Memahami Operasi Jantung

Operasi jantung merupakan prosedur untuk menyelamatkan nyawa pasien penderita penyakit jantung. Jenis operasi jantung yang dilakukan tergantung pada penyakit jantung yang diderita. Keberhasilan operasi jantung dapat memperpanjang harapan hidup penderita.

Penyakit jantung sering kali disamakan dengan penyakit kardiovaskular. Istilah penyakit kardiovaskular digunakan untuk menyebut penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, misalnya penyumbatan pembuluh darah. Tersumbatnya pembuluh darah bisa mengakibatkan serangan jantung, nyeri dada (angina), atau stroke. Sementara itu, penyakit jantung mengacu pada semua kelainan yang terjadi pada jantung. Selain penyempitan pembuluh darah jantung, kelainan pada otot jantung, irama detak jantung, hingga katup jantung termasuk ke dalam penyakit jantung.


Tercatat pada tahun 2014, penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor dua di Indonesia. Sedangkan pada tahun 2013, ada sekitar 2,6 juta orang yang didiagnosis mengalami penyakit jantung.

Pasien yang membutuhkan operasi jantung

Jenis operasi jantung yang dilakukan tergantung pada penyakit yang diderita. Umumnya pasien dengan kondisi berikut memerlukan prosedur operasi jantung:

  • Memiliki penyakit jantung koroner atau gagal jantung.
  • Mengalami kerusakan atau kelainan pada bagian jantung.
  • Memerlukan alat pacu jantung implan.
  • Membutuhkan transplantasi jantung.

Mengenal jenis-jenis Operasi Jantung

Saat mendengar istilah operasi jantung, mungkin Anda membayangkan kalau dada akan dibedah agar dokter bisa memperbaiki bagian yang rusak. Pada kenyataannya, prosedur operasi jantung tidak harus dilakukan secara bedah terbuka seperti itu.

Operasi jantung terbuka merupakan tipe operasi di mana dada pasien dibuka lebar untuk dilakukan pembedahan pembuluh darah, katup, atau otot jantung. Prosedur ini juga disebut operasi jantung konvensional. Kendati demikian, saat ini operasi jantung semakin mutakhir.

Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit jantung beserta prosedur operasi jantung yang tepat untuk mengatasinya.

  • Operasi bypass (CABG)
    Operasi bypass jantung (CABG) termasuk ke dalam operasi jantung terbuka yang dilakukan pada penderita penyakit jantung koroner. Operasi bypass merupakan jenis operasi jantung yang paling umum dilakukan. Prosedurnya meliputi pencangkokan pembuluh darah arteri atau vena yang sehat pada pembuluh darah jantung yang tersumbat. Hal ini memungkinkan arteri yang dicangkokkan untuk membawa darah segar ke jantung.
    Tujuan dari operasi bypass adalah meningkatkan suplai darah dan oksigen ke jantung, mengurangi risiko serangan jantung, menyembuhkan nyeri dada (angina), dan mengembalikan kemampuan fisik penderita penyakit jantung.
  • Operasi katup jantung
    Operasi katup jantung lazimnya dilakukan untuk mengganti atau memperbaiki katup jantung. Pada penyakit katup jantung, setidaknya satu dari empat katup jantung tidak berfungsi dengan baik, bisa disebabkan karena penyempitan maupun kebocoran. Operasi katup jantung bertujuan untuk mengembalikan fungsi normal jantung.
    Masalah katup jantung yang sering terjadi adalah penyempitan katup aorta (stenosis aorta), kebocoran katup aorta (regurgitasi aorta), dan kebocoran katup mitral. Pada kebocoran aorta, darah yang seharusnya dipompa ke seluruh tubuh justru kembali ke jantung. Kondisi ini bisa mengakibatkan terjadinya gagal jantung. Sedangkan pada kebocoran katup mitral, darah yang kaya oksigen mengalir kembali ke paru-paru alih-alih masuk ke jantung. Penderita kebocoran katup mitral akan mengalami nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung tidak teratur.
    Dalam operasi ini, katup yang mengalami kelainan akan diganti dengan katup jantung mekanis, katup dari donor, atau memindahkan posisi katup sehat ke posisi katup yang rusak.
  • Transplantasi jantung
    Prosedur transplantasi jantung dilakukan dengan cara mengganti jantung pasien yang rusak dengan jantung dari donor yang sehat. Transplantasi jantung dibutuhkan ketika jantung tidak bisa lagi menjalankan fungsinya untuk memompa darah. Prosedur ini umumnya dilakukan pada penderita gagal jantung stadium akhir.
    Meski dapat memberikan harapan baru pada pasien, transplantasi jantung juga memiliki risiko, seperti reaksi penolakan terhadap jantung baru, karena sistem kekebalan tubuh penerima mendeteksi organ tersebut sebagai benda asing yang dianggap berbahaya. Namun hal ini bisa diminimalkan dengan mengonsumsi obat imunosupresan.
  • Angioplasti (PCI)
    Prosedur operasi jantung ini juga dikenal sebagai Percutaneous Coronary Interventions [PCI]. Angioplasti dilakukan untuk membuka pembuluh darah jantung yang tersumbat. Caranya dengan memasukkan alat khusus pada arteri yang tersumbat untuk membantu melebarkannya.
    Pada angioplasti, tabung plastik tipis dimasukkan ke dalam arteri melalui pangkal paha atau lengan. Selanjutnya kateter dipasang melewati tabung plastik tersebut untuk diarahkan pada arteri yang mengelilingi jantung.
    Angioplasti dapat mengatasi gejala penyakit jantung koroner. Dengan membuka arteri yang tersumbat, diharapkan pasien tidak lagi mengalami nyeri dada dan sesak napas. Meski demikian, pasien dengan otot jantung yang lemah, diabetes, atau memiliki banyak pembuluh darah jantung yang bermasalah, lebih disarankan menjalani operasi bypass daripada prosedur ini.
  • Maze surgery
    Teknik operasi ini disebut juga operasi ablasi, merupakan prosedur untuk mengatasi aritmia atau kelainan irama detak jantung. Detak jantung yang tak normal ini membuat jantung tidak bisa memompa darah secara maksimal ke seluruh tubuh.
    Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil untuk menciptakan jaringan parut. Cara lainnya adalah menggunakan energi gelombang radio untuk menghancurkan area kecil jaringan jantung yang menyebabkan detak jantung tidak teratur. Menghancurkan jaringan ini membantu membuat detak jantung kembali normal.
    Selain dengan membuat sayatan kecil, tindakan ini juga bisa dilakukan dengan cara operasi jantung terbuka. Terutama pada pasien yang akan menjalani prosedur operasi bypass jantung, atau operasi katup jantung.
  • Implan alat pacu jantung (pacemaker) atau implan ICD (Implantable Cardioverter Defibrillator)
    Alat pacu jantung merupakan alat kecil yang ditanam di bawah kulit dada atau perut. Alat pacu jantung menggunakan sinyal listrik berenergi rendah untuk mengendalikan irama jantung. Sebagian besar alat pacu jantung memiliki sensor, sehingga alat ini baru akan bekerja jika mendeteksi irama jantung tidak normal.
    Sedangkan pada ICD, alat ini bekerja dengan cara memeriksa detak jantung abnormal. Saat kelainan terdeteksi, ICD akan mengirimkan kejutan listrik ke jantung untuk membuat irama jantung kembali normal.
    Prosedur operasi jantung ini dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil. Kemudian dokter akan mengarahkan kawat kecil dari alat tersebut melalui pembuluh darah ke jantung Anda.

Setelah operasi jantung, pasien diharuskan mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Setelah keluar dari rumah sakit, rawat jalan pasca operasi jantung dilakukan untuk memantau kondisi pasien, mengatur dosis dan pemberian obat-obatan, serta merawat luka bekas operasi.

Untuk mempercepat proses pemulihan operasi jantung, Anda disarankan mengurangi konsumsi makanan mengandung lemak, gula, dan garam tinggi. Selain itu, usahakan untuk mengelola stres dengan baik, hindari merokok, dan aktif bergerak.

 

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi