Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab sinusitis, mulai dari infeksi, alergi, hingga iritasi. Sinusitis umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2–3 minggu. Namun, terkadang sinusitis juga perlu mendapatkan penanganan dari dokter.

Sinusitis adalah peradangan di lapisan sinus, yaitu rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak. Sinusitis bisa dialami oleh semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.

7 Penyebab Sinusitis dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Secara umum, sinusitis dapat disebabkan oleh infeksi maupun iritasi. Kedua hal ini dapat menyebabkan dinding sinus meradang dan membengkak, sehingga menurunkan fungsi sinus.

Berbagai Penyebab Sinutis

Sinus yang sehat memproduksi lendir untuk melembapkan rongga sinus dan hidung serta menangkap debu dan kuman. Rongga hidung dan sinus dihubungkan oleh lubang kecil bernama ostium. Melalui ostium ini, udara yang masuk ke hidung juga disirkulasikan ke sinus untuk disaring.

Namun, sinus bisa meradang dan terganggu fungsinya karena beberapa hal. Berikut adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sinusitis:

1. Infeksi virus

Infeksi virus adalah penyebab sinusitis yang paling sering terjadi. Infeksi virus ini bisa menyebabkan dinding sinus mengalami pembengkakan, sehingga menyumbat ostium yang seharusnya menjadi tempat keluarnya lendir. Akibatnya, lendir menumpuk di dalam rongga sinus.

2. Infeksi bakteri

Meski jarang terjadi, infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebab sinusitis. Bakteri yang masuk ke hidung dapat menyebabkan produksi lendir berlebih, sehingga terjadilah penumpukan lendir yang sulit dikeluarkan di dalam sinus.

Kondisi ini akan mendorong pertumbuhan kuman di dalam sinus dan menyebabkan sinusitis.

3. Infeksi jamur

Penyebab sinusitis lainnya adalah infeksi jamur. Aspergillus merupakan jenis jamur yang paling sering menyebabkan sinusitis. Sinusitis akibat infeksi jamur lebih rentan terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

4. Alergi

Alergi debu, serbuk sari, tungau, dan bulu hewan dapat menyebabkan rhinitis alergi. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan dinding hidung sehingga menyumbat ostium.

Di samping itu, alergi juga dapat meningkatkan produksi lendir. Kombinasi kedua kondisi ini menyebabkan lendir berlebih menumpuk di dalam sinus. Akibatnya, bakteri jadi lebih mudah tumbuh dan terjadilah sinusitis.

5. Polip hidung

Polip dapat tumbuh di dalam hidung atau sinus. Di mana pun lokasinya, polip bisa menyebabkan tersumbatnya ostium dan menghalangi keluarnya lendir dari sinus. Penumpukan lendir ini dapat menyebabkan peradangan yang pada akhirnya memicu sinusitis.

6. Polusi udara

Berbagai polutan di udara, seperti debu, asap rokok, polusi udara, dan bau menyengat, diketahui dapat mengiritasi saluran hidung. Iritasi ini juga bisa menyebabkan peradangan yang kemudian meningkatkan risiko terjadinya sinusitis.

7. Udara kering

Udara kering dapat mengakibatkan lendir menjadi kental sehingga lebih sulit untuk dikeluarkan dari sinus. Penumpukan lendir ini dapat menjadi penyebab sinusitis.

Cara Mengatasi Sinusitis

Sinusitis bisa diobati secara mandiri di rumah atau dengan menggunakan obat-obatan dari dokter.

Penanganan sinusitis secara mandiri di rumah biasanya dilakukan untuk kasus sinusitis yang ringan. Berikut adalah beberapa cara mengatasi sinus di rumah:

  • Beristirahat yang cukup
  • Minum banyak air setidaknya 8 gelas sehari untuk membantu mengencerkan lendir
  • Menghindari pemicu alergi, seperti bulu binatang dan serbuk tanaman
  • Tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok
  • Membersihkan hidung dengan larutan air garam untuk meredakan pembengkakan
  • Menggunakan humidifier untuk melembapkan udara, terutama jika Anda sering menghabiskan waktu di ruangan ber-AC
  • Mengonsumsi obat pereda rasa sakit yang bisa dibeli di apotek tanpa resep dokter, seperti paracetamol, jika muncul rasa sakit atau nyeri

Sementara itu, penanganan sinusitis dengan obat-obatan dari dokter dilakukan berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Berikut adalah obat-obatan yang biasa diresepkan dokter untuk menangani sinusitis:

  • Obat semprot hidung, untuk mengurangi pembengkakan di sinus
  • Obat antihistamin, jika sinusitis disebabkan oleh alergi
  • Obat antibiotik, jika sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri

Meski tidak selalu sama, ada beberapa gejala sinusitis yang mirip dengan gejala COVID-19. Jika Anda merasakan keluhan yang lebih mengarah ke gejala infeksi virus Corona, sebaiknya lakukan pemeriksaan risiko COVID pada aplikasi kesehatan ALODOKTER sembari melakukan isolasi mandiri dan mengikuti arahan dari dokter. Anda juga bisa menghubungi hotline COVID-19 di 119 Ext 9 untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

Jika sinusitis yang Anda derita tidak kunjung membaik meski telah menggunakan obat-obatan selama seminggu, jangan ragu untuk pergi ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan penanganan sesuai penyebab dan kondisi sinusitis yang Anda alami.