Elektrokardiogram (EKG) adalah tes sederhana untuk mengukur dan merekam aktivitas listrik jantung. Tes ini menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik yang disebut elektrokardiograf. Elektrokardiograf akan menerjemahkan impuls listrik menjadi grafik yang ditampilkan pada layar pemantau.

EKG tidak menyakitkan karena tanpa pengaliran arus listrik dan tanpa sayatan (noninvasif). Dokter akan menempelkan elektrode, umumnya berjumlah 10 atau 12 buah, berbahan plastik dan berukuran kecil, di dada, lengan, dan tungkai. Elektrode disambungkan dengan kabel-kabel ke mesin elektrokardiograf. Aktivitas kelistrikan jantung kemudian diukur dan dicetak oleh mesin EKG, serta diinterpretasi oleh dokter sebagai penunjang diagnosis.

Elektrokardiogram, Ini yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

Dokter merekomendasikan EKG bagi pasien yang mengalami gejala-gejala gangguan jantung, seperti:

Indikasi dan Kontraindikasi Elektrokardiogram

Elektrokardiogram (EKG) dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi-kondisi seperti:

Tidak ditemukan kontraindikasi pada elektrokardiogram, kecuali pasien menolak dilakukan pemeriksaan.

Sebelum Elektrokardiogram

Secara umum, tidak ada persiapan khusus untuk pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), terkadang EKG dilakukan pada keadaan gawat darurat untuk mendeteksi serangan jantung dan mengetahui kondisi kerja jantung yang mungkin menyertai penyakit lainnya. Namun bila pasien direncanakan untuk melakukan pemeriksaan EKG, sebaiknya hindari pemakaian losion, minyak, atau bedak pada tubuh, terutama dada. Bila terdapat bulu pada dada, sebaiknya juga dicukur. Hal tersebut terkadang dapat membuat elektrode sulit menempel pada tubuh. Informasikan kepada dokter mengenai obat-obatan, suplemen, dan herba yang sedang dikonsumsi.

Prosedur Elektrokardiogram

Elektrokardiogram (EKG) umumnya berlangsung 5-8 menit. Tes ini bisa dilakukan di rumah sakit atau klinik yang memiliki fasilitas pemeriksaan EKG, dan pengerjaannya biasa dilakukan oleh perawat. Sebelum berbaring di tempat tidur pasien akan diminta untuk melepaskan pakaian atas, serta melepas aksesoris atau benda yang terdapat dalam kantong pakaian yang mungkin dapat mempengaruhi hasil pemeriksan.

Setelah berbaring di tempat tidur, elektrode-elektrode akan ditempelkan di dada, lengan, dan tungkai pasien. Hindari berbicara dan menggerakkan anggota tubuh karena dapat mengacaukan hasil tes.

Tiap kabel elektrode tersambung ke mesin EKG dan akan merekam aktivitas kelistrikan jantung. Dokter akan menginterpretasi aktivitas kelistrikan jantung berdasarkan gelombang yang ditampilkan di layar pemantau dan akan dicetak pada kertas.

Setelah Elektrokardiogram

Setelah pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), pasien diperkenankan untuk melakukan aktivitas seperti biasa. Aktivitas yang dibatasi biasanya akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita oleh pasien. Hasil dari rekaman EKG dapat langsung didiskusikan oleh dokter atau dapat dibuatkan janji kembali untuk bertemu dengan dokter di lain waktu. Setelah itu, pasien mungkin akan menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai dengan hasil dari EKG atau penyakit yang dicurigai oleh dokter.

Beberapa informasi yang bisa didapatkan dari pemeriksaan EKG adalah:

  • Denyut jantung. Normal, terlalu lambat, atau terlalu cepat.
  • Irama jantung. Teratur atau tidak teratur.
  • Perubahan struktur otot jantung. EKG dapat melihat kemungkinan terdapat pembesaran dari bilik atau dinding jantung.
  • Suplai oksigen untuk otot jantung. Seseorang dengan suplai oksigen yang kurang dapat dicurigai terkena penyakit jantung koroner atau bahkan sedang mengalami serangan jantung. Biasanya hal ini ditandai oleh nyeri dada.

Efek Samping Elektrokardiogram

Tes elektrokardiogram (EKG) dipercaya aman, cepat, dan tidak menyakitkan. Efek samping umumnya berupa reaksi alergi pada kulit terhadap elektrode-elektrode yang ditempel pada tubuh. Sedikit rasa sakit juga bisa dialami saat elektrode dicabut.

Jenis-Jenis Elektrokardiogram

Terkadang kelainan jantung tidak terdeteksi dengan pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) standar, karena kelainan tersebut bisa hilang timbul dan mungkin saat pemeriksaan tidak muncul. Untuk itu, terdapat beberapa jenis pemeriksaan aktivitas listrik jantung yang sedikit berbeda dengan pemeriksaan EKG standar. Jenis EKG lainnya adalah:

  • Stress test (EKG Treadmill). Berbeda dengan EKG standar, EKG treadmill dilakukan perekaman aktivitas listrik saat pasien sedang melakukan aktivitas. Selain treadmill, pasien juga bisa diminta untuk mengayuh sepeda statis selama tes berlangsung.
  • Holter monitor. Alat kecil ini bisa dikalungkan di leher dan elektrode-elektrode ditempelkan di dada. Holter monitor mampu merekam EKG secara berkelanjutan dengan durasi 1-2 hari. Pasien diperbolehkan melakukan kegiatan seperti biasa ketika menggunakan holter monitor, asalkan elektrode dan alat holter monitor tetap kering. Dokter akan meminta pasien untuk mengingat kejadian yang sedang dilakukan yang mengakibatkan perubahan aktivitas listrik jantung.