Kelenjar gonad adalah bagian penting dari sistem reproduksi yang bertugas menghasilkan hormon seksual dan sel reproduksi, seperti sel telur pada wanita dan sperma pada pria. Kelenjar ini bekerja sejak masa pubertas, membantu perkembangan ciri-ciri seksual, hingga menjaga kesuburan sepanjang hidup. 

Kelenjar Gonad terdiri dari ovarium (indung telur) pada wanita dan testis pada pria. Selain memproduksi sel reproduksi, organ ini juga menghasilkan hormon yang berpengaruh besar pada banyak fungsi tubuh, misalnya mengatur siklus menstruasi, perubahan fisik saat pubertas, sampai produksi sperma.

Kelenjar Gonad, Kenali Fungsi dan Gangguan yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Beberapa kondisi kesehatan dapat mengganggu kerja kelenjar gonad, sehingga penting untuk memahami fungsinya dan cara menjaganya agar tetap sehat.

Kelenjar Gonad dan Fungsinya

Kelenjar gonad pada wanita berupa ovarium yang menghasilkan sel telur serta hormon estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini mengatur siklus menstruasi, proses ovulasi, dan perubahan fisik wanita sejak pubertas.

Pada pria, kelenjar gonad berupa testis yang memproduksi sperma dan hormon testosteron. Hormon ini berperan dalam pembentukan ciri fisik pria seperti pertumbuhan otot, perubahan suara, dan peningkatan dorongan seksual.

Hormon dari kelenjar gonad juga memengaruhi perkembangan ciri seksual sekunder. Contohnya, pertumbuhan payudara pada wanita, pembesaran suara pada pria, serta pertumbuhan rambut tubuh yang muncul pada masa pubertas.

Selain itu, kelenjar gonad berperan besar dalam menjaga kesuburan. Kesehatan ovarium maupun testis menentukan kelancaran ovulasi, kualitas sperma, dan peluang kehamilan.

Fungsi hormon yang dihasilkan kelenjar gonad turut memengaruhi keseimbangan tubuh secara umum, mulai dari mood, metabolisme, hingga kestabilan sistem reproduksi dapat dipengaruhi oleh kondisi hormonal ini.

Kelenjar Gonad dan Gangguan yang Bisa Terjadi

Berikut ini adalah beberapa gangguan yang bisa terjadi pada kelenjar gonad, baik pada pria maupun wanita:

1. Gangguan hormon gonad

Gangguan pada hormon kelenjar gonad dapat terjadi pada pria maupun wanita. Contohnya, PCOS pada wanita mengganggu hormon dan ovulasi, sedangkan hipogonadisme pada pria menurunkan produksi hormon testosteron.

Kondisi ini sering menimbulkan gejala seperti menstruasi tidak teratur, perubahan mood, penurunan gairah seksual, atau kelelahan. Penanganan dini bisa membantu menstabilkan hormon dan mencegah komplikasi.

2. Masalah produksi sel telur atau sperma

Gangguan pada produksi sel telur atau sperma dapat menurunkan peluang kehamilan. Beberapa kondisi yang sering terjadi adalah menopause dini, kualitas sperma yang rendah, atau infertilitas.

Masalah ini dapat muncul tanpa gejala, tetapi kadang disertai menstruasi tidak teratur atau penurunan jumlah sperma. Evaluasi medis biasanya diperlukan untuk menentukan penyebab pastinya.

3. Tumor atau infeksi pada kelenjar gonad

Kista, tumor, atau infeksi pada ovarium maupun testis dapat mengganggu produksi hormon dan sel reproduksi. Kondisi ini bisa menimbulkan nyeri, pembengkakan, atau perubahan pola menstruasi.

Beberapa kasus bersifat jinak tetap perlu dipantau. Bila disertai nyeri hebat atau demam, pemeriksaan dokter sangat disarankan agar tidak menimbulkan gangguan jangka panjang.

4. Gangguan perkembangan seksual

Sebagian orang dapat mengalami masalah perkembangan seksual akibat fungsi kelenjar gonad yang tidak optimal. Misalnya pubertas terlambat atau perubahan fisik yang tidak sesuai usia perkembangan.

Gangguan ini umumnya disebabkan oleh kelainan genetik, hormon, atau kondisi kesehatan tertentu sejak kecil. 

Kelenjar Gonad dan Tips Menjaga Kesehatannya

Agar kelenjar gonad tetap berfungsi optimal, Anda dapat mencoba beberapa langkah berikut:

  • Konsumsi makanan bergizi, terutama yang mengandung seng, vitamin D, dan asam folat.
  • Kelola stres dengan baik, untuk menjaga keseimbangan hormon, termasuk hormon kelenjar gonad.
  • Lakukan olahraga rutin supaya aliran darah dan fungsi hormon tetap baik.
  • Periksa kesehatan reproduksi bila Anda mengalami menstruasi tidak teratur, sulit hamil, atau perubahan fisik yang tidak biasa.
  • Hindari merokok, konsumsi alkohol berlebih, atau paparan bahan kimia tertentu yang bisa mengganggu kerja hormon.
  • Jaga berat badan tetap ideal agar hormon Kelenjar Gonad tetap seimbang.

Gangguan kelenjar gonad umumnya dapat ditangani dengan baik jika ditemukan sejak awal. Oleh karena itu, bila Anda mengalami nyeri hebat di panggul, menstruasi tidak teratur disertai perdarahan banyak, atau perubahan fisik yang mencolok tanpa sebab jelas, sebaiknya periksa langsung ke dokter agar penyebabnya bisa dipastikan dan ditangani dengan tepat.

Jika Anda masih memiliki pertanyaan lain seputar kelenjar gonad, jangan ragu untuk mengonsultasikannya melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Nantinya, dokter akan memberikan informasi yang lebih sesuai dengan apa yang Anda butuhkan.