Kencur adalah tanaman herba yang secara tradisional dapat digunakan untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, mengurangi rasa nyeri, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya, kencur digunakan dalam bentuk jamu, rebusan, bubuk, ekstrak, serta minyak oles.

Kencur atau Kaempferia galanga telah lama dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini mengandung berbagai senyawa aktif, seperti flavonoid, minyak atsiri, saponin, dan senyawa fenolik yang berguna bagi kesehatan.

Kencur

Berbagai manfaat kencur untuk kesehatan diyakini karena kandungannya memiliki sifat antiradang, antibakteri, dan antioksidan. Penelitian juga menunjukkan bahwa kencur dapat mengurangi peradangan, mencegah kerusakan sel tubuh, dan memelihara kesehatan pencernaan.

Meski banyak bermanfaat bagi kesehatan, efektivitas dan keamanan kencur sebagai obat herbal masih memerlukan penelitian lebih lanjut, terutama dalam penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi. Oleh karena itu, penggunaan kencur sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter, terutama bila memiliki kondisi medis tertentu.

Apa Itu Kencur 

Nama ilmiah Kaempferia galanga
Nama lain
  • Cikur
  • Cekur
  • Sha jiang
  • Pro hom
Manfaat Membantu meredakan rasa sakit, mulai dari sakit kepala hingga sakit gigi
Membantu meredakan keluhan pencernaan ringan
Mendukung daya tahan tubuh
Digunakan oleh Dewasa
Kencur untuk ibu hamil atau ibu menyusui Keamanan kencur untuk ibu hamil maupun ibu menyusui belum sepenuhnya teruji secara klinis. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan kencur selama hamil atau menyusui.
Bentuk obat Bahan mentah, jamu, rebusan, bubuk, kapsul, minyak, atau ekstrak

Peringatan sebelum Menggunakan Kencur

Agar aman, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan kencur sebagai obat herbal, yaitu:

  • Jangan menggunakan kencur jika Anda alergi terhadap bahan ini. Apabila ragu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai alergi yang Anda miliki.
  • Konsultasikan dengan dokter perihal penggunaan kencur jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver, HIV/AIDS, penyakit jantung, hipertensi, diabetes, gangguan pencernaan, atau gangguan perdarahan.
  • Bicarakan dengan dokter mengenai penggunaan kencur jika Anda sedang menggunakan obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal lain. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Informasikan kepada dokter jika sedang menggunakan kencur sebelum menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi
  • Hindari menggunakan kencur jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, tanpa arahan dari dokter.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi atau efek samping serius setelah menggunakan kencur.

Aturan Pakai Kencur 

Batas konsumsi kencur dapat bervariasi, tergantung pada bentuk sediaan dan tujuan penggunaannya. Belum terdapat standar dosis kencur yang pasti dalam penggunaan medis. Namun, secara umum, kencur dapat dikonsumsi dengan dosis berikut:

  • Kencur segar dalam bentuk jamu atau rebusan biasanya dikonsumsi sekitar 1–2 ruas per hari, tergantung kebutuhan dan toleransi tubuh.
  • Ekstrak atau suplemen kencur sebaiknya digunakan sesuai petunjuk pada kemasan produk atau anjuran dokter.

Penggunaan kencur tidak dianjurkan secara berlebihan atau dalam jangka panjang tanpa pengawasan medis.

Cara Menggunakan Kencur dengan Benar

Gunakan kencur sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan produk atau ikuti anjuran dokter. Jangan menggunakan kencur melebihi jangka waktu atau jumlah yang dianjurkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Banyak orang berpikir bahwa menggunakan obat herbal akan selalu aman karena bahannya alami. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua obat herbal sudah diketahui efek sampingnya, termasuk jika digunakan dengan obat atau bahan aktif lain.

Agar aman, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan kencur jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani terapi dengan obat tertentu. Beberapa cara menggunakan kencur yang umum dilakukan adalah:

  • Kencur sebaiknya dikonsumsi pada pagi atau siang hari. Ini karena konsumsi kencur pada malam hari bisa menyebabkan gangguan tidur, misalnya insomnia, pada sebagian orang.
  • Untuk mengonsumsi secara langsung, kencur mentah bisa dikupas dan dicuci bersih terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Setelah itu, kencur dapat dikunyah sebelum ditelan. Bila teksturnya terlalu keras, kencur bisa dikukus sebentar agar lebih lunak.
  • Apabila menggunakan kencur dalam bentuk bubuk, campurkan ke dalam air hangat, jus, smoothie, atau sereal, sesuai selera.
  • Kencur dalam bentuk kapsul bisa ditelan dengan bantuan air putih, tanpa dibelah atau dikunyah terlebih dahulu.
  • Jika menggunakan minyak kencur, sebaiknya tuangkan minyak tersebut ke tangan terlebih dahulu, lalu balurkan di bagian tubuh.
  • Penggunaan kencur sebaiknya tidak dilakukan lebih dari 3 bulan secara berturut-turut. Apabila perlu menggunakannya dalam jangka panjang, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
  • Simpan kencur di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Pastikan kencur atau produk olahannya disimpan di tempat yang tidak terjangkau oleh anak-anak.
  • Jangan menggunakan produk kencur yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa. 

Interaksi Kencur dengan Obat Lain

Ada sejumlah interaksi yang dapat terjadi bila kencur digunakan bersamaan dengan obat, suplemen, atau produk herbal lain, yaitu:

  • Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah rendah (hipotensi) jika digunakan bersama obat antihipertensi, seperti antagonis kalsium
  • Peningkatan risiko terjadinya hipoglikemia jika digunakan bersama obat antidiabetes

Untuk mencegah terjadinya interaksi antar obat, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila hendak menggunakan kencur bersama dengan produk herbal lain, suplemen, atau obat-obatan tertentu.

Efek Samping dan Bahaya Kencur 

Meski merupakan obat herbal, kencur dapat menimbulkan berbagai efek samping. Namun, efek samping kencur umumnya ringan pada sebagian orang, seperti:

  • Nyeri perut
  • Diare
  • Sendawa
  • Sensasi terbakar di dada (heartburn)
  • Iritasi di kulit, jika menggunakan minyak kencur

Apabila efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau justru memburuk, sebaiknya segera buat janji temu dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER. Untuk mendapatkan saran awal pengobatan, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter lewat Chat Bersama Dokter.

Namun, jika muncul reaksi alergi berat setelah menggunakan kencur, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.