Keppra adalah obat untuk mengontrol kejang pada penderita epilepsi. Obat ini mengandung levetiracetam dan dapat digunakan sebagai terapi tunggal atau dikombinasikan dengan obat antiepilepsi lain sesuai resep dokter.
Levetiracetam dalam Keppra bekerja dengan berikatan pada synaptic vesicle protein 2A (SV2A) di otak sehingga membantu menstabilkan aktivitas listrik saraf yang berlebihan yang memicu kejang. Obat ini tidak dapat menyembuhkan epilepsi, tetapi dapat membantu mengurangi frekuensi dan keparahan kejang sehingga penderitanya dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet salut selaput dan penggunaan umumnya bersifat jangka panjang sehingga perlu dilakukan sesuai anjuran dokter dan disertai pemantauan rutin untuk memastikan efektivitas pengobatan serta meminimalkan risiko efek samping.
Apa Itu Keppra
| Bahan aktif | Levetiracetam |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antikonvulsan |
| Manfaat | Meredakan kejang akibat epilepsi |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak di atas usia 16 tahun sesuai anjuran dokter |
| Keppra untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Keppra untuk ibu menyusui | Obat ini umumnya aman digunakan oleh ibu menyusui. Namun, sebaiknya berkonsultasilah dengan dokter sebelum menggunakan obat ini. |
| Bentuk obat | Tablet salut selaput |
Peringatan sebelum Menggunakan Keppra
Sebelum menggunakan Keppra, perhatikan beberapa hal berikut:
- Beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap levetiracetam atau obat ini.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, penyakit hati, tekanan darah tinggi, atau gangguan mental, seperti depresi, psikosis, perubahan perilaku, maupun pernah memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.
- Diskusikan dengan dokter sebelum memberikan Keppra kepada anak-anak atau lansia karena dosis perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
- Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana hamil.
- Informasikan kepada dokter mengenai semua obat, suplemen, maupun produk herbal yang sedang digunakan agar dapat dicegah terjadinya interaksi obat.
- Hindari konsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan Keppra karena dapat meningkatkan risiko kantuk dan pusing.
- Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai Anda mengetahui bagaimana respons tubuh terhadap Keppra karena obat ini dapat menyebabkan kantuk, pusing, atau gangguan koordinasi.
- Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menggunakan Keppra sebelum menjalani tindakan medis, termasuk operasi dan operasi gigi.
- Segera hentikan penggunaan obat dan cari pertolongan medis bila muncul reaksi alergi obat atau efek samping yang serius.
Dosis dan Aturan Pakai Keppra
Berikut adalah dosis umum penggunaan Keppra 250 mg tablet:
- Dewasa: Dosis awal 500 mg, 2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 1.500 mg, 2 kali sehari, sesuai dengan respons pasien terhadap pengobatan. Penyesuaian dosis dapat dilakukan dengan peningkatan atau penurunan sebesar 500 mg, 2 kali sehari, setiap 2–4 minggu.
Dosis pada anak-anak, lansia, atau pasien dengan gangguan fungsi ginjal akan disesuaikan oleh dokter berdasarkan usia, berat badan, kondisi medis, dan respons terhadap pengobatan.
Jangan mengubah dosis atau menghentikan penggunaan Keppra tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena dapat meningkatkan risiko terjadinya kejang.
Cara Menggunakan Keppra dengan Benar
Ikuti anjuran dokter dan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat. Agar manfaat Keppra optimal, perhatikan cara penggunaan berikut:
- Keppra dapat dikonsumsi sebelum maupun sesudah makan.
- Telan tablet Keppra secara utuh dengan bantuan air putih. Jangan membelah, menghancurkan, atau mengunyah tablet kecuali atas anjuran dokter.
- Gunakan Keppra pada waktu yang sama setiap hari agar kadar obat dalam tubuh tetap stabil.
- Jika lupa mengonsumsi Keppra, segera minum begitu teringat. Namun, bila sudah mendekati jadwal dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Jangan menghentikan penggunaan Keppra secara tiba-tiba tanpa arahan dokter karena dapat memicu kekambuhan atau memburuknya kejang.
- Selama menjalani terapi, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala, terutama pada pasien dengan gangguan ginjal atau usia lanjut.
- Simpan Keppra di tempat bersuhu ruangan, kering, terhindar dari paparan sinar matahari langsung, dan jauh dari jangkauan anak-anak.
- Jangan gunakan Keppra yang telah melewati tanggal kedaluwarsa.
Interaksi Keppra dengan Obat Lain
Keppra dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersama obat tertentu, antara lain:
- Penurunan penyerapan levetiracetam jika digunakan bersamaan dengan macrogol. Sebaiknya beri jarak pemberian minimal 1 jam.
- Peningkatan risiko efek samping pada penggunaan bersama methotrexate karena dapat meningkatkan kadar kedua obat di dalam tubuh.
- Peningkatan risiko kantuk, pusing, gangguan konsentrasi, hingga penurunan kesadaran jika digunakan bersama obat yang menekan sistem saraf pusat, seperti obat penenang, opioid, atau minuman beralkohol.
Untuk mencegah terjadinya interaksi obat, konsultasikan kepada dokter jika Anda akan menggunakan Keppra bersama obat, suplemen, maupun produk herbal lainnya. Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
Efek Samping dan Bahaya Keppra
Seperti obat lain yang mengandung levetiracetam, Keppra dapat menyebabkan beberapa efek samping, antara lain:
- Kantuk
- Pusing
- Sakit kepala
- Lelah
- Mual atau muntah
- Nafsu makan menurun
- Hidung tersumbat atau sakit tenggorokan
- Mudah marah atau perubahan suasana hati
Efek samping tersebut umumnya bersifat ringan dan dapat membaik seiring tubuh beradaptasi terhadap pengobatan. Bila efek samping ringan tersebut tidak kunjung membaik atau justru bertambah buruk, segera buat janji temu dengan dokter di aplikasi ALODOKTER.
Meski jarang terjadi, Keppra juga dapat menyebabkan efek samping serius, seperti:
- Reaksi alergi obat, yang ditandai dengan ruam berat, kulit melepuh, bengkak pada wajah atau tenggorokan, atau sesak napas
- Gangguan mental, seperti depresi berat, halusinasi, psikosis, atau muncul keinginan untuk menyakiti diri sendiri maupun bunuh diri
- Gangguan fungsi ginjal, yang ditandai dengan jumlah urine yang berkurang atau bengkak pada tungkai
- Gangguan darah, seperti mudah memar, perdarahan yang tidak biasa, atau infeksi yang sering kambuh akibat penurunan jumlah sel darah
- Kejang yang semakin sering atau semakin berat setelah memulai pengobatan
Segera hentikan penggunaan Keppra dan periksakan diri ke dokter atau ke IGD rumah sakit terdekat apabila muncul reaksi alergi obat maupun efek samping serius seperti yang disebutkan di atas.