Kolin adalah salah satu nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh. Kolin diperlukan untuk membantu proses metabolisme dan mendukung fungsi hati, otot, serta saraf. Zat ini juga dapat membantu perkembangan otak pada bayi.

Secara alami, kolin diproduksi di hati. Meski begitu, tubuh tetap membutuhkan tambahan asupan kolin. Kolin bisa didapatkan dari makanan, seperti daging sapi, daging ayam, ikan, susu dan produk olahannya, telur, kacang-kacangan, serta biji-bijian.

Kolin-Alodokter

Selain itu, kolin juga bisa didapatkan dari suplemen. Suplemen kolin dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan dan mencegah kekurangan kolin pada orang dengan kondisi tertentu, seperti penderita penyakit hati, penyakit jantung, atau kelainan genetik, vegetarian, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, maupun wanita menopause.

Kebutuhan harian kolin sangat penting untuk dipenuhi, khususnya pada ibu hamil. Hal ini karena kekurangan kolin diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya cacat tabung saraf pada bayi, seperti anensefali atau spina bifida.

Merek dagang kolin: Biocurliv, Fitkom, Gliastar, GNC Choline, Nature’s Plus Golden Years, Neulin PS, Nutrichol, Nutrimax Mother, Nutriwell Vitacom Formula, Wellness Gummy Kids

Apa Itu Kolin

Golongan Obat bebas
Kategori Suplemen
Manfaat Membantu memenuhi kebutuhan kolin
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Kolin untuk ibu hamil dan menyusui Kolin aman untuk ibu hamil dan menyusui jika dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan. Jika Anda sedang hamil atau menyusui, konsultasikan ke dokter mengenai dosis kolin yang tepat.
Bentuk Obat Tablet, kaplet, kapsul, serbuk

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Kolin

Beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengonsumsi kolin adalah:

  • Jangan mengonsumsi kolin jika Anda memiliki alergi terhadap obat ini. Konsultasikan ke dokter mengenai riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Konsultasikan ke dokter mengenai konsumsi kolin jika Anda sulit untuk menahan buang air kecil sehingga sering mengompol.
  • Konsultasikan ke dokter mengenai konsumsi kolin jika Anda sedang hamil atau menyusui untuk mengetahui dosis yang tepat untuk Anda.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat, produk herbal, atau suplemen lain, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Beri tahu dokter semua obat atau suplemen yang sedang Anda konsumsi, termasuk kolin, jika Anda direncanakan untuk menjalani operasi.
  • Segera ke dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah mengonsumsi kolin.

Dosis dan Aturan Pakai Kolin

Sebagai suplemen, kolin biasanya dikombinasikan dengan berbagai vitamin dan mineral, salah satunya vitamin B kompleks. Dosis kolin yang digunakan sebagai bahan suplemen akan disesuaikan dengan kandungan lain.

Sementara itu, anjuran dosis suplemen yang hanya mengandung kolin untuk orang dewasa dan anak-anak adalah 1–3 gram per hari.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kolin

Angka kecukupan gizi (AKG) harian kolin tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan pasien. Berikut ini adalah AKG harian kolin:

  • Bayi usia 0–5 bulan: 125 mg
  • Bayi usia 6–11 bulan: 150 mg
  • Anak usia 1–3 tahun: 200 mg
  • Anak usia 4–6 tahun: 250 mg
  • Anak usia 7–12 tahun: 375 mg
  • Anak perempuan usia 13–15 tahun: 400 mg
  • Laki-laki usia >13 tahun: 550 mg
  • Perempuan usia >16 tahun: 425 mg
  • Ibu hamil: 450 mg
  • Ibu menyusui: 550 mg

Cara Mengonsumsi Kolin dengan Benar

Baca aturan pakai pada kemasan obat atau ikuti anjuran dokter sebelum mengonsumsi kolin. Jangan mengonsumsi kolin melebihi dosis yang dianjurkan tanpa persetujuan dokter.

Kolin dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Telan tablet atau kaplet suplemen kolin dengan bantuan segelas air putih.

Perlu diingat bahwa suplemen makanan yang mengandung vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya tidak bisa menggantikan nutrisi dari makanan. Oleh karena itu, pastikan untuk tetap mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dan bervariasi setiap harinya.

Simpan kolin di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Kolin dengan Obat Lain

Kolin jarang menyebabkan interaksi bila dikonsumsi dengan obat yang umum digunakan sehari-hari. Namun, kolin dapat menurunkan efek obat atropine bila dikonsumsi bersamaan.

Untuk menghindari efek interaksi antarobat yang tidak diinginkan, selalu beri tahu dokter obat, suplemen, atau produk herbal yang sedang Anda gunakan sebelum mengonsumsi kolin.

Efek Samping dan Bahaya Kolin

Kolin pada umumnya aman jika diminum sesuai dosis yang dianjurkan. Namun, konsumsi kolin berlebihan dapat menimbulkan beberapa efek samping berikut:

  • Bau badan menjadi amis
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Keringat berlebih
  • Tekanan darah rendah (hipotensi)
  • Air liur berlebih
  • Penyakit kuning
  • Serangan jantung
  • Stroke

Periksakan diri ke dokter jika keluhan di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk. Segera cari pertolongan medis jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping yang serius.