Onani merupakan cara mendapatkan kepuasan seks tanpa melakukan hubungan seksual dengan pasangan, melainkan dengan merangsang alat kelamin sendiri. Namun di balik kepuasan yang didapat, ada efek akibat onani yang perlu diwaspadai.

Di antara beragam masalah akibat onani, ada salah satu akibat onani yang paling mengganggu, yaitu kecanduan. Hal ini karena kecanduan onani bisa berdampak buruk pada produktivitas Anda, serta bisa mengganggu hubungan sosial Anda dengan orang lain.        

Kenali Masalah yang Bisa Muncul Akibat Onani - Alodokter

Beragam Masalah yang Terjadi Akibat Onani

Onani bisa dibilang sebagai aktivitas seksual paling aman karena tidak berisiko terkena penyakit menular seksual, selama Anda melakukannya sendiri. Meski demikian, dampak buruk onani bisa saja terjadi, terutama jika Anda melakukan onani terlalu sering dan kasar yang dapat menyebabkan iritasi kulit penis.

Selain itu, ada juga beragam masalah lain yang perlu Anda ketahui akibat onani, di antaranya:

1. Terjangkit infeksi menular melalui alat bantu seks

Infeksi menular akibat onani bisa saja terjadi jika Anda melakukan onani dengan menggunakan alat bantu seks (sex toys) bekas dipakai orang lain, yang ternyata terdeteksi mengalami penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Untuk itu, jika ingin menggunakan alat bantu seks, pastikan bahwa alat yang akan Anda gunakan benar-benar bersih dan biasakan mencucinya tiap setelah dipakai.

2. Pembengkakan pada alat kelamin

Onani yang dilakukan terlalu sering dapat membuat organ kelamin menjadi sakit, bahkan terluka. Jika dilakukan secara terus-menerus, dalam kurun waktu yang singkat, organ kelamin dapat mengalami pembengkakan, yang disebabkan adanya penumpukan cairan pada permukaan kulit. Disebut juga dengan edema, pembengkakan ini dapat terasa tidak nyaman dan mengganggu.

3. Sulit mendapatkan klimaks saat berhubungan dengan pasangan

Terlalu sering merangsang diri dengan cara onani secara berlebihan, bisa meningkatkan risiko disfungsi ereksi dan ejakulasi dini. Akibatnya, Anda menjadi justru sulit mencapai klimaks saat berhubungan dengan pasangan Anda. Pada kondisi yang lebih parah, Anda kemungkinan tidak bisa mencapai klimaks dari pasangan sama sekali.

4. Terjadinya gangguan prostat pada pria muda

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pria muda yang sering melakukan onani memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat. Namun sebaliknya, pada pria lebih tua, aktivitas onani justru dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat. Meski demikian, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hal ini.

Onani merupakan aktivitas seksual normal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Hanya saja, akibat onani dilakukan terlalu sering bisa menimbulkan gangguan kesehatan atau memengaruhi kehidupan seksual dengan pasangan. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasa kecanduan onani, agar dapat diberikan penanganan dan solusi yang tepat.