Kalium atau potasium adalah suplemen mineral untuk mengatasi hipokalemia atau defisiensi (kekurangan) kalium. Kalium berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, ginjal, saraf, mengatur keseimbangan cairan tubuh, dan kontraksi otot.

Secara alami, kebutuhan akan kalium dapat dicukupi dengan rutin mengonsumsi pisang, brokoli, kacang-kacangan, kentang, daging ayam atau sapi, ikan, susu, dan sereal.

kalium-alodokter

Selain itu, kalium juga bisa didapatkan dalam bentuk suplemen tablet dan cairan suntik. Suplemen kalium diberikan kepada penderita hipokalemia yang tidak bisa memenuhi kecukupan asupan nutrisinya dari makanan.

Hipokalemia merupakan kondisi rendahnya kadar kalium di dalam tubuh. Kondisi ini berisiko dialami oleh seseorang yang sedang mengonsumsi obat diuretik atau sedang mengalami diare, muntah-muntah, kecanduan alkohol, penyakit Crohn, atau gangguan makan.

Merek dagang Kalium: Aspar-K, GNC Potassium Gluconate, Kalipar, Ksr-600, Otsu KCL 7,46, Potassium Chloride, Potassium L-Aspartate

Apa Itu Kalium

Golongan Obat bebas dan resep
Kategori Suplemen mineral
Manfaat Mengobati dan mencegah kekurangan kalium
Digunakan oleh Dewasa dan anak-anak
Suplemen kalium untuk ibu hamil dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Belum diketahui apakah suplemen kalium bisa terserap ke dalam ASI atau tidak. Bila Anda menyusui, jangan menggunakan suplemen ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
Bentuk obat Tablet, cairan suntik

Peringatan Sebelum Menggunakan Suplemen Kalium

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menggunakan suplemen kalium:

  • Jangan menggunakan suplemen kalium jika Anda alergi terhadap kandungan pada suplemen ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki.
  • Jangan menggunakan suplemen kalium jika Anda menderita hiperkalemia atau sedang menggunakan obat diuretik hemat kalium.
  • Konsultasikan dengan dokter terlebih dulu perihal penggunaan suplemen kalium jika Anda sedang mengalami diare, dehidrasi, tukak lambung, sumbatan usus, penyakit ginjal, penyakit jantung, diabetes tipe 2, atau penyakit Addison.
  • Diskusikan dengan dokter terlebih dulu jika Anda berencana menggunakan suplemen kalium bersama obat, suplemen, atau produk herbal tertentu.
  • Segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, efek samping yang serius, atau overdosis setelah menggunakan suplemen kalium.

Dosis dan Aturan Pakai Kalium

Berikut ini adalah dosis suplemen kalium untuk mencegah dan mengobati hipokalemia:

Suplemen kalium tablet

  • Dewasa: Dosis pencegahan 20 mEq per hari, sedangkan untuk pengobatan 40–100 mEq per hari yang dibagi ke dalam beberapa kali pemberian. Dosis maksimal 40 mEq per kali minum dan 200 mEq per hari, disesuaikan dengan kadar kalium dalam darah.
  • Anak-anak: Dosis pencegahan 1 mEq/kgBB hingga 3 mEq/kgBB per hari, sedangkan untuk pengobatan 2–4 mEq/kgBB per hari yang dibagi dalam beberapa kali pemberian. Dosis maksimal hingga 100 mEq per hari dan 40 mEq per kali pemberian.

Suplemen kalium suntik

  • Dewasa: Dosis disesuaikan dengan kadar kalium dalam darah dan hasil pemeriksaan EKG (elektrokardiografi). Dosis yang disarankan adalah ≤10 mEq per jam jika diberikan melalui infus intravena sentral atau perifer dengan tetesan lambat.

Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kalium

Kebutuhan kalium harian bisa dipenuhi dari makanan, suplemen, atau gabungan dari keduanya. Berikut ini adalah angka kecukupan gizi (AKG) kalium per hari berdasarkan usia dan jenis kelamin:

  • Usia 0–6 bulan: 400 mg
  • Usia 7–12 bulan: 860 mg
  • Usia 1–3 tahun: 2.000 mg
  • Usia 4–8 tahun: 2.300 mg
  • Pria usia 9–13 tahun: 2.500 mg
  • Pria usia 14–18 tahun: 3.000 mg
  • Pria usia 19–50 tahun: 3.400 mg
  • Pria usia ≥50 tahun: 3.400 mg
  • Wanita usia 9–18 tahun: 2.300 mg
  • Wanita usia 19–50 tahun: 2.600 mg
  • Wanita usia ≥50 tahun: 2.600 mg

Ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan lebih banyak asupan kalium, yaitu 2.600–2.900 mg per hari untuk ibu hamil dan 2.600–2.800 mg per hari untuk ibu menyusui.

Cara Menggunakan Suplemen Kalium dengan Benar

Suplemen vitamin dan mineral dikonsumsi untuk melengkapi kebutuhan tubuh terhadap vitamin dan mineral, terutama ketika asupan vitamin dan mineral dari makanan tidak bisa memenuhi kebutuhan tubuh.

Gunakan suplemen kalium tablet sesuai keterangan yang tertera di kemasan. Jika ragu, diskusikan dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat sesuai kondisi Anda. Perlu diingat, pemberian suplemen kalium suntik akan dilakukan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter.

Suplemen kalium tablet bisa dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Konsumsi suplemen ini secara utuh. Jangan membelah, mengunyah, atau menggerus suplemen karena dapat memengaruhi efektivitasnya.

Jangan mengonsumsi kalium tablet dengan cara diisap karena dapat menyebabkan iritasi pada mulut dan tenggorokan.

Bila Anda lupa mengonsumsi suplemen kalium tablet, segera minum jika jeda dengan jadwal konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.

Jika Anda diresepkan suplemen kalium oleh dokter, jangan menghentikan penggunaan suplemen ini tanpa persetujuan dokter karena bisa memperburuk kondisi Anda. Dokter akan memantau efektivitas pengobatan dengan melakukan tes darah dan EKG secara rutin.

Simpan suplemen kalium tablet dalam wadah tertutup di suhu ruangan, di tempat yang kering, serta terhindar dari panas dan paparan sinar matahari langsung. Jauhkan suplemen ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Kalium dengan Obat Lain

Penggunaan kalium bersamaan dengan obat lain bisa menimbulkan efek interaksi antarobat. Beberapa efek interaksi obat yang dapat timbul adalah:

  • Peningkatan risiko terjadinya hiperkalemia yang bisa berakibat fatal jika digunakan bersama ACE inhibitor, ARB, ciclosporin, alisikren, atau diuretik hemat kalium, seperti amiloride atau spironolactone
  • Peningkatan risiko terjadinya iritasi di saluran pencernaan jika digunakan bersama atropin
  • Peningkatan efek antiaritmia dari quinidine
  • Penurunan kadar kalium dalam darah jika digunakan bersama infus glukosa

Selain itu, hati-hati mengunakan suplemen kalium bersama makanan yang juga kaya akan kalium, karena dapat meningkatkan risiko terjadinya hiperkalemia.

Efek Samping dan Bahaya Kalium

Beberapa efek samping ringan yang mungkin muncul setelah menggunakan suplemen kalium adalah perut kembung, mual, muntah, sakit perut, diare. Hentikan penggunaan suplemen kalium dan segera ke dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat atau timbul efek samping yang serius, seperti: