Bukan cuma sekedar tren, pijat bayi memang memberikan beragam manfaat. Manfaat pijat bayi tidak hanya bisa didapatkan dari pemijatan oleh tenaga profesional di pusat perawatan bayi atau spa bayi, tapi juga bisa diperoleh dari pemijatan yang Anda lakukan sendiri di rumah.

Cara memijat bayi harus dilakukan dengan lembut dan hati-hati. Berbeda dengan orang dewasa yang otot dan kulitnya tahan terhadap tekanan keras saat dipijat, bayi akan mudah merasa kesakitan dan cedera bila dipijat terlalu keras. Hal ini karena otot dan kulitnya masih tipis dan sensitif.

Ketahui Beragam Manfaat Pijat Bayi - Alodokter

Tidak hanya melalui pijatan, bayi juga dapat merasakan manfaat pijat bayi saat ia bersentuhan langsung atau mendapatkan kontak kulit dengan orang yang memijatnya. Sentuhan fisik ini dapat membuat bayi merasa senang dan nyaman.

Beberapa Manfaat Pijat Bayi

Pijat bayi merupakan salah satu cara berkomunikasi antara orang tua dan Si Kecil. Jika dilakukan dengan benar, beberapa manfaat pijat bayi berikut ini dapat diperoleh Si Kecil:

1. Membuat bayi merasa lebih tenang dan nyaman
Pijatan pada bayi dapat merangsang sistem saraf pusat. Sentuhan fisik pada bayi akan mengirim sinyal ke otaknya untuk memproduksi lebih banyak endorfin dan serotonin, yaitu hormon yang dapat membuat perasaan lebih bahagia dan nyaman.
Kedua hormon ini juga bermanfaat dalam membantu mengurangi nyeri yang dirasakan bayi.

2. Melancarkan pencernaan
Pijat bayi bisa membuat sistem pencernaannya menjadi lebih nyaman dan bergerak lebih lancar. Ketika bayi rewel karena gangguan pencernaan, seperti perut kembung, sembelit, atau mengalami kolik, ia akan merasa lebih nyaman setelah mendapatkan pijatan.

3. Membuat tidur lebih nyenyak
Penelitian menunjukkan bahwa pijatan pada bayi dapat membuat siklus tidurnya lebih teratur. Ini artinya bayi akan tidur lebih banyak di malam hari dan lebih aktif di siang hari.
Bayi yang rutin dipijat diketahui memiliki kadar melatonin yang lebih tinggi. Secara alami, tubuh akan memproduksi hormon melatonin ketika hari mulai gelap. Melatonin inilah yang membuat tubuh mengantuk. Semakin nyenyak tidur di malam hari, semakin banyak melatonin yang dilepaskan.
Selain itu, pijat bayi juga bermanfaat membuat tubuh bayi rileks, sehingga ia lebih mudah tidur nyenyak.

4. Mengurangi kadar bilirubin
Beberapa hari setelah lahir, bayi bisa menjadi kuning. Berubahnya warna kulit bayi menjadi kuning ini bisa disebabkan oleh meningkatnya kadar bilirubin.
Dalam suatu penelitian, diketahui bahwa bayi kuning yang mendapatkan pijatan selama 15-20 menit dan fototerapi terlihat mengalami perbaikan yang lebih cepat daripada bayi yang hanya mendapatkan fofoterapi. Hal ini menunjukkan bahwa manfaat pijat pada bayi juga turut berpengaruh pada penurunan kadar bilirubinnya.

5. Memperkuat hubungan antara orang tua dan bayi
Memijat bayi merupakan cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan dan memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan bayi. Sebuah penelitian bahkan mengungkapkan bahwa pijat bayi dapat mengurangi gejala  depresi pascamelahirkan dan meningkatkan kepekaan orang tua terhadap kebutuhan bayinya.

Cara Memijat Bayi yang Benar

Sebelum memijat bayi, pastikan ruangan tempat pijat cukup hangat dan tenang karena pijat bayi yang baik dilakukan pada kondisi bayi tanpa pakaian. Si Kecil juga sebaiknya dalam keadaan terjaga, tidak mengantuk, dan sudah kenyang.

Jika Si Kecil baru disusui atau diberi makan, tunggu dulu sampai 45 menit sebelum memijatnya agar ia tidak muntah.

Ketika hendak memijat Si Kecil, baringkan ia di atas handuk atau selimut dan letakkan bantal bayi di bawah kepalanya. Gunakan minyak bayi (baby oil) atau krim bayi, lalu gosokkan di telapak tangan Anda sampai terasa hangat. Setelah itu, lakukan langkah berikut:

  • Usap telapak kaki dan tangan Si Kecil menggunakan ibu jari dari arah tumit kaki ke arah jari-jari kaki.
  • Usap tungkai dan betis Si Kecil dari arah pangkal paha dengan gerakan melingkar.
  • Untuk memijat tangan, lakukan gerakan yang sama dengan memijat kaki, yaitu mengusap telapak tangan dan mengusap lengan dengan gerakan melingkar.
  • Silangkan tangan di atas perut dan dada Si Kecil, lalu pijat area ini dengan gerakan menyilang.
  • Letakkan ibu jari di perut Si Kecil, lalu usap searah dengan jarum jam.
  • Pijat kepala dan wajah Si Kecil searah jarum jam.
  • Tengkurapkan Si Kecil, lalu usap dan berikan pijatan lembut dari leher sampai ke bokongnya.

Selama sesi pijat, Bunda bisa bersenandung, membacakan cerita, atau mengajaknya mengobrol. Sentuh Si Kecil dengan lembut dan hindari gerakan menekan atau menggelitik karena akan membuatnya tidak nyaman.

Perhatikan bagaimana respons Si Kecil. Jika ia menggoyang-goyangkan lengannya dan tampak senang, artinya ia menikmati pijatan yang Anda berikan. Namun jika Si Kecil tampak gelisah atau bahkan menangis, hentikan pijatan dan coba lagi di lain waktu.

Meski saat ini sudah banyak tutorial pijat bayi, Anda bisa mengikuti kelas pijat bayi yang diadakan oleh terapis yang sudah memiliki sertifikat. Selan dapat lebih memahami manfaat pijat bayi dan gerakan memijat yang benar, mengikuti kelas pijat bayi bersama pasangan dapat membuat Anda berdua lebih dekat dengan Si Kecil.