Mengetahui ciri-ciri anak sesak nafas karena batuk penting untuk mencegah risiko yang lebih serius. Batuk memang mekanisme alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan, tetapi jika disertai dengan sesak nafas pada anak, kondisi ini perlu diwaspadai dan ditangani secepatnya.
Anak yang mengalami sesak nafas karena batuk memerlukan perhatian khusus, terutama jika gejalanya muncul mendadak atau semakin berat. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya infeksi saluran pernapasan, reaksi alergi, hingga penyakit paru-paru yang lebih serius, seperti asma atau pneumonia.

Oleh karena itu, memahami ciri-ciri anak sesak nafas karena batuk sangat penting agar orang tua dapat mengambil tindakan yang tepat. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah kondisi anak semakin memburuk.
Ciri-Ciri Anak Sesak Nafas karena Batuk
Sesak nafas pada anak akibat batuk bisa terlihat dari beberapa gejala berikut ini:
1. Napas cepat
Jika Anda melihat anak bernapas lebih cepat dari biasanya, terutama saat sedang beristirahat, ini bisa menjadi tanda sesak nafas. Pada bayi, laju napas normal sekitar 30–60 kali per menit, sedangkan pada balita biasanya kurang dari 40–50 kali per menit.
Bila Anda menghitung napas anak lebih dari angka ini, terutama saat anak tidak sedang menangis atau beraktivitas fisik, sebaiknya waspada. Napas cepat menandakan tubuh anak berusaha mendapatkan oksigen lebih banyak akibat gangguan di saluran napas.
2. Tarikan dinding dada
Ciri-ciri anak sesak nafas karena batuk juga terlihat dari tarikan dinding dadanya. Tarikan ini terlihat ketika bagian bawah tulang rusuk, di antara tulang iga, atau bahkan area di atas tulang selangka (leher) tampak masuk ke dalam setiap kali anak menarik napas.
Ciri ini menunjukkan kerja ekstra pada otot pernapasan karena suplai udara ke paru-paru kurang maksimal. Biasanya, semakin dalam tarikan, semakin berat sesak yang dialami anak.
3. Bunyi napas “grok” atau mengi
Ciri-ciri anak sesak nafas karena batuk bisa dilihat dari bunyi nafasnya. Pada kondisi ini, nafas anak terdengar tidak biasa, misalnya muncul bunyi “grok-grok” akibat penumpukan lendir di tenggorokan atau saluran napas. Selain itu, bisa juga terdengar bunyi mengi seperti “ngik-ngik”, terutama saat anak menghembuskan napas.
Bunyi mengi umumnya disebabkan oleh penyempitan saluran napas, seperti pada asma atau infeksi virus, sedangkan bunyi grok-grok menandakan adanya lendir berlebih yang menghambat aliran udara.
4. Lubang hidung kembang kempis
Sesak nafas saat batuk menyebabkan lubang hidung anak tampak bergerak melebar dan mengecil setiap kali bernapas, terutama saat menarik napas dalam-dalam. Gejala ini mengisyaratkan tubuh anak berusaha keras untuk meningkatkan aliran udara ke paru-paru.
5. Tubuh cepat lelah dan lesu
Sesak nafas karena batuk juga membuat anak terlihat sangat letih, tidak seaktif biasanya, lebih banyak diam, atau sulit dibangunkan. Bahkan, beberapa anak bisa tampak mengantuk terus-menerus dan kurang merespons. Kondisi ini terjadi karena otak dan tubuh anak tidak menerima cukup oksigen, sehingga membuat anak lemas.
6. Demam
Bila sesak nafas disebabkan oleh infeksi, seperti pneumonia atau bronkitis, anak sering mengalami demam. Demam menandakan tubuh sedang melawan infeksi. Jika demam disertai gejala sesak napas, segera waspada karena ini bisa menunjukkan infeksi berat di paru-paru.
7. Sulit bicara atau menangis
Saat mengalami sesak nafas, anak akan kesulitan mengucapkan kalimat panjang atau bahkan tidak mampu berbicara ataupun menangis dengan keras karena cepat kehabisan napas. Biasanya, nafas anak menjadi terputus-putus di tengah berbicara atau menangis.
8. Tidak mau makan atau minum
Anak yang kesulitan bernapas cenderung menolak makan atau minum, karena aktivitas ini bisa membuat anak bertambah sesak. Bila anak sudah menolak minum susu, menyusu, atau makan sama sekali, kondisi ini menandakan sesak napasnya cukup berat dan risiko dehidrasi bisa muncul.
9. Bibir atau ujung jari membiru
Perhatikan warna bibir, lidah, atau kuku jari anak. Jika tampak kebiruan (sianosis), ini tanda tubuh anak kekurangan oksigen, dan sudah masuk fase darurat. Ciri ini sangat serius karena bisa berlanjut pada kerusakan organ vital jika tidak segera ditangani.
Waspadai Risiko Bahaya Sesak Nafas pada Anak
Sesak nafas yang terjadi bersamaan dengan batuk tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini bisa menjadi tanda penyakit berat, seperti asma berat, bronkitis akut, pneumonia, atau bahkan sumbatan saluran napas.
Jika tidak segera ditangani, anak berisiko mengalami kekurangan oksigen, kelelahan paru, hingga kondisi yang mengancam jiwa.
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika Anda menemukan ciri-ciri anak sesak nafas karena batuk seperti yang telah dijelaskan di atas. Jangan menunda pemeriksaan, apalagi jika Anda ragu dengan tingkat keparahan gejala anak.
Selama menunggu di rumah, posisikan anak setengah duduk dan pastikan lingkungan tetap sejuk, bebas asap rokok, serta jauh dari polusi. Hindari memberikan obat apapun tanpa saran dari dokter.
Perlu diingat, anak di bawah usia 5 tahun lebih rentan mengalami gangguan pernapasan, karena saluran napasnya masih kecil. Oleh karena itu, waspadai setiap perubahan pola napas saat anak batuk dan segera ambil tindakan jika muncul tanda sesak nafas berbahaya.
Mengenali ciri-ciri anak sesak nafas karena batuk akan membantu Anda mengambil langkah cepat dan tepat saat menghadapi kondisi darurat. Jika Anda ragu atau gejala memburuk, segera hubungi dokter melalui aplikasi ALODOKTER atau bawa anak ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan medis segera.