Keputihan bau bawang sering kali membuat wanita merasa risih dan khawatir. Pasalnya, aroma tidak sedap pada cairan keputihan ini bisa menjadi tanda adanya perubahan atau masalah di area kewanitaan lho. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui penyebab dan cara penanganannya agar kondisi ini bisa ditangani. Dengan begitu, kesehatan organ intim tetap terjaga. 

Keputihan sebenarnya adalah proses alami tubuh untuk menjaga kelembapan dan kebersihan vagina. Normalnya, keputihan berwarna bening atau putih susu dan tidak berbau menyengat. Namun, pada kondisi tertentu, keputihan bisa mengalami perubahan, baik dari segi warna, tekstur, jumlah, maupun aroma. 

Keputihan Bau Bawang, Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya - Alodokter

Nah, salah satu perubahan yang sering menimbulkan kekhawatiran adalah keputihan bau bawang. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kebersihan area kewanitaan yang kurang terjaga, perubahan hormon, konsumsi makanan tertentu, hingga adanya infeksi bakteri atau jamur.

Untuk memastikan penanganan yang tepat, Anda perlu mengetahui apa saja penyebab keputihan bau bawang. Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah menjaga kesehatan organ intim sekaligus mencegah masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.

Inilah Penyebab Keputihan Bau Bawang

Berikut ini adalah beberapa penyebab keputihan bau bawang yang perlu Anda ketahui:

1. Bacterial vaginosis

Salah satu penyebab utama keputihan bau bawang adalah bacterial vaginosis. Kondisi ini terjadi ketika keseimbangan bakteri baik dan buruk di vagina terganggu. 

Biasanya, bakteri baik akan menjaga area kewanitaan tetap sehat. Namun, jika jumlah bakteri jahat meningkat, maka muncul infeksi yang membuat keputihan berubah bau, mulai dari amis hingga menyerupai bau bawang. 

Selain bau, bacterial vaginosis juga bisa menyebabkan keputihan berwarna abu-abu atau keputihan lebih banyak dari biasanya.

2. Konsumsi makanan beraroma tajam

Tidak hanya infeksi, makanan yang Anda konsumsi juga dapat memengaruhi aroma keputihan lho. Misalnya, Anda mengonsumsi makanan yang beraroma kuat, seperti bawang putih, bawang merah, atau makanan pedas, makanan ini dapat membuat tubuh mengeluarkan aroma ini melalui keringat dan cairan tubuh, termasuk keputihan. 

Jadi, jika Anda baru saja makan makanan beraroma tajam dan mencium keputihan bau bawang, kemungkinan besar penyebabnya berasal dari makanan. Namun, tidak perlu cemas, aroma ini biasanya tidak menetap dan akan hilang setelah beberapa waktu kok. 

3. Infeksi jamur

Infeksi jamur atau kandidiasis juga dapat menjadi penyebab keputihan bau bawang. Hal ini terjadi karena pertumbuhan jamur yang berlebihan di vagina memicu keluarnya keputihan yang kental, menggumpal, rasa gatal, dan sensasi panas di vagina. 

Pada sebagian kasus, infeksi jamur juga bisa membuat keputihan berbau menyengat seperti bawang jika sudah bercampur dengan bakteri. 

4. Kurangnya menjaga kebersihan area kewanitaan 

Kebersihan area kewanitaan sangat memengaruhi aroma keputihan. Kebiasaan seperti jarang mengganti celana dalam, memakai pembalut terlalu lama, atau menggunakan produk pembersih yang kurang sesuai dapat memicu pertumbuhan bakteri dan jamur lebih cepat. Akibatnya, keputihan bisa mengeluarkan bau tidak sedap, seperti bau bawang.

5. Perubahan hormon

Saat hormon tubuh berubah, misalnya saat menstruasi, hamil, atau menopause, cairan keputihan bisa ikut berubah tekstur dan aromanya. Perubahan hormon ini bisa membuat keputihan bau bawang walaupun tidak ada infeksi. 

Nah, hal ini terjadi karena keseimbangan pH dan bakteri di vagina juga ikut berubah, sehingga aroma keputihan pun menjadi lebih tajam dari biasanya.

6. Infeksi menular seksual 

Penyebab keputihan bau bawang yang perlu diwaspadai adalah infeksi menular seksual, seperti trikomoniasis, gonore, atau klamidia. Kondisi ini bisa menimbulkan keputihan yang berlebih, berubah warna, dan memiliki aroma yang tajam atau menyengat, kadang menyerupai bau bawang. 

Selain bau, keputihan akibat penyakit menular seksual biasanya juga disertai gejala lain, seperti gatal, perih saat buang air kecil, kemerahan di area intim, atau rasa tidak nyaman di panggul. Oleh karena itu, ika keputihan bau bawang disertai gejala mencurigakan, penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat ya. 

Langkah Penanganan dan Pencegahan Keputihan Bau Bawang 

Berikut ini adalah langkah penanganan dan pencegahan keputihan bau bawang yang dapat Anda lakukan agar kesehatan area kewanitaan tetap terjaga:

1. Menjaga kebersihan area kewanitaan

Untuk mengatasi keputihan bau bawang, Anda perlu menjaga kebersihan area kewanitaan dengan benar. Misalnya, Anda bisa membersihkan dengan air bersih dan sabun setiap hari. Namun, perlu diingat, hindari penggunaan sabun berpewangi yang bisa mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina ya. 

Meskipun terkesan sepele, cara membersihkan vagina juga berperan penting dalam mencegah terjadinya keputihan bau bawang. Caranya adalah dengan membasuh vagina dari arah depan (bibir vagina) ke belakang (menuju anus). Dengan demikian, penyebaran kuman dari anus ke vagina dapat dihindari, sehingga risiko terinfeksi jamur pun berkurang.

2. Ganti celana dalam secara teratur 

Mengganti pakaian dalam secara teratur juga bisa membantu menangani dan mencegah keputihan bau bawang lho. Anda bisa memilih pakaian dalam berbahan katun atau sutra. Soalnya, bahan-bahan tersebut mampu menyerap keringat dengan baik, sehingga vagina tetap kering.

Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk mengganti pakaian dalam minimal 2 kali sehari, terutama jika terasa lembap atau basah setelah beraktivitas. Hal ini bisa mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur pemicu keputihan bau bawang.

3. Hindari penggunaan pembalut atau pantyliner terlalu lama 

Penggunaan pembalut atau pantyliner yang dibiarkan terlalu lama menciptakan lingkungan lembap dan hangat di area kewanitaan. Makanya, Anda disarankan untuk menggantinya secara rutin, minimal setiap 3–4 jam atau sesuai kebutuhan. 

Dengan begitu, kelembapan yang berlebih di vagina dapat dikurangi dan pertumbuhan bakteri atau jamur penyebab keputihan bau bawang bisa dicegah.

4. Batasi konsumsi makanan berbau tajam 

Membatasi konsumsi makanan berbau tajam seperti bawang, bawang putih, makanan pedas, atau makanan beraroma kuat lainnya bisa membantu mengatasi dan mencegah keputihan bau bawang. 

5. Hindari douching 

hindari melakukan douching atau menyemprotkan cairan ke bagian dalam vagina untuk membersihkan organ tersebut. Ini karena douching dapat membunuh bakteri baik Lactobacillus di vagina, sehingga vagina rentan terkena infeksi.

6. Jaga pola hidup sehat 

Pola hidup sehat juga bisa membantu mengatasi dan mencegah infeksi penyebab keputihan bau bawang lho. Oleh karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak kebutuhan cairan, dan kelola stres dengan baik ya agar daya tahan tubuh dan keseimbangan hormon tetap optimal.

7. Gunakan kondom saat berhubungan seksual 

Menggunakan kondom saat berhubungan seksual membantu mencegah dan mengatasi keputihan bau bawang. Ini karena kondom dapat mencegah penularan infeksi menular seksual, menjaga keseimbangan bakteri di vagina, dan melindungi area intim dari iritasi. Dengan begitu, risiko munculnya keputihan bau bawang akibat infeksi atau gangguan mikrobiota vagina bisa diminimalkan.

Menjaga kesehatan area kewanitaan memang membutuhkan perhatian khusus, terutama jika Anda mengalami keputihan bau bawang yang tidak biasa. Dengan memahami penyebab dan langkah pencegahannya, Anda bisa lebih tenang dan percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter, terutama jika keputihan bau bawang disertai gejala lain, seperti gatal, nyeri, atau perubahan warna. Penanganan yang tepat akan membantu Anda terhindar dari risiko komplikasi, seperti radang panggul, serta menjaga kesehatan organ intim secara optimal.