Ketombe alis bisa membuat Anda merasa tidak nyaman dan menurunkan rasa percaya diri, terutama jika serpihan putihnya terlihat jelas di kulit wajah. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi dan dapat diatasi dengan perawatan yang tepat serta langkah pencegahan sederhana.

Pada dasarnya, ketombe alis muncul akibat proses pengelupasan kulit berlebihan di area alis. Penyebabnya beragam, mulai dari kulit yang terlalu kering, iritasi akibat produk kosmetik, hingga infeksi jamur. Selain menimbulkan rasa gatal, ketombe alis juga sering disertai kemerahan atau iritasi di sekitar alis.

Ketombe Alis, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Berbagai faktor, seperti stres, perubahan cuaca, atau kebiasaan jarang membersihkan wajah, dapat memperparah ketombe alis. Karena itu, mengenali penyebabnya adalah kunci agar penanganan yang dilakukan bisa efektif.

Penyebab Ketombe Alis yang Sering Terjadi

Sebagian besar kasus ketombe alis berkaitan dengan minyak berlebih dan kurangnya kelembapan kulit di sekitar alis. Berikut beberapa pemicu utamanya:

1. Dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik adalah kondisi peradangan kulit kronis yang menyebabkan kulit bersisik, kemerahan, dan terasa gatal. Penyakit ini umum terjadi di area yang memiliki banyak kelenjar minyak, seperti kulit kepala, dahi, sisi hidung, dan alis. 

Pada alis, dermatitis seboroik membuat kulit di bawah alis tampak kemerahan dan mengelupas, kadang disertai rasa perih ringan. Faktor pemicunya bisa berupa stres, perubahan hormon, atau cuaca ekstrem yang membuat produksi minyak berlebih pada wajah.

2. Kulit terlalu kering

Kulit di sekitar alis yang kehilangan kelembapan mudah sekali mengelupas dan memunculkan serpihan putih menyerupai ketombe. Kondisi ini dapat terjadi jika Anda sering terpapar udara dingin, terlalu sering mencuci wajah dengan sabun keras, atau jarang menggunakan pelembap. 

Akibatnya, lapisan pelindung alami kulit menipis dan kulit menjadi rentan iritasi serta pecah-pecah.

3. Iritasi akibat produk kosmetik

Pemakaian produk kosmetik di area alis, seperti pensil alis, gel alis, krim, ataupun pembersih wajah yang mengandung bahan kimia tertentu, berpotensi menyebabkan iritasi. Reaksi iritasi ini bisa berupa ruam, kulit terasa panas, bahkan kulit mengelupas di sekitar alis. 

Jika Anda memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan tertentu, risiko iritasi akan semakin tinggi. Selain itu, sisa produk yang tidak dibersihkan dengan sempurna juga bisa menumpuk dan menutup pori-pori kulit, yang mana hal ini dapat memicu peradangan.

4. Infeksi jamur (Malassezia)

Jamur Malassezia merupakan mikroorganisme yang secara alami hidup di permukaan kulit, terutama di area berminyak. Dalam kondisi tertentu, seperti saat kelembapan dan produksi minyak berlebih, jamur ini dapat berkembang biak secara berlebihan pula. 

Akibatnya, kulit di sekitar alis menjadi meradang, bersisik, dan tampak berketombe. Infeksi jamur ini sering kali berhubungan dengan gejala lain, seperti kemerahan dan rasa gatal atau terbakar.

5. Psoriasis

Psoriasis adalah penyakit autoimun yang menyebabkan siklus pertumbuhan sel kulit menjadi sangat cepat, sehingga menimbulkan penumpukan sel kulit mati yang tampak seperti sisik atau serpihan putih keperakan. 

Psoriasis dapat muncul di berbagai area tubuh, termasuk di sekitar alis. Selain bersisik, area alis yang terkena psoriasis juga bisa terlihat merah, menebal, dan kadang terasa gatal ataupun nyeri.

