Proses glikolisis berperan penting dalam menunjang fungsi sel, jaringan, dan organ tubuh agar dapat bekerja dengan baik. Namun, untuk beberapa kondisi, proses glikolisis bisa mengalami gangguan sehingga meningkatkan risiko terjadinya berbagai penyakit.

Glikolisis adalah proses pemecahan glukosa atau gula di dalam darah yang melibatkan beberapa enzim, di antaranya enzim heksokinase dan enzim fosfofruktokinase. Nah, apa pentingnya proses glikolisis dan apa dampaknya jika proses ini terganggu?

Kenali Apa Itu Glikolisis dan Penyakit yang Dapat Mengganggunya - Alodokter

Pentingnya Glikolisis bagi Kesehatan

Tubuh umumnya membutuhkan energi dan nutrisi agar seluruh sel, jaringan, dan organ tetap bekerja dan berfungsi dengan baik. Energi ini dapat diperoleh dari kandungan gula dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Saat mendapatkan asupan gula, termasuk gula hasil metabolisme karbohidrat, tubuh akan menjalani proses glikolisis untuk mengubahnya menjadi energi. Selain menghasilkan energi, proses ini juga akan menghasilkan hidrogen dan enzim piruvat kinase.

Proses glikolisis juga turut berperan dalam merangsang pembentukan insulin, yaitu hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dan membantu sel-sel tubuh menggunakan glukosa sebagai energi.

Selain sebagai bahan bakar bagi sel, jaringan, dan organ tubuh, energi yang dihasilkan dalam proses glikolisis juga akan dimanfaatkan tubuh untuk proses penyembuhan luka, perbaikan jaringan dan sel yang rusak, serta proses metabolisme.

Beberapa Jenis Penyakit Akibat Proses Glikolisis

Terganggunya proses glikolisis dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, di antaranya:

Diabetes

Proses glikolisis dapat terjadi di berbagai sel dan jaringan tubuh, termasuk sel hati yang berperan dalam proses metabolisme glukosa atau gula darah. Ketika proses glikolisis terganggu, tubuh akan mengalami kesulitan untuk memecah gula darah.

Akibatnya, gula darah akan meningkat dan memicu kondisi yang disebut hiperglikemia. Tingginya kadar gula darah tersebut lama-kelamaan bisa menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya gangguan dalam proses glikolisis yang dapat memicu diabetes dan resistensi insulin masih belum diketahui secara pasti. Namun, hal ini diduga berkaitan dengan kelainan genetik.

Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer atau disebut juga demensia adalah penyakit yang menyerang otak dan dapat membuat orang yang mengalaminya pikun.

Pada kasus yang parah, penyakit Alzheimer bahkan bisa membuat penderitanya tidak dapat beraktivitas secara mandiri dan tidak mengenali keluarga atau orang terdekatnya sendiri.

Hingga saat ini, penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui secara pasti. Namun, sejauh ini beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang turut berperan dalam meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer, di antaranya faktor genetik, penuaan, serta gangguan metabolisme tubuh, termasuk gangguan pada proses glikolisis.

Anemia hemolitik

Anemia hemolitik merupakan penyakit anemia atau kurang darah akibat penghancuran sel darah merah yang berlebihan. Penyakit ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti kelainan genetik, kelainan hemoglobin, serta gangguan proses glikolisis yang membuat tubuh tidak cukup menghasilkan enzim piruvat kinase.

Kekurangan enzim piruvat kinase dapat membuat sel darah merah menjadi lebih cepat hancur, sehingga memicu terjadinya anemia hemolitik.

Glikolisis merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengolah gula menjadi energi dan memanfaatkan energi tersebut dengan baik. Dengan adanya glikolisis, Anda dapat menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari bergerak, berjalan, hingga makan dan minum.

Bila Anda mengalami gejala tubuh terasa lemas, sulit konsentrasi, pusing, atau gejala lain yang diduga muncul akibat gangguan dalam proses glikolisis, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.