Umumnya air susu ibu (ASI) memiliki warna putih susu. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan perubahan warna ASI, mulai dari masa produksi ASI hingga jenis makanan yang dikonsumsi oleh ibu menyusui.

Perubahan warna ASI umumnya bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Meski begitu, ibu menyusui tetap perlu memahami seperti apa perubahan warna ASI yang normal dan tidak normal.

Kenali Perubahan Warna ASI dan Penyebabnya - Alodokter

Perubahan Warna ASI yang Normal                              

Beberapa minggu pertama setelah melahirkan, warna ASI akan mengalami perubahan. Hal ini disebabkan oleh perubahan kandungan ASI yang memang normal terjadi. Perubahan warna ASI ini berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu:

Kolostrum berwarna putih kekuningan

Kolostrum merupakan ASI pertama yang keluar menjelang waktu melahirkan hingga beberapa hari pertama kelahiran bayi. Warna kolostrum adalah putih kekuningan atau oranye. Kolostrum sangat kaya akan protein, vitamin, dan imunoglobulin yang penting dalam membangun sistem kekebalan tubuh bayi.

ASI transisi berwarna putih

ASI transisi muncul di akhir produksi kolostrum. Perubahan warna ASI yang terjadi pada tahap adalah dari putih kekuningan atau oranye menjadi berwarna putih. ASI transisi ini mengandung banyak lemak dan laktosa.

ASI matang berwarna jernih kebiruan dan putih

ASI matang muncul setelah melewati masa transisi. Jenis ASI ini mengandung lebih banyak air dibandingkan karbohidrat, protein, dan lemak.

ASI matang terbagi dalam dua jenis, yaitu foremilk yang berwarna agak jernih dan kebiru-biruan dan hindmilk yang tampak berwarna putih. Meski berbeda, kedua jenis ASI matang ini sangat diperlukan bagi tumbuh kembang bayi.

Perubahan Warna ASI yang Tidak Normal

Selain akibat perubahan kandungan ASI, perubahan warna ASI  juga bisa disebabkan oleh hal-hal lain di luar proses alami tubuh. Meskipun perubahan warna ASI ini dikatakan tidak normal, namun umumnya tidak membahayakan bayi.

Perubahan warna ASI tidak normal biasanya disebabkan oleh makanan, minuman, atau obat-obatan yang dikonsumsi ibu menyusui. Berikut ini adalah beberapa warna ASI yang tidak normal:

1. Berwarna kehijauan

Ketika warna ASI Anda berubah menjadi agak kehijauan, kemungkinan Anda terlalu banyak mengonsumsi makanan berwarna hijau, misalnya bayam atau rumput laut. Perubahan warna ASI menjadi hijau juga bisa disebabkan oleh konsumsi suplemen atau obat diet.

2. Berwarna kemerahan dan oranye

ASI yang berwarna kemerahan dan oranye bisa disebabkan oleh makanan atau minuman yang mengandung pewarna. Contohnya adalah minuman soda, jus, atau susu olahan berwarna merah atau oranye.

3. Berwarna kecokelatan

ASI yang warnanya berubah menjadi cokelat kemungkinan mengandung darah, akibat adanya luka di puting Anda. Namun jangan khawatir, karena kondisi ini biasanya akan kembali normal setelah beberapa hari dan tidak membahayakan bayi.

4. Berwarna hitam

Meski jarang terjadi, ada beberapa ibu menyusui yang mengalami perubahan warna ASI menjadi hitam. Kondisi ini bisa disebabkan oleh efek samping obat minosiklin, yang sebenarnya tidak direkomendasikan bagi ibu menyusui.

Secara umum, beragam perubahan warna ASI yang tidak normal ini tidak perlu dikhawatirkan. Namun bila perubahan warna ASI terjadi berlarut-larut, disertai dengan rasa gatal, nyeri, atau perdarahan pada payudara, sebaiknya Anda segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.