Penting bagi orang tua untuk lebih waspada dan mengetahui apa saja gejala penyakit liver pada anak. Pasalnya, penyakit ini merupakan kondisi yang cukup berbahaya dan harus segera ditangani ketika anak mengalaminya.

Penyakit liver atau hati adalah berbagai gangguan pada hati yang membuat fungsi organ tersebut terganggu. Penyakit liver tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga bayi dan anak-anak. Pada anak-anak, penyebab penyakit liver bisa beragam, mulai dari faktor keturunan, infeksi, keracunan, hingga kelainan genetik.

Ketahui Gejala Penyakit Liver pada Anak dan Cara Pencegahannya - Alodokter

Pada sebagian kasus, penyakit liver pada anak bisa terjadi akibat penularan virus hepatitis. Pada bayi, virus hepatitis dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya sejak dalam kandungan.

Gejala Penyakit Liver pada Anak

Penyakit liver pada anak dapat menimbulkan gejala yang amat beragam dan setiap anak dapat mengalami gejala yang berbeda. Sebagian anak yang menderita penyakit liver tampak sehat atau tidak bergejala, sementara sebagian anak lagi tampak sakit atau rewel.

Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit liver pada anak yang perlu diwaspadai:

  • Warna mata dan kulit menjadi kekuningan (jaundice)
  • Sakit perut
  • Pembengkakan di kaki atau pergelangan kaki
  • Perut membesar dan bengkak (asites)
  • Kulit gatal
  • Anak tampak lemas dan kurang mau makan atau minum
  • Warna urine gelap
  • Mudah memar atau mimisan
  • Mual dan muntah
  • Kotoran atau tinja anak tampak keputihan

Pada kasus yang sudah parah, penyakit liver pada anak bisa menyebabkan anak mengalami gejala berat, seperti kejang, penurunan kesadaran atau koma, dan muntah darah. Sebagian anak yang menderita penyakit liver juga dapat mengalami gangguan tumbuh kembang.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengetahui apa saja gejala yang dapat muncul jika anak mengalami masalah pada hati. Bila anak menunjukkan gejala yang telah disebutkan di atas, janganlah menunda untuk membawa anak ke dokter.

Hal ini penting dilakukan agar deteksi dini bisa dilakukan dan penanganan bisa segera diberikan sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya komplikasi serius.

Tips Mencegah Penyakit Liver pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk mencegah penyakit liver pada anak, yaitu:

1. Perhatikan kualitas makanan

Pastikan makanan yang Si Kecil konsumsi sudah dicuci hingga benar-benar bersih dan matang sempurna. Makanan yang tidak dicuci bersih dan kurang matang memungkinkan virus atau parasit penyebab gangguan hati tertinggal pada makanan dan masuk ke dalam tubuh Si Kecil saat ia mengonsumsinya.

Selain memerhatikan kualitas makanan yang disajikan, biasakan juga Si Kecil untuk mencuci tangannya tiap kali sebelum dan sesudah makan. Berikan Si Kecil makanan yang baik untuk organ hatinya, seperti tahu, susu, serta aneka buah dan sayuran.

Hindari pula memberikannya makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan lemak jenuh atau kolesterol, karena dapat merusak organ hati.

2. Hati-hati saat menggunakan semprotan disinfektan

Jika ingin menggunakan semprotan pembersih ruangan, pastikan ruangan tempat Si Kecil bermain dan tidur memiliki ventilasi yang baik. Pindahkan Si Kecil ke area lain sebelum melakukan penyemprotan. Pasalnya, semprotan pembersih ruangan mengandung zat yang dapat merusak hati jika terhirup dan masuk ke dalam tubuh.

3. Lakukan vaksinasi

Pastikan Si Kecil telah menerima vaksin sesuai jadwal imunisasi yang dianjurkan. Salah satu vaksin yang penting diperoleh anak agar tercegah dari penyakit liver adalah vaksin hepatitis B. Jika ada dosis vaksin yang terlewati, segera konsultasikan dengan dokter agar dokter dapat mengatur ulang pemberian vaksin.

4. Rutin periksakan kandungan

Janin bisa tertular virus hepatitis B sejak masih berada di dalam rahim, apabila ibunya menderita hepatitis B saat hamil. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan kandungan selama hamil guna memastikan apakah janinnya sehat dan berisiko terkena gangguan liver akibat virus hepatitis B.

Jika ibu hamil menderita hepatitis B dan berisiko menularkan virus tersebut kepada janinnya, dokter akan memberikan penanganan untuk mencegah dan mengobati gangguan liver pada janin.

5. Pastikan anak rutin berolahraga

Mulailah mengajarkan Si Kecil untuk terbiasa berolahraga. Pilihlah olahraga yang bersifat ringan, seperti bersepeda atau sekedar berjalan santai selama kurang lebih 1 jam sehari. Hal ini penting dilakukan karena olahraga dapat membuat anak tidak mudah terkena penyakit liver dan penyakit lain.

6. Hindari penggunaan obat atau suplemen tanpa pengawasan dokter

Hindari memberikan sembarang obat atau suplemen anak, termasuk yang berbahan herba, tanpa konsultasi dengan dokter. Pasalnya, tidak sedikit obat yang dapat menimbulkan gangguan pada hati dan bahkan organ lain. Pemberian obat pada anak sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter.

Selain itu, orang tua juga perlu melakukan upaya mencegah penyakit liver pada anak dengan rutin memeriksakan kesehatan anak ke dokter. Jadi, penanganan bisa langsung diberikan ketika anak terdeteksi mengalami masalah pada hati atau organ tubuh lainnya, sebelum terjadi komplikasi atau kerusakan yang berat.