Home › komunitas › Penyakit › Pemakaian Tretinoin 0,025%, haruskah menggunakan sunblock? › Reply To: Pemakaian Tretinoin 0,025%, haruskah menggunakan sunblock?
February 16, 2016 at 6:56 am
Halo Made,
Tretinoin topikal 0,025% banyak digunakan sebagai obat jerawat dengan cara kerja membuka pori-pori kulit yang tersumbat oleh sebum. Biasanya dokter akan meresepkan tertinoin dengan cara penggunaan pada malam hari agar tidak terkena sinar matahari langsung. Namun hal ini tentu saja disesuaikan dengan anjuran dokter anda mengenai dosis dan cara pemakaian.
Clindamycin phosphate 1,2% adalah antibiotik topikal yang digunakan untuk mengobati bakteri penyebab jerawat.
Penggunaan tretionin harus sesuai dengan dosis dan cara pemakaian yang direkomendasikan oleh dokter anda. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi pada pemakaian tretinoin yaitu:
- kering
- mengelupas
- sensasi terbakar / tersengat
- kemerahan
- meninggalkan bekas berwarna gelap / terang sementara
Biasanya saat penggunaan tretinoin kulit wajah menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Oleh sebab itu, kurangi paparan sinar matahari secara langsung. Gunakan tabir surya / sunblock saat keluar rumah. Untuk kulit berjerawat hindari tabir surya yