Meski sakit perut pada anak kerap terjadi dan umumnya ringan, namun sakit perut pada anak juga bisa menjadi pertanda si Kecil mengalami gangguan kesehatan yang lebih serius. Agar tidak khawatir berlebihan, ada baiknya Anda mengenali gejala-gejala sakit perut pada anak yang terbilang normal dan serius agar bisa cepat menanganinya.

Umumnya sakit perut pada anak rentan terjadi pada usia 11 tahun ke bawah. Untuk anak-anak yang sudah bicara, mereka bisa memberi tahu Anda ketika mengalami sakit perut atau menunjuk ke arah perutnya yang sakit. Namun, jika sakit perut dialami oleh anak yang belum bisa bicara, Anda perlu lebih jeli memperhatikan tanda-tandanya.

Sakit Perut pada Anak: Kapan Harus Khawatir? - Alodokter

Berbagai Penyebab Sakit Perut

Berikut ini adalah beberapa penyebab sakit perut pada anak berdasarkan tingkat keparahannya.

Sakit Perut Ringan

Kondisi ini terjadi ketika anak Anda mengalami sakit perut yang umumnya tidak diiringi gejala lain. Biasanya sakit perut jenis ini akan hilang dalam waktu kurang dari tiga jam. Kendati demikian, bila dibiarkan terjadi berulang, maka mungkin saja dapat berkembang menjadi lebih berat.

Beberapa penyebabnya antara lain:

Sakit Perut Berat

Kemungkinan anak Anda mengalami suatu kondisi yang dianggap berat atau serius, jika sakit perut tidak membaik dalam waktu 24 jam atau justru memburuk. Jika hal ini terjadi, kemungkinan anak Anda menderita:

Jika Anda memiliki anak perempuan yang sudah memasuki usia puber, sakit perut yang dialaminya bisa jadi disebabkan oleh siklus menstruasi. Kemungkinan rasa sakit bertambah parah pada beberapa bulan berikutnya.

Gejala Sakit Perut pada Anak

Ada banyak tanda yang dapat Anda lihat pada anak ketika mereka sedang mengalami sakit perut, yaitu:

  • Sikapnya yang lebih rewel, susah makan, dan suka menarik kakinya ke arah perut.
  • Tampak lesu, pucat, berkeringat, dan mengantuk.
  • Tidak berminat bermain, tidak mau makan dan minum selama beberapa jam.
  • Menggosok-gosokkan perut terutama bagian pusar, karena pada bagian tengah inilah lokasi rasa sakit yang utama.
  • Sakit perut pada anak dapat diiringi dengan gejala muntah, diare dan demam.

Kondisi Sakit Perut pada Anak yang Harus Diwaspadai

Ada kondisi sakit perut pada anak yang perlu diwaspadai karena pertanda penyakit serius, yaitu:

  • Waspadai jika anak menggosok-gosok perut bagian kanan bawah. Sebab, hal ini bisa menjadi tanda bahwa anak mengalami usus buntu.
  • Sakit perut terjadi sekitar 24 jam dengan rasa sakit belum kunjung hilang.
  • Muntah selama atau lebih dari 24 jam. Muntah berwarna kuning atau hijau, terutama pada bayi dan anak yang usianya masih kecil.
  • Muntah yang mengandung darah atau berwarna gelap pada anak usia berapa pun.
  • Diare lebih dari tiga hari, atau diare yang disertai darah.
  • Demam tinggi, meski sakit perut dengan suhu tubuh normal pun bisa akibat penyakit yang serius.
  • Sakit perut pada anak laki-laki mungkin saja berasal dari bagian testis. Kondisi yang disebut torsio testis, yaitu testis terpuntir, sehingga aliran darah tidak lancar dan testis menjadi bengkak.
  • Sakit perut disertai buang air kecil yang terasa sakit dan atau sering.
  • Sakit perut yang disertai ruam pada kulit.

Jika mendapati gejala ini pada anak Anda, berarti Anda sudah harus memeriksakannya ke dokter agar dapat segera ditangani.

Cara Mengatasi Sakit Perut pada Anak

Sebelum membawanya ke dokter, Anda bisa merawat anak Anda dengan pengobatan di rumah. Jika anak Anda mengalami sakit perut ringan tanpa diiringi gejala lainnya, Anda bisa memberinya air putih dan air kaldu. Hindari memberinya minuman yang mengandung kafein, soda, atau susu.

Selain itu, Anda juga bisa memberinya makanan dalam porsi lebih kecil, namun lebih sering, seperti nasi, roti kering, dan biskuit. Membiarkannya beristirahat juga bisa meredakan rasa sakit. Hindari memberikan obat-obatan seperti ibuprofen, aspirin,  atau obat lainnya tanpa izin dokter.

Anda sebaiknya ke dokter jika sakit perut pada anak tidak membaik dalam kurun waktu 24 jam atau jika mereka mengalami sakit perut yang disertai dengan demam, diare, sesak napas, perut tegang atau mengeras, mual, muntah, atau sakit saat buang air kecil.