Salah satu bagian yang dipercaya mampu memberikan kenikmatan seksual tiada tara jika distimulasi dengan benar adalah G-spot, atau Gräfenberg spot. Masalahnya, benarkah bagian ini ada pada alat kelamin perempuan?

Selama ini G-spot dianggap sebagai daerah paling sensitif wanita. Bagian ini diyakini terletak di ujung dan sekitar klitoris, atau di sekitar dinding bagian depan dari vagina. G-spot yang dianggap mampu memberikan orgasme ekstra puas ini sering juga dinamakan spons uretra.

G-Spot Wanita: Fakta atau Mitos - Alodokter

Fakta atau Mitos?

Banyak perdebatan mengenai eksistensi G-spot di dalam vagina. Pembuktian tentang adanya bagian sensitif dalam vagina yang menjanjikan kenikmatan luar biasa ini, masih timbul tenggelam.

Bagian ini pertama kali didengungkan pada tahun 1944 oleh seorang ginekolog Jerman bernama Ernst Gräfenberg dan dikonfirmasi oleh Dr. Addegio pada tahun 1981. Oleh karena itu, nama bagian ini dinamai titik Gräfenberg, atau Gräfenberg spot, dan disingkat menjadi G-spot. Sang penemu mengklaim bahwa merangsang bagian ini akan menyebabkan jaringan di dalamnya membengkak sehingga memberikan wanita sebuah kenikmatan seksual yang luar biasa.

Penelitian lain mengenai G-spot dilakukan pada tahun 2008 melalui ultrasound scan. Dikatakan bahwa sebagian wanita memiliki bagian yang menebal di antara vagina dan saluran kemih, yang oleh sebagian orang diintepretasikan sebagai G-spot. Sayangnya, penelitian ini hanya dilakukan pada sedikit perempuan, sehingga hasilnya masih dipertanyakan.

Pada tahun 2017, para peneliti masih mencari tahu fakta di balik misteri G-spot. Sayangnya, belum ada bukti objektif yang kuat dan konsisten akan keberadaan anatomis area tersebut.

Haruskah Tergantung kepada G-spot untuk Dapat Menikmati Seks?

Meski keberadaan G-spot masih diperdebatkan, namun tidak sedikit dari pria dan wanita yang terobsesi akan hal ini. Bahkan, banyak wanita yang mengklaim diri telah merasakan orgasme tiada terkira dengan menstimulasi bagian ini.

Kenikmatan orgasme G-spot konon dianggap berbeda dengan orgasme klitoris. Meski kadang-kadang, keduanya bisa memberikan orgasme pada saat bersamaan atau dikenal sebagai orgasme campuran. Orgasme campuran menjanjikan kenikmatan seksual luar biasa bagi yang mampu mendapatkannya.

Tetapi perlu diingat, orgasme merupakan hal yang kompleks dan unik pada masing-masing wanita. Tidak hanya melibatkan aspek fisik, faktor psikologis juga turut berperan dalam menghasilkan orgasme. Karena itu, masing-masing wanita dan pasangannya perlu mengeksplorasi beberapa cara untuk mencari tahu bagaimana teknik yang cocok untuk mencapai orgasme.

Meski menjanjikan kenikmatan yang luar biasa, ketergantungan pada G-spot untuk meraih kepuasan seksual disarankan untuk dihindari. Sebab jika terjadi ketergantungan, perempuan akan merasa kurang jika tidak mendapatkan stimulasi memadai pada G-spot, dan menjadi kurang menikmati hubungan seksual yang tidak menimbulkan rangsangan pada daerah ini.

Baik orgasme G-spot maupun orgasme klitoris, keduanya tetap bisa terasa menyenangkan selama dilakukan bersama pasangan yang dicintai. Jika sudah mencoba beberapa cara namun masih merasa sulit meraih orgasme, tidak perlu sungkan untuk berkonsultasi ke dokter.