6. Eksim atopik/kontak

Eksim adalah peradangan kulit yang sering menyebabkan kulit kering, gatal, kemerahan, dan terkadang mengelupas di area tertentu, termasuk alis. Eksim atopik biasanya berhubungan dengan alergi atau kulit sensitif, sedangkan eksim kontak dipicu oleh paparan zat tertentu, misalnya logam pada alat kosmetik atau bahan kimia pada produk wajah. 

Selain kulit kering dan bersisik, eksim juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan keinginan untuk sering menggaruk.

7. Stres

Stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit. Saat stres, tubuh memproduksi hormon tertentu yang dapat memicu atau memperburuk peradangan, sehingga masalah kulit, seperti dermatitis seboroik ataupun kulit kering di sekitar alis jadi lebih sering kambuh. 

Bahkan, stres bisa memperlambat penyembuhan kulit, sehingga gejala ketombe sulit mereda apabila beban pikiran tidak dikelola dengan baik.

Cara Menghilangkan Ketombe Alis yang Aman

Mengatasi ketombe alis bisa dimulai dengan perawatan sederhana di rumah yang aman dan mudah dilakukan. Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan:

1. Rutin membersihkan wajah

Membersihkan wajah secara teratur membantu mengangkat kotoran, minyak berlebih, dan sisa kosmetik yang menumpuk di sekitar alis. Pilihlah pembersih wajah dengan formula lembut, bebas alkohol, dan tidak mengandung pewangi yang keras agar tidak memicu iritasi atau membuat kulit semakin kering.

2. Mengoleskan pelembap

Setelah membersihkan wajah, oleskan pelembap yang cocok untuk kulit wajah Anda, terutama di area alis. Pilih pelembap nonkomedogenik yang tidak menyumbat pori-pori, serta bebas pewangi atau bahan kimia keras. 

3. Menghindari produk pemicu iritasi

Jika Anda curiga ketombe alis muncul setelah menggunakan produk tertentu, misalnya pensil alis, gel alis, atau sabun wajah, cobalah hentikan sementara pemakaian produk tersebut. Amati apakah kulit alis membaik setelah berhenti menggunakannya. Sebaiknya, pilih produk berlabel hypoallergenic atau untuk kulit sensitif, agar risiko iritasi lebih kecil. 

4. Menggunakan sampo antiketombe

Jika ketombe alis disebabkan oleh dermatitis seboroik atau infeksi jamur, dokter biasanya akan menyarankan penggunaan sampo antiketombe yang mengandung zinc pyrithione, selenium sulfide, atau ketoconazole. Cara menggunakannya, oleskan sampo dalam jumlah sedikit ke area alis, diamkan beberapa menit, lalu bilas hingga bersih. 

5. Kompres hangat

Mengompres area alis dengan kain bersih yang dibasahi air hangat bisa membantu melunakkan dan mengangkat serpihan kulit mati. Suhu hangat juga membantu meredakan rasa gatal, serta meningkatkan sirkulasi darah sehingga proses regenerasi kulit lebih cepat. 

Pencegahan Ketombe Alis agar Tidak Kambuh

Supaya ketombe alis tidak sering kambuh, penting untuk menerapkan beberapa langkah pencegahan berikut ini:

  • Bersihkan wajah secara teratur, terutama setelah beraktivitas di luar ruangan.
  • Pilih produk perawatan kulit yang sesuai dengan tipe kulit Anda dan minim bahan kimia.
  • Hindari menggaruk alis agar kulit tidak semakin iritasi.
  • Jaga kebersihan alat make up, seperti pensil dan sikat alis.
  • Terapkan pola makan sehat
  • Kelola stres secara baik.

Ketombe alis memang mengganggu penampilan dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Namun, kondisi ini umumnya dapat diatasi dengan perawatan sederhana di rumah. 

Jika gejala ketombe alis makin parah atau tidak membaik dalam beberapa minggu, jangan ragu Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER, untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi kulit Anda.