Anda mungkin bertanya-tanya seperti apa alat pacu jantung yang kerap dipasang pada penderita penyakit jantung, apa gunanya, dan bagaimana cara kerjanya. Tidak hanya itu, ternyata alat pacu jantung juga terdiri dari beberapa jenis. Lalu, apa saja jenis alat pacu jantung yang paling umum digunakan?

Alat pacu jantung adalah sebuah alat kecil bertenaga listrik yang digunakan untuk membantu jantung berdetak lebih teratur, tidak terlalu lambat atau cepat, sehingga jantung dapat memompa darah ke seluruh tubuh dengan optimal. Alat ini bisa dipasang jika Anda mengalami masalah jantung tertentu, seperti aritmia.

Mengenal Alat Pacu Jantung dan Cara Kerjanya - Alodokter

Beberapa Pemeriksaan Sebelum Pemasangan Alat Pacu Jantung

Sebelum menggunakan alat pacu jantung, Anda mungkin harus melalui beberapa pemeriksaan untuk memastikan perlunya penggunaan alat ini. Beberapa pemeriksaan yang mungkin dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan fisik umum
  • Ekokardiogram
  • Elektrokardiografi
  • Stress test
  • Holter monitoring test

Serangkaian tes ini berguna untuk mengevaluasi fungsi jantung, memantau kerja listrik jantung Anda, irama jantung, dan kondisi jantung ketika Anda beraktivitas.

Setelah dokter spesialis jantung melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan Anda, dokter akan menentukan pilihan penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan. Dokter akan menyarankan langkah penanganan terbaik termasuk jenis alat pacu jantung apa yang tepat untuk menangani kondisi Anda.

Alat ini umumnya dipasang dengan cara diletakkan atau ditanamkan di balik kulit di area dada, tepatnya di bawah tulang selangka. Setelah memberikan obat bius dan membuat sayatan kecil di bagian dada kiri, dokter akan memasang kabel-kabel kecil yang menghubungkan jantung dengan alat pacu jantung tersebut.

Cara Kerja Alat Pacu Jantung

Setelah dipasang, alat seukuran kotak korek api ini akan mengirimkan dorongan listrik kepada jantung melalui kabel-kabel kecil yang terhubung antar keduanya. Alat pacu jantung bisa diatur sedemikian rupa agar gelombang listrik yang dikeluarkan untuk membuat jantung berkontraksi dapat sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Jika tidak terdapat kelainan pada detak jantung, alat pacu jantung pun tidak akan memberikan sinyal. Namun, jika alat pacu jantung mendeteksi adanya perubahan pada irama detak jantung Anda, misalnya jantung berdetak terlalu lambat, alat ini akan akan mengirimkan sinyal dan membantu jantung kembali berdetak normal.

Sebuah alat pacu jantung dapat memiliki beberapa kabel timah tergantung dari jenisnya. Alat pacu jantung juga memerlukan baterai untuk dapat menerima sinyal dan mengirimkan aliran listrik dengan baik kepada jantung. Baterai dapat bertahan hingga sekitar 7–10 tahun, tergantung pemakaian.

Namun, dokter akan memeriksa alat pacu jantung setiap 3–6 bulan sekali untuk memastikan perangkat Anda berfungsi dengan baik. Penggantian baterai dilakukan melalui prosedur operasi, seperti ketika alat pacu jantung pertama kali dipasang.

Berbagai Jenis Alat Pacu Jantung

Dokter akan menentukan jenis alat pacu jantung yang Anda gunakan berdasarkan kondisi jantung Anda. Berikut ini adalah 3 jenis alat pacu jantung:

  • Single chamber pacemaker. Alat ini menggunakan satu kabel timah dan dipasang pada serambi atau bilik jantung Anda
  • Dual chamber pacemaker. Alat ini menggunakan dua kabel timah yang dipasang pada serambi dan bilik jantung Anda
  • Biventricular pacemaker. Alat ini menggunakan tiga kabel yang dipasang pada serambi kanan, bilik kanan, dan di dekat bilik kiri dari jantung Anda

Dokter akan mengatur alat pacu jantung pada laju minimum, sehingga jika laju detak jantung Anda berada di bawah batas tersebut, alat pacu jantung akan mengirim gelombang listrik pada jantung agar berkontraksi dan menghasilkan detak jantung.

Berikut adalah beberapa jenis penyakit yang memerlukan penggunaan alat pacu jantung:

  • Bradikardia, yaitu kelainan yang menyebabkan jantung berdetak terlalu pelan.
  • Akikardia, yaitu kelainan yang menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat
  • Hambatan listrik jantung, yaitu kelainan di mana gelombang listrik yang mengatur detak jantung tidak mengalir dengan baik
  • Gagal jantung, yaitu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah yang mencukupi kebutuhan tubuh
  • Henti jantung, yaitu kondisi di mana jantung berhenti berdetak

Pemasangan alat pacu jantung akan dilakukan oleh seorang dokter spesialis jantung. Anda dapat mendiskusikan mengenai prosedur ini bersama dokter dan membahas mengenai kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi dan pantangan-pantangan apa yang tidak boleh dilakukan.

Efek samping yang terjadi umumnya berasal dari prosedur pemasangan alat pacu jantung, bukan dari alat pacu jantung tersebut. Efek sampingnya bisa berupa alergi terhadap obat bius, perdarahan, infeksi, dan kerusakan pembuluh darah. Namun, efek samping ini hanya bersifat sementara.

Selama beberapa bulan ke depan Anda akan dianjurkan untuk menghindari olahraga berat atau berdiri terlalu lama di dekat barang elektronik, seperti microwave. Hindari pula meletakkan ponsel maupun pemutar musik di dekat alat pacu jantung.

Jika setelah pemasangan alat pacu jantung Anda mengalami beberapa keluhan, seperti demam, perdarahan, kulit di sekitar lokasi pemasangan alat pacu jantung merah, bengkak atau bernanah, Anda perlu segera kembali melakukan kontrol ke dokter.