lain bisa lebih cepat. Jangan terpengaruh jika seandainya pasanganmu mudah untuk menemukan orang baru, karena sejatinya waktu pemulihan perasaan setiap orang berbeda-beda.

Sebaiknya, fokus saja dengan apa yang kamu rasakan sekarang. Beri sedikit waktu untuk bersedih, tapi jangan juga berlarut-larut. Tenangkan pikiran, introspeksi diri, dan bangun kembali jati dirimu, agar kamu bisa lebih siap untuk memulai suatu hubungan dan memilih pasangan baru dengan bijak, sehingga kegagalan tak lagi terulang.

Tidak mengingat masa lalu

Jika kamu masih terbayang akan kesalahan yang dulu dilakukan oleh pasangan atau kesalahan yang kamu perbuat, bisa jadi kamu belum siap untuk memulai hubungan baru.

Tidak sedikit orang yang baru bercerai segera menikah lagi, hanya untuk membuat mantan pasangannya cemburu atau untuk menyalurkan kekecewaan atau bahkan rasa bersalah yang tidak tuntas dari hubungan sebelumnya. Hubungan ini biasanya disebut dengan rebound relationship.

Menerima keadaan saat ini

Jangan terlalu memikirkan statusmu setelah bercerai. Hal ini kerap membuat seseorang mau mendapat pasangan baru hanya karena tidak mau berstatus single dan ingin mengusir kesepian. Daripada sibuk meratapi status, jadikan ini kesempatanmu untuk memperbaiki diri dan mempelajari hal-hal yang baru.

Tips Membangun Hubungan Baru Setelah Bercerai

Saat kamu sudah cukup mempersiapkan diri untuk memulai hubungan baru, berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan untuk meminimalkan risiko mengulang kegagalan:

Jalin komunikasi yang baik dengan mantan pasangan

Menurut sebuah studi, orang yang berhubungan baik dengan mantan pasangan justru akan lebih mudah melupakan masa lalunya. Membangun komunikasi yang baik dengan mantan secara tidak langsung adalah media untuk memaafkan mantanmu. Dengan begitu, ketika menjalani hubungan baru, kamu sudah tidak dihantui masa lalu.

Berikan penjelasan kepada anak

Perceraian tentu dapat berdampak pada anak, apalagi jika anak melihat orang tuanya berpasangan dengan orang lain. Belum lagi, adanya anggapan bahwa orang tua tiri tidak akan memberi kasih sayang seperti orang tua kandung.

Sangat wajar jika anak tidak mau menerima bahwa kamu berhubungan dengan orang lain. Jika ini terjadi, cobalah untuk mengajaknya bicara. Tetap utamakan kestabilan emosi anak dan berilah waktu khusus untuk mengisi kebersamaan kalian. Meski menjalin hubungan baru, pastikan waktumu dengan anak tidak berkurang.

Menjalin hubungan dengan pasangan yang sejalan

Jika dengan pasangan sebelumnya kamu menemukan banyak ketidakcocokan karena gagasan dan pola pikirmu yang berlawanan, kali ini jalinlah hubungan dengan seseorang yang bisa menerima dan sejalan dengan cara hidup dan pandangan hidupmu.

Perceraian bisa menimbulkan banyak sekali “bekas luka” dalam kehidupan seseorang. Namun, jangan lihat ini sebagai kegagalan, melainkan pelajaran. Bisa jadi perceraian adalah pembuka jalan menuju kehidupan yang lebih bahagia, baik sendiri maupun dengan pasangan yang lebih baik.

Pastikan kamu sudah benar-benar mempertimbangkan hal-hal di atas dan siap untuk menjalani hubungan yang baru. Bila kamu masih merasa hal ini berat untuk dilakukan, cobalah untuk berkonsultasi dengan psikolog agar lebih siap dalam menjalani hubungan baru.