Ada beragam faktor yang bisa menjadi penyebab sinusitis, seperti infeksi virus dan infeksi bakteri. Sebagian besar sinusitis dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1–2 minggu. Meski begitu, ada beberapa penyebab sinusitis yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Penyebab sinusitis bisa berbeda pada setiap orang. Namun, secara garis besar, sinusitis dapat disebabkan oleh infeksi dan iritasi. Kedua hal ini dapat menyebabkan dinding sinus meradang dan membengkak sehingga menurunkan fungsi sinus.

Ketahui Penyebab Sinusitis dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Sinus yang sehat memproduksi lendir untuk melembapkan rongga sinus dan hidung serta menangkap debu dan kuman. Rongga hidung dan sinus dihubungkan oleh lubang kecil bernama ostium. Melalui ostium ini, udara yang masuk ke hidung juga disirkulasikan ke sinus untuk disaring.

Berbagai Penyebab Sinutis

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sinusitis:

1. Infeksi virus

Infeksi virus adalah penyebab sinusitis yang paling sering terjadi. Sinusitis yang diakibatkan oleh infeksi virus biasanya dimulai ketika Anda mengalami flu atau pilek. Infeksi virus ini bisa menyebabkan dinding sinus mengalami pembengkakan, sehingga menyumbat ostium yang seharusnya menjadi tempat keluarnya lendir. Akibatnya, lendir menumpuk di dalam rongga sinus.

2. Infeksi bakteri

Meski jarang, infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebab sinusitis. Bakteri yang masuk ke hidung dapat menyebabkan produksi lendir berlebih sehingga terjadilah penumpukan lendir yang susah dikeluarkan di dalam sinus. Kondisi ini akan mendukung pertumbuhan kuman di dalam sinus dan menyebabkan sinusitis.

3. Infeksi jamur

Sinusitis akibat jamur biasanya terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Jika sistem kekebalan tubuh Anda lemah, jamur akan menjadi lebih mudah tumbuh, terutama pada bagian tubuh yang lembap seperti sinus, dan menyebabkan peradangan.

4. Alergi

Alergi debu, serbuk sari, tungau, dan bulu hewan dapat menyebabkan rhinitis alergi. Kondisi ini menyebabkan pembengkakan dinding hidung sehingga menyumbat ostium.

Di samping itu, alergi juga dapat meningkatkan produksi lendir. Kombinasi kedua kondisi ini menyebabkan lendir berlebih menumpuk di dalam sinus. Akibatnya, bakteri jadi lebih mudah tumbuh dan terjadilah sinusitis.

5. Polip hidung

Polip dapat tumbuh di dalam hidung ataupun sinus. Di mana pun lokasinya, massa polip bisa saja menyebabkan tersumbatnya ostium dan menghalangi keluarnya lendir dari sinus. Penumpukan lendir ini dapat menyebabkan peradangan yang pada akhirnya memicu sinusitis.

6. Polusi udara

Polutan di udara seperti debu, asap rokok, polusi udara, dan bau yang menyengat dapat menyebabkan iritasi pada saluran hidung. Peradangan dan pembengkakan yang disebabkan iritasi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya sinusitis, apalagi jika paparan polusi udara tergolong lama dan berat.

7. Udara kering

Udara yang kering dapat mengakibatkan lendir menjadi kental. Hal ini akan menyebabkan lendir lebih sulit untuk keluar dari sinus. Penumpukan lendir inilah yang pada akhirnya dapat menjadi penyebab sinusitis.

Cara Mengatasi Sinusitis

Sinusitis yang ringan umumnya bisa ditangani sendiri tanpa perlu mengunjungi dokter. Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan:

  • Beristirahat yang cukup
  • Minum banyak air, setidaknya 2 liter sehari
  • Menghindari pemicu alergi, seperti bulu binatang dan serbuk tanaman
  • Tidak merokok atau menghirup asap rokok orang lain
  • Membersihkan hidung dengan larutan air garam untuk meredakan pembengkakan
  • Menggunakan humidifier untuk melembapkan udara di dalam ruangan

Selain itu, jika merasakan gejala nyeri di sekitar pipi, mata, atau dahi, Anda juga bisa mengonsumsi obat pereda rasa sakit yang bisa Anda beli di apotek tanpa resep dokter, seperti paracetamol.

Pengobatan Sinusitis

Jika cara-cara menangani sinusitis di atas sudah dilakukan, tetapi gejala sinusitis, seperti hidung tersumbat dan meler atau nyeri kepala, tidak kunjung sembuh dalam 1 minggu, atau bahkan disertai dengan demam dan batuk, Anda harus segera berkonsultasi ke dokter.

Gejala sinusitis bisa mirip dengan gejala COVID-19 yang sedang menjadi pandemi sekarang ini. Jika Anda termasuk orang yang berisiko terjangkit virus Corona, sebaiknya lakukan isolasi mandiri dan hubungi hotline COVID-19 di 119 Ext 9 untuk arahan lebih lanjut.

Namun, jika Anda tidak berisiko atau berisiko rendah terjangkit virus Corona, dokter mungkin akan meresepkan Anda obat untuk meredakan gejala yang timbul akibat sinusitis.

Obat bisa berupa obat semprot atau tetes hidung steroid atau ephedrine untuk mengurangi pembengkakan, obat antihistamin jika sinusitis disebabkan oleh alergi, dan obat antibiotik jika sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri.

Jika sinusitis tidak kunjung membaik meski telah menggunakan obat-obatan, dokter bisa merujuk Anda ke dokter spesialis THT. Pada beberapa kasus, dokter juga mungkin akan merekomendasikan operasi untuk mengeluarkan nanah dan melancarkan aliran lendir dari sinus.