Antidepresan trisiklik adalah golongan obat-obatan yang digunakan untuk menangani depresi, gangguan kecemasan, atau keluhan nyeri. Antidepresan trisiklik merupakan antidepresan yang pertama kali ditemukan, yang cukup efektif dalam mengobati pasien penderita depresi. Meski terbilang efektif dalam menangani masalah gangguan mental tersebut, beberapa pasien mengalami sejumlah efek samping setelah menggunakan obat ini. Oleh karena itu, antidepresan trisiklik sering kali bukanlah pilihan pengobatan utama untuk menangani depresi.

Selain untuk menangani depresi, antidepresan trisiklik juga bisa diresepkan oleh dokter guna:

  • Mengatur mood pada penderita serangan panik.
  • Meredakan nyeri saraf yang disebabkan diabetes atau herpes zoster (cacar ular).
  • Meredakan nyeri atau sensasi-sensasi nyeri yang terasa pada organ tubuh yang telah mengalami amputasi atau phantom limb pain.
  • Mencegah migrain.
  • Mengobati pruritus atau rasa gatal yang bisa menyerang sebagian atau seluruh tubuh.

depression man sit on floor

Antidepresan trisiklik bekerja dengan cara memengaruhi senyawa pengirim pesan di otak (neurotransmitter). Pengaruh ini akan mengubah reaksi kimiawi di otak, sehingga proses pengiriman pesan pada sel saraf otak yang berperan sebagai pusat pengatur mood bisa dikendalikan, dan akan meredakan depresi.

Peringatan:

  • Ibu hamil, menyusui, atau sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.
  • Jangan mengonsumsi antidepresan trisiklik jika memiliki riwayat alergi terhadap obat ini.
  • Berhati-hatilah dalam menggunakan antidepresan trisiklik bila berusia di bawah 25 tahun atau di atas 65 tahun.
  • Harap berhati-hati dalam menggunakan obat ini jika menderita gagal ginjal, penyakit liver, penyakit jantung dan pembuluh darah, stroke, hipertiroidisme, diabetes, gangguan penglihatan, sulit buang air kecil, pembesaran prostat, glaukoma, atau memiliki riwayat kejang.
  • Hindari mengonsumsi minuman beralkohol saat sedang menjalani pengobatan dengan antidepresan trisiklik.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obat lain, termasuk suplemen dan produk herba. Antidepresan trisiklik dapat menyebabkan efek samping berbahaya jika dikonsumsi bersama dengan cimetidine, epinephrine, atau obat yang mengandung fosfat.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui dokter.

Efek Samping Antidepresan Trisiklik

Antidepresan trisiklik sering menimbulkan efek samping berupa konstipasi atau kenaikan berat badan. Selain itu, golongan obat ini juga dapat menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala atau pusing
  • Mengantuk
  • Linglung
  • Penglihatan kabur
  • Kejang
  • Mual
  • Mata atau mulut kering
  • Retensi urine
  • Impotensi
  • Tekanan darah di bawah batas normal (hipotensi).

Jenis-jenis, Merek Dagang, serta Dosis Antidepresan Trisiklik

Berikut ini adalah jenis-jenis obat yang termasuk ke dalam golongan obat antidepresan trisiklik. Antidepresan trisiklik di Indonesia tersedia dalam bentuk tablet dan krim.

Untuk mendapatkan penjelasan secara lebih mendetil mengenai efek samping, peringatan, atau interaksi obat dari masing-masing antidepresan trisiklik, silahkan lihat pada Obat A-Z.

 

Nama Obat Merek Dagang Bentuk obat Kondisi Dosis
Amitriptyline Amitriptyline Tablet Depresi Dewasa: Dosis awal adalah 50-75 mg per hari, sekali sehari yang diberikan sebelum tidur malam atau dibagi menjadi beberapa dosis. Dosis bisa ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 150 mg per hari. Untuk mengatasi depresi berat, dosis maksimal adalah 300 mg per hari.
Clomipramine Anafranil Tablet Gangguan obsesif kompulsif (OCD) Dewasa: Dosis awal adalah 10 mg per hari. Selanjutnya bisa ditingkatkan menjadi 30-150 mg per hari jika diperlukan, sekali sehari sebelum tidur malam, atau dibagi menjadi beberapa dosis. Sejumlah pasien yang menderita fobia atau OCD berat umumnya memerlukan dosis yang lebih tinggi, hingga 250 mg per hari. Jika kondisi sudah membaik, dosis dapat dikurangi menjadi 50-100 mg per hari.
Depresi Dewasa: Dosis awal adalah 10 mg per hari, yang bisa ditingkatkan secara bertahap menjadi 30-150 mg per hari jika diperlukan. Untuk kondisi yang lebih parah, dosis maksimal adalah 250 mg.
Doxepin Sagalon Krim Pruritus Dewasa: Pada kandungan doxepin hidroklorida sebesar 5%, ambil secukupnya dengan ujung jari, lalu oleskan pada bagian tubuh yang ingin diobati sebanyak 3-4 kali per hari, dengan jeda pemakaian 3-4 jam. Gunakan obat selama 8 hari berturut-turut.
Imipramine Tofranil Tablet Depresi Dewasa: Dosis awal adalah 75 mg, yang dibagi menjadi beberapa dosis. Dosis bisa ditingkatkan secara bertahap menjadi 150-300 mg per hari jika diperlukan.