Kista sebasea adalah benjolan berisi campuran minyak, keratin, dan sel kulit mati yang tumbuh perlahan di bawah kulit. Meski umumnya tidak berbahaya dan bukan kanker, kista sebasea dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan terkadang bisa terinfeksi.

Kista sebasea lebih sering ditemukan pada orang dewasa dan jarang dialami anak-anak. Kista ini biasanya muncul di wajah, leher, atau punggung, tetapi juga bisa terjadi di bagian tubuh lain. Seseorang bisa saja memiliki satu kista atau beberapa kista sebasea sekaligus di area yang sama.

Kista Sebasea

Kista sebasea, atau dikenal juga sebagai kista ateroma, dapat dikenali sebagai benjolan kecil di bawah kulit yang tumbuh lambat. Walaupun bentuknya menyerupai tumor, kista ini pada umumnya bersifat jinak. Kista sebasea terbentuk ketika minyak alami kulit menumpuk dan terperangkap di dalam kantung kecil di bawah permukaan kulit.

Penyebab Kista Sebasea

Kelenjar sebasea merupakan kelenjar di bawah kulit yang menghasilkan sebum, yaitu minyak alami yang diproduksi kulit untuk menjaga kelembapan kulit. Sebum dari kelenjar sebasea akan naik ke permukaan kulit melalui saluran yang bermuara di pori-pori kulit.

Kista sebasea terjadi ketika kelenjar sebasea dan/atau salurannya tersumbat atau mengalami kerusakan. Biasanya, hal ini disebabkan oleh cedera atau peradangan yang terjadi pada area tersebut. Contoh kondisi yang dapat memicu terjadinya kista sebasea adalah:

  • Luka lecet atau luka gores
  • Garukan
  • Operasi atau tindakan invasif
  • Jerawat

Di samping itu, kista sebasea juga dapat disebabkan oleh faktor genetik, seperti sindrom Gardner atau sindrom Gorlin-Goltz.

Gejala Kista Sebasea

Kista sebasea umumnya terjadi di area tubuh berikut ini:

  • Kulit kepala
  • Wajah
  • Leher
  • Punggung

Di bawah ini adalah beberapa gejala yang dapat timbul jika Anda menderita kista sebasea:

  • Muncul benjolan di bawah kulit
  • Benjolan mudah digerakkan
  • Benjolan terasa kenyal saat disentuh
  • Terdapat lubang di tengah-tengah benjolan

Benjolan yang timbul akibat kista sebasea memiliki ukuran yang bervariasi. Benjolan berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan sakit. Sebaliknya, benjolan yang ukurannya besar dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, atau malah terasa sakit. 

Kista sebasea yang terinfeksi biasanya menimbulkan gejala, seperti:

  • Kemerahan
  • Sakit saat disentuh
  • Teraba hangat
  • Cairan di dalam kista berwarna putih kekuningan dan berbau tidak sedap
  • Keluar nanah

Kapan harus ke dokter

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika muncul benjolan di kulit yang berlangsung selama lebih dari 2 minggu, terutama jika benjolan tersebut disertai dengan rasa sakit.

Melalui fitur Buat Janji di aplikasi ALODOKTER, Anda dapat melihat jadwal praktik, membaca ulasan pasien, dan langsung melakukan booking dalam beberapa klik. Anda juga dapat memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk berkonsultasi secara online guna mendapatkan informasi medis lebih lanjut sebelum ke fasilitas kesehatan.

Diagnosis Kista Sebasea

Untuk mendiagnosis kista sebasea, dokter akan bertanya terlebih dahulu mengenai gejala yang muncul, penyakit yang pernah atau sedang diderita, dan prosedur medis yang pernah dijalani. 

Setelah itu, dokter akan melihat benjolan yang dikeluhkan. Biasanya, dokter sudah bisa mendiagnosis kista sebasea dari pemeriksaan ini.

Meski begitu, dokter juga bisa melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti: 

  • CT scan, untuk melihat apakah kista memiliki karakteristik yang tidak biasa, sekaligus menentukan metode operasi yang terbaik
  • Ultrasonografi, untuk mengidentifikasi isi kista
  • Biopsi, untuk menentukan apakah kista termasuk kanker atau bukan

Pemeriksaan di atas biasanya dilakukan jika:

  • Kista dicurigai kanker
  • Ukuran kista >5 cm
  • Kista terinfeksi
  • Kista sudah kambuh untuk yang kesekian kalinya
  • Kista akan dioperasi

Kista sebasea biasanya tidak memerlukan pengobatan apa pun karena dapat hilang dengan sendirinya. Namun, apabila kista terinfeksi atau pasien ingin memperbaiki penampilannya, dokter akan memberikan beberapa penanganan berikut:

  • Antibiotik, untuk mengatasi kista yang terinfeksi bakteri
  • Operasi, untuk membuang kista secara menyeluruh
  • Terapi laser, untuk mengeluarkan isi kista dan mengecilkan ukuran kista

Penting diingat bahwa Anda tidak diperbolehkan untuk memecahkan dan mengeluarkan cairan di dalam kista secara mandiri. Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya infeksi. 

Komplikasi Kista Sebasea

Meskipun tidak berbahaya, kista sebasea dapat menyebabkan timbulnya komplikasi, seperti:

  • Kista dapat tiba-tiba pecah
  • Muncul jaringan parut atau luka setelah kista pecah atau setelah operasi
  • Perubahan warna kulit di area bekas operasi
  • Kista dapat kambuh kembali

Pencegahan Kista Sebasea

Kista sebasea dapat dicegah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan kulit. Berikut ini adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kista sebasea:

  • Menggunakan alat pelindung sesuai standar untuk menghindari luka di kulit
  • Merawat luka dengan baik dan mencegahnya terinfeksi
  • Segera mandi setiap kali berkeringat dan beraktivitas seharian
  • Rutin eksfoliasi kulit 3–4 minggu sekali untuk menghilangkan daki
  • Tidak menggaruk kulit dengan berlebihan
  • Tidak menggaruk atau memencet jerawat 
  • Memeriksakan diri ke dokter jika jerawat tidak kunjung membaik