Setiap orang memiliki detak jantung normal yang berbeda-beda dan dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, termasuk kondisi kesehatan tertentu. Nah, dengan mengetahui detak jantung normal, Anda pun bisa lebih waspada terhadap kemungkinan adanya gangguan pada jantung.

Detak jantung diatur oleh sistem listrik pada organ jantung. Detak jantung yang normal akan terdengar seirama dan sama setiap ketukannya. Hal ini menandakan jantung berfungsi dengan baik.

Ciri Detak Jantung Normal dan Gangguan yang Bisa Terjadi - Alodokter

Sementara itu, detak jantung abnormal akan terdengar tidak beraturan dan bahkan terdengar suara bising di luar suara detak jantung utama.

Seiring bertambahnya usia, pola keteraturan detak jantung dapat berubah. Perubahan keteraturan detak jantung juga bisa menandakan adanya suatu kondisi medis pada jantung atau kondisi medis lain yang perlu segera ditangani.

Untuk mewaspadai tanda awal gangguan jantung yang dapat terjadi, cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan detak jantung normal. Kelainan pada detak jantung dapat menandakan adanya gangguan pada fungsi dan kinerja jantung.

Kecepatan Detak Jantung

Normalnya, kecepatan detak jantung orang dewasa saat beristirahat berkisar 60–100 kali per menit. Namun, ada banyak faktor yang dapat memengaruhi laju detak jantung normal, seperti aktivitas yang dilakukan, tingkat kebugaran, suhu udara, efek samping obat-obatan, emosi, dan ukuran tubuh.

Detak jantung biasanya akan meningkat saat berolahraga, karena tubuh memerlukan asupan oksigen tambahan sehingga jantung perlu memompa darah lebih cepat untuk mencukupi kebutuhan tubuh.

Saat berolahraga, detak jantung normal orang dewasa yang berusia 20–35 tahun adalah berkisar antara 95–170 kali per menit dan pada usia 35–50 tahun berkisar antara 85–155 kali per menit.

Sementara itu, lansia di atas 60 tahun, kecepatan detak jantung normal ketika berolahraga berkisar antara 80–130 kali per menit.

Kenali Beragam Gangguan Irama Jantung

Secara medis, gangguan irama jantung disebut dengan istilah aritmia. Kondisi ini ditandai dengan denyut jantung yang terlalu cepat, lambat, tidak teratur, atau bahkan terhenti sama sekali.

Aritmia dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, penyakit katup jantung, gangguan tiroid, gangguan elektrolit, atau sedang dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi jantung.

Gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dan kebiasaan merokok, serta efek samping obat-obatan, juga dapat menyebabkan aritmia.

Penyakit aritmia secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu takikardia dan bradikardia. Berikut ini adalah penjelasannya:

Takikardia

Takikardia adalah kondisi ketika detak jantung berdetak lebih cepat saat istirahat. Belum diketahui secara pasti penyebab kondisi ini, tetapi ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu takikardia.

Faktor tersebut meliputi faktor keturunan, riwayat penyakit tertentu seperti penyakit jantung dan anemia, efek samping obat-obatan, atau kebiasaan seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Takikardia dapat menimbulkan keluhan berupa nyeri dada, pusing, kelelahan, dan sesak napas. Namun, ada kalanya takikardia tidak menimbulkan gejala atau keluhan apa pun.

Bradikardia

Detak jantung yang terlalu lambat disebut bradikardia. Normalnya, jantung berdetak 60–100 kali per menit ketika istirahat. Namun, pada kondisi bradikardia, detak jantung kurang dari 60 kali dalam satu menit.

Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor pertambahan usia, kebiasaan merokok, efek samping obat-obatan, atau riwayat penyakit seperti tekanan darah tinggi atau kelainan tiroid.

Pada sebagian orang, mungkin detak jantung yang terlalu lambat tidak menimbulkan masalah. Namun, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem listrik jantung.

Bradikardia dapat menimbulkan keluhan berupa sesak napas, sulit konsentrasi, pingsan, pusing, dan mudah lelah walau hanya melakukan sedikit aktivitas.

Mengenali detak jantung normal bisa menjaga Anda dari beragam gangguan pada jantung. Untuk menjaga kesehatan jantung, penting untuk selalu menerapkan pola hidup sehat, yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, berolahraga secara rutin, tidak merokok, serta rutin memeriksakan kondisi kesehatan.

Jika ingin mengetahui lebih jauh detak jantung normal Anda atau bila Anda mengalami gejala gangguan irama jantung, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter agar dapat dilakukan penanganan yang tepat.