Kista di daun telinga kerap menimbulkan rasa khawatir, apalagi jika benjolan muncul tiba-tiba dan terasa mengganggu. Meski umumnya tidak berbahaya, memahami penyebab, gejala, hingga penanganan kista daun telinga sangat penting agar Anda bisa menjaga kesehatan telinga dengan lebih baik.
Kista adalah benjolan kecil lunak berisi cairan, minyak, atau sel kulit mati yang tumbuh di bawah kulit. Kondisi ini bisa timbul di kulit area tubuh manapun, termasuk di daun telinga.

Kista di daun telinga umumnya memiliki ukuran yang bervariasi, mulai dari kecil hingga besar. Jika ukurannya kecil, kista di daun telinga biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, jika ukurannya besar, kista dapat terasa tidak nyaman atau nyeri.
Pada kebanyakan kasus, kista di daun telinga umumnya tidak berbahaya dan jarang menimbulkan komplikasi serius. Namun, kista di daun telinga terkadang bisa terasa nyeri, tampak kemerahan, atau bahkan bernanah jika berukuran besar dan mengalami infeksi.
Penyebab Kista di Daun Telinga
Ada beberapa faktor yang dapat memicu munculnya kista di daun telinga, berikut di antaranya:
1. Penyumbatan kelenjar minyak
Pada kulit telinga, terdapat kelenjar yang bertugas memproduksi minyak alami (sebum). Jika saluran kelenjar ini tersumbat oleh penumpukan minyak berlebih atau akumulasi sel kulit mati, minyak tidak dapat keluar dengan lancar. Akibatnya, minyak dan material lain tersebut terjebak di bawah permukaan kulit dan membentuk kista di daun telinga.
Kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai kista sebasea ini biasanya terasa lunak dan terdapat memiliki lubang di bagian tengahnya.
2. Infeksi kulit
Infeksi di kulit daun telinga, misalnya akibat luka iritasi karena garukan, juga bisa menyebabkan timbulnya kista di daun telinga. Pasalnya, ketika kulit mengalami luka, bakteri atau mikroorganisme lain dapat masuk ke jaringan kulit dan memicu peradangan.
Ketika hal itu terjadi, tubuh kemudian akan membentuk kapsul pelindung di sekitar area yang terinfeksi, sehingga timbul kista. Kista dari infeksi kulit biasanya terasa nyeri, kemerahan, dan terkadang mengandung nanah.
3. Penggunaan anting atau prosedur tindik
Penggunaan anting yang tidak bersih atau prosedur tindik yang dilakukan dengan alat yang tidak steril dapat meningkatkan risiko iritasi dan infeksi pada area daun telinga. Jika terjadi infeksi, tubuh bisa merespons dengan membentuk kista di sekitar lubang anting atau tindik untuk membatasi area yang terinfeksi.
Kista di daun telinga yang disebabkan oleh hal ini seringkali terasa nyeri, bengkak, bahkan dapat mengganggu kenyamanan saat menggunakan anting.
4. Jerawat di daun telinga
Seperti pada wajah atau bagian tubuh lain, pori-pori di daun telinga juga dapat tersumbat oleh minyak, kotoran, atau sisa produk perawatan rambut. Jika pori-pori tersumbat dan terjadi peradangan, muncullah benjolan yang menyerupai kista di daun telinga.
Jika tidak segera ditangani, jerawat yang meradang di area ini bisa membentuk kantung nanah yang semakin membesar.
5. Kista epidermoid
Kista epidermoid terbentuk saat sel kulit yang seharusnya terangkat justru masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam, biasanya akibat luka kecil, tindik, atau cedera ringan. Sel kulit tersebut kemudian memperbanyak diri dan membentuk kantung berisi keratin (protein kulit) di bawah permukaan kulit daun telinga.
Kista epidermoid biasanya tumbuh perlahan, tidak menimbulkan nyeri jika tidak terinfeksi, dan terasa seperti benjolan bulat kecil.
Cara Mengatasi dan Mencegah Kista di Daun Telinga
Jika Anda mengalami kista di daun telinga, ada beberapa langkah aman yang dapat dilakukan di rumah maupun sebagai upaya pencegahan timbulnya kista berulang. Berikut di antaranya:
1. Kompres hangat
Mengompres area kista dengan kain bersih yang telah dibasahi air hangat selama 10–15 menit, sebanyak 2–3 kali sehari, dapat membantu melancarkan sirkulasi darah dan mengurangi pembengkakan.
Tidak hanya itu, kompres hangat juga bisa membantu melunakkan isi kista sehingga lebih mudah meresap ke jaringan sekitarnya dan berangsur-angsur mengecil. Namun, saat mengompres kista di daun telinga, hindari menggunakan air terlalu panas agar tidak melukai kulit.
2. Jaga kebersihan telinga
Membersihkan telinga setiap hari, terutama saat terdapat luka di telinga, sangat penting untuk mencegah infeksi penyebab kista di daun telinga. Untuk melakukannya, gunakan kain lembut dan air bersih untuk membersihkan permukaan daun telinga.
3. Jangan memencet atau menusuk kista
Meskipun terasa mengganggu, hindari untuk memencet atau menusuk kista di daun telinga dengan tangan atau benda tajam. Pasalnya, tindakan ini bisa membuat bakteri masuk ke dalam kista sehingga memperparah infeksi.
Selain itu, memencet atau menusuk kista di daun telinga juga bisa meningkatkan risiko munculnya bekas luka permanen di daun telinga. Oleh karena itu, biarkan benjolan mengecil dengan sendirinya atau konsultasikan ke dokter jika perlu.
4. Hindari penggunaan anting sementara waktu
Jika Anda baru melakukan tindik atau kista muncul setelah memakai anting, sebaiknya hentikan pemakaian anting selama proses penyembuhan. Pasalnya, penggunaan anting saat telinga masih meradang atau bengkak dapat memperparah iritasi dan menunda pemulihan.
Selain itu, selalu pastikan anting yang akan digunakan sudah disterilkan terlebih dahulu untuk menghindari infeksi berulang.
Kista di daun telinga umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan perawatan sederhana di rumah. Namun, segera periksa ke dokter bila kista di daun telinga bertambah besar, terasa sangat nyeri, berubah warna menjadi kemerahan, atau mengeluarkan nanah dan darah.
Dokter nantinya akan mengevaluasi kondisi Anda, lalu melakukan tindakan yang sesuai untuk kista di daun telinga, seperti drainase untuk mengeluarkan isi kista, pemberian antibiotik jika ada infeksi, atau pembedahan kecil jika kista tidak kunjung sembuh.
Selain itu, Anda juga bisa berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER jika sering mengalami kista atau punya riwayat alergi dan infeksi pada telinga.