Walau kebanyakan terjadi pada bagian kaki atau tangan, rasa kesemutan juga bisa terjadi di kepala. Sensasi ini bisa dialami oleh siapa saja. Apakah Anda sering mengalami kepala kesemutan? Mari simak penjelasannya di sini.

Kesemutan yang terjadi pada tangan atau kaki biasanya terjadi ketika Anda diam dalam waktu yang lama pada posisi yang sama. Hal ini bisa terjadi lantaran ada saraf yang tertekan atau karena pasokan darah ke bagian tubuh tersebut jadi tidak lancar.

Kepala Kesemutan Bisa Menjadi Gejala Penyakit Berikut - Alodokter 

Sensasi kesemutan yang terjadi di kepala bisa terasa sama dengan yang terjadi di tangan atau kaki, namun Anda juga bisa merasakan rasa kebas atau sensasi panas di kepala. Hal tersebut bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu, mulai dari yang ringan hingga yang serius.

Berbagai Kondisi Penyebab Kepala Kesemutan

Kepala kesemutan bisa bersifat sementara atau berkelanjutan. Berikut ini adalah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan Anda mengalami kepala kesemutan, yaitu:

1. Stres

Kepala kesemutan bisa terjadi jika Anda sedang stres, terutama stres yang tergolong akut atau terjadi mendadak. Contohnya adalah kecelakaan berat, kematian kerabat, atau bencana alam.

Gejala yang disebabkan stres akut ditimbulkan oleh meningkatnya hormon stres secara secara mendadak dan respons saraf yang berlebihan di berbagai bagian tubuh, salah satunya kulit kepala. Itulah mengapa stres bisa menyebabkan rasa kesemutan di kepala.

Selain kepala kesemutan, gejala stres akut lainnya bisa berupa rasa cemas, susah tidur, tidak bersemangat, emosi tidak stabil, mimpi buruk, jantung berdebar-debar, pusing, mual, sakit dada, sakit perut, dan susah bernapas.

Kepala kesemutan dan berbagai gejala stres akut tersebut biasanya tidak membutuhkan pengobatan, tapi jika muncul terus selama lebih dari satu bulan, Anda disarankan untuk menemui dokter.

2. Migrain

Sakit kepala migrain biasanya dirasakan hanya di satu sisi kepala saja. Selain kepala kesemutan, migrain juga bisa diiringi oleh berbagai gejala lain seperti mual, muntah, atau menjadi sensitif terhadap suara dan cahaya.

Sejauh ini, migrain diduga terjadi akibat pelebaran dan penyempitan pembuluh darah di kepala. Perubahan tersebut kemudian memengaruhi aliran darah di otak dan jaringan sekitarnya.

3. Neuralgia oksipital

Saraf oksipital terdiri dari 2 saraf yang berjalan dari tulang leher bagian atas menuju ke kulit kepala, masing-masing di kiri dan kanan. Jika salah satunya mengalami gangguan, sisi kepala tersebut akan terasa kesemutan seperti tersetrum listrik dan tertusuk-tusuk selama beberapa detik atau menit.

Selain kepala kesemutan, neuralgia oksipital juga ditandai dengan mata merah, berair, dan sensitif terhadap cahaya, sakit ketika menggerakkan leher, dan kulit kepala sakit saat disentuh.

4. Neuropati kranial

Pada kondisi ini, terjadi kerusakan pada saraf kranial, yaitu saraf yang langsung berasal dari otak atau batang otak. Umumnya, neuropati kranial disebabkan oleh penyakit atau kondisi tertentu seperti diabetes, tekanan darah tinggi, atau cedera di kepala.

Beberapa keluhan yang bisa terjadi pada kondisi ini berupa kesemutan, nyeri, mati rasa, kelemahan otot wajah, dan sensasi tidak nyaman di kepala.

5. Stroke ringan

Stroke ringan atau transient ischemic attack (TIA) merupakan pertanda awal bahwa Anda akan terserang stroke. Gejala stroke ringan mirip dengan stroke, bedanya, gejala stroke terjadi hanya sementara dan biasanya hilang dalam 10–20 menit.

Adapun ciri-ciri stroke ringan, meliputi kepala kesemutan, tiba-tiba susah berjalan atau kesulitan menjaga keseimbangan, mendadak bingung atau tidak mengerti perkataan yang mudah, bicara cadel, mendadak pandangan berubah, dan kesemutan di salah satu sisi tubuh.

Kepala kesemutan bisa terjadi kapan saja dan berdurasi beberapa detik atau menit. Walaupun begitu, keluhan ini perlu diwaspadai karena bisa menandakan adanya kondisi kesehatan yang lebih serius dan perlu ditangani.

Di samping itu, keluhan kepala kesemutan sering kali disertai keluhan lain yang bisa mengganggu aktivitas Anda sehari-hari, misalnya sakit kepala yang menusuk-nusuk. Jika merasakan kondisi ini, berkonsultasilah ke dokter guna mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan yang tepat