Atropin adalah obat yang digunakan untuk menangani melambatnya denyut jantung dan gejala keracunan insektisida. Selain itu, atropin juga digunakan untuk menangani kondisi lain, seperti:

  • Tegangnya otot pada saluran pencernaan akibat radang usus besar (kolitis), irritable bowel syndrome (IBS), atau diverkulitis.
  • Produksi lendir tubuh yang berlebih, seperti lendir pada saluran pernapasan atau air liur yang menyebabkan sialorrhea, yaitu kondisi di mana air liur terus mengalir dan menetes (ngences).
  • Meredakan nyeri akibat peradangan mata bagian tengah, serta melemaskan otot mata sebelum pemeriksaan mata.

Atropin - Alodokter

Atropin akan meningkatkan denyut jantung, melemaskan usus, dan mengurangi produksi lendir dengan cara menghambat zat yang ada dalam saraf.

Merek dagang: atropine, atropine sulfate, cendo tropine

Tentang Atropin

Golongan Antikolinergik
Kategori Obat resep
Manfaat Menangani gejala keracunan insektisida, mempercepat denyut jantung, meredakan ketegangan otot saluran pencernaan, mengurangi produksi lendir tubuh yang berlebih, dan meredakan nyeri akibat peradangan mata bagian tengah dan melemaskan otot mata
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak (≥ 3 bulan)
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Atropin belum diketahui diserap ke ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.

Bentuk obat Tablet, suntik, obat tetes mata

Peringatan:

  • Hati-hati menggunakan obat atropin apabila sedang menderita glaukoma, penyumbatan saluran kemih, gangguan kelenjar prostat, penyakit ginjal, stenosis pilorus, dan myasthenia gravis.
  • Beri tahu dokter jika memiliki riwayat atau sedang menderita gangguan fungsi hati, penyakit tiroid, hipertensi, gangguan jantung, asma, kolitis ulseratif, penyakit refluks asam lambung, asma, dan sindrom Down.
  • Atropin sebaiknya digunakan secara hati-hati pada lansia dan bayi berusia di bawah 3 bulan, karena dapat meningkatkan risiko efek samping.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Dosis Atropin

Penentuan dosis atropin tergantung kepada kondisi yang diderita pasien. Berikut ini adalah takaran umum penggunaan atropin.

Kondisi: Divertikulitis dan irritable bowel syndrome (IBS)

  • Tablet
    Dewasa: 0,6-1,2 mg, sekali sehari, dikonsumsi malam hari sebelum tidur.

Kondisi: Peradangan mata bagian tengah (uveitis anterior)

  • Obat tetes mata
    Dewasa: 1-2 tetes larutan atropin 0,5-1%, 4 kali sehari.
    Anak (≥ 3 bulan): 1-2 tetes larutan atropin 0,5%, atau 1 tetes larutan atropin 1%, 2 kali sehari.

Kondisi: Sebelum pemeriksaan mata

  • Obat tetes mata:
    Dewasa: 1 tetes larutan atropin 1%, 2 kali sehari, selama 1-2 hari sebelum prosedur pemeriksaan, atau diberikan 1 jam sebelum prosedur pemeriksaan dilakukan.
    Anak (≥ 3 bulan): 1-2 tetes larutan atropin 0,5% atau 1 tetes larutan atropin 1%, 2 kali sehari, selama 1-3 hari sebelum prosedur pemeriksaan. Dosis lanjutan diberikan 1 jam sebelum prosedur.

Kondisi: Bradikardia

  • Suntik
    Dewasa: 500 mcg, setiap 3-5 menit. Dosis total: 3 mg.

Kondisi: Keracunan insektisida (jenis organofosfat)

  • Suntik ke pembuluh darah atau otot
    Dewasa: 2 mg, setiap 10-30 menit hingga efek racun menghilang.
    Untuk kondisi keracunan parah, akan diberikan setiap 5 menit hingga gejala keracunan menghilang.
    Anak-anak: 20 mcg/kgBB, diberikan setiap 5-10 menit.

Menggunakan Atropin dengan Benar

Ikutilah anjuran dokter dan aturan pakai yang tertera pada label kemasan obat.

Atropin tersedia dalam bentuk tablet, obat tetes mata, dan cairan suntik. Tablet atropin dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Gunakan segelas air putih untuk menelannya.

Untuk atropin tetes mata, ada beberapa langkah penggunaan yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun hingga bersih.
  • Kocok botol tetes mata atropin sebelum digunakan agar larutan tercampur dengan sempurna.
  • Tengadahkan kepala hingga wajah menghadap ke atas dan tarik kelopak mata bagian bawah dengan jari tangan secara perlahan.
  • Dekatkan ujung botol obat tetes ke bagian mata, namun jangan sampai menyentuh bola mata, kemudian teteskan cairan dengan menekan botol obat.
  • Tutuplah mata selama 2-3 menit agar obat tetes atropin dapat menyebar ke seluruh bagian mata. Jangan berkedip atau mengucek mata dengan tangan.
  • Berikan sedikit tekanan dan bersihkan cairan berlebih di sekitar mata dengan tisu.
  • Lakukan langkah yang sama pada mata sebelahnya.
  • Setelah atropin selesai diteteskan pada kedua mata, cucilah tangan hingga bersih.
  • Jika Anda merasa kesulitan untuk meneteskan obat tetes sendiri, mintalah bantuan orang lain untuk meneteskan obat pada mata Anda.

Gunakan tablet dan obat tetes atropin sesuai dosis yang telah ditentukan dokter dan pastikan ada jarak waktu yang cukup antara satu dosis dengan dosis berikutnya. Dosis akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan respons tubuh penderita.

Bagi Anda yang lupa mengonsumsi tablet atau menggunakan obat tetes atropin, disarankan untuk segera melakukannya begitu ingat, jika jeda jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Simpanlah atropin pada suhu ruangan dan di dalam wadah tertutup untuk menghindari paparan sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Atropin dalam bentuk suntik harus diberikan oleh dokter atau tenaga medis sesuai anjuran dokter. Dokter akan memantau pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah, selama atropin diberikan.

Interaksi Obat

Berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi apabila atropin digunakan dengan obat lain:

  • Berisiko menimbulkan efek samping obat atropin, jika digunakan dengan quinidine, antidepresan, dan antihistamin.
  • Berisiko menimbulkan efek samping obat digoxin.
  • Menurunkan efektivitas atropin, jika digunakan dengan pilocarpine, trihexyphenidyl, tolterodine, scopolamine, hyoscyamine, amitriptyline, dan diphenhydramine.
  • Menurunkan efektivitas obat aripiprazole, trifluoperazine, sulpiride, risperidone, quetiapine, promethazine, perphenazine, paliperidone, haloperidol, dan clozapine.
  • Berisiko menimbulkan keluhan hipertensi dan gangguan detak jantung, jika digunakan dengan phenylephrine.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Atropin

Efek samping yang dapat terjadi setelah menggunakan atropin adalah:

  • Sakit kepala
  • Penglihatan kabur, kelopak mata membengkak, dan mata sensitif terhadap cahaya
  • Mulut dan tenggorokan terasa kering
  • Gangguan indra pengecap (lidah)
  • Mual
  • Perut kembung
  • Konstipasi
  • Sulit buang air kecil

Segera hubungi dokter jika efek samping makin memburuk atau timbul kondisi sebagai berikut:

  • Gejala alergi, seperti gatal, muncul ruam, pembengkakan di bagian wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan, serta sesak napas.
  • Detak jantung tidak beraturan (aritmia)
  • Halusinasi
  • Kehilangan keseimbangan
  • Gangguan bicara dan sulit menelan
  • Mata terasa panas dan terbakar