Adenoidektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat adenoid atau kelenjar yang berada di belakang hidung. Adenoid berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri yang masuk melalui hidung dan mulut. Adenoid juga memproduksi antibodi yang berguna untuk melawan infeksi.

Adenoid hanya ditemui pada bayi dan anak-anak berusia 1-7 tahun. Peran penting adenoid ini nantinya akan berakhir seiring bertambahnya usia, di mana tubuh sudah mampu melawan infeksi secara lebih baik. Jaringan adenoid akan menyusut dan menghilang dengan sendirinya ketika usia anak lebih dari 7 tahun.

Ketahui Apa Itu Adenoidektomi - Alodokter

Bila kelenjar adenoid malah membengkak, dokter akan mempertimbangkan untuk melakukan adenoidektomi. Adenoidektomi bertujuan untuk mengatasi penyumbatan di hidung dan memperbaiki kualitas tidur pada anak. Prosedur ini juga dapat meningkatkan kualitas suara anak dan mengatasi rasa tidak nyaman pada telinganya akibat penumpukan cairan di telinga bagian tengah.

Indikasi Adenoidektomi

Dokter akan mempertimbangkan adenoidektomi apabila:

  • Kelenjar adenoid membesar atau membengkak sehingga menutup saluran pernapasan.
  • Infeksi telinga bagian tengah (otitis media) yang berulang, pada anak-anak usia 3-4 tahun.
  • Terjadi sinusitis yang menahun atau kronis.

Peringatan Adenoidektomi

Adenoidektomi hanya dilakukan pada pasien anak-anak dan jarang sekali dilakukan pada orang dewasa. Sebelum memulai prosedur, orang tua wajib mendampingi anak dan disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter mengenai prosedur, keuntungan, risiko, dan komplikasi yang mungkin terjadi.

Persiapan Adenoidektomi

Dokter akan memeriksa riwayat kesehatan anak sebelum dilakukan adenoidektomi, serta melakukan pemeriksaan laboratorium.

Selama masa persiapan adenoidektomi, orang tua dianjurkan untuk memberikan dukungan dan perhatian kepada anak. Ajak anak berbicara, bermain, bernyanyi, menidurkan sambil memeluknya, atau menceritakan dongeng yang membuatnya nyaman. Jauhkan anak dari rasa takut dan cemas.

Berilah anak asupan makanan dan minuman sehat serta bergizi, terakhir 6 jam sebelum operasi. Jika tindakan adenoidektomi dilakukan pagi hari, maka perut anak tetap harus terisi pada malam hari sebelumnya.

Hindarkan anak dari obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), seperti ibuprofen dan naproxen, seminggu sebelum operasi. Jika anak mengalami pilek, nyeri tenggorokan, batuk, dan demam, beri tahu dokter. Dokter dapat menunda prosedur selama beberapa minggu, sampai kondisi anak membaik.

Prosedur Adenoidektomi

Prosedur adenoidektomi umumnya berlangsung selama 30-45 menit. Dokter akan mengawali prosedur dengan memberikan suntikan bius (anestesi). Suntikan ini akan membuat anak tertidur lelap.

Dokter memiliki beragam teknik untuk mengangkat adenoid, di antaranya:

  • Cold surgical techniques. Ini merupakan teknik pengangkatan adenoid paling konvensional dan standar. Teknik ini dilakukan dengan cara kuret atau mengikis adenoid dengan perangkat medis.
  • Elektrokauterisasi dengan alat penghisap Bovie. Dokter akan melakukan kauterisasi atau membakar jaringan dengan perangkat listrik khusus. Lalu pembersihan daerah bedah, termasuk menghisap sisa darah dan membekukannya, menggunakan alat hisap Bovie.
  • Coblation. Teknik ini tidak menggunakan energi panas untuk menghancurkan jaringan, melainkan gelombang radio.
  • Laser. Mengangkat jaringan dengan menggunakan sinar laser, tetapi teknik ini dihindari karena bisa menimbulkan bekas luka pada nasofaring atau rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Selama prosedur bedah, kondisi jantung pasien akan dipantau melalui monitor untuk melihat aktivitas listrik jantung, serta oksimeter untuk melihat kadar oksigen dalam darah.

Setelah Adenoidektomi

Kebanyakan pasien diperbolehkan pulang ke rumah setelah menjalani prosedur. Namun demikian, dokter tetap perlu memantau kondisi pasien selama 4-5 jam setelah prosedur.

Setelah adenoidektomi, pasien biasanya akan mengalami mual karena pengaruh bius belum hilang sepenuhnya. Selama beberapa minggu setelah adenoidektomi, anak dapat mengalami demam, nyeri tenggorokan, mendengkur, bernapas melalui mulut, serta munculnya koreng di mulut.

Perbanyak asupan cairan agar tubuhnya terhidrasi, untuk mencegah nyeri tenggorokan. Kantung es juga bisa digunakan untuk meredakan nyeri dan bengkak dengan cara meletakkannya di sekitar leher anak.

Selama masa penyembuhan, hindari memberi anak makanan yang panas, keras, renyah, dan pedas. Untuk meringankan nyeri tenggorokan, pilih makanan dan minuman seperti puding, daging ayam atau sapi yang lunak, sayuran masak yang bertekstur lembut, jus buah, yogurt, atau es krim.

Pastikan anak banyak istirahat serta tidak melakukan kegiatan berat dan melelahkan, selama minggu pertama setelah operasi. Konsultasikan kepada dokter mengenai waktu yang tepat bagi anak untuk kembali ke sekolah dan bermain.

Risiko Adenoidektomi

Adenoidektomi jarang menimbulkan risiko. Namun bila terjadi, dapat berupa demam, bengkak atau merah pada mata dan hidung, perdarahan yang banyak atau tiba-tiba dari hidung, serta sakit kepala yang tidak kunjung sembuh walau sudah mengonsumsi obat dari dokter. Konsultasikan kepada dokter mengenai risiko-risiko tersebut sebelum menyetujui prosedur ini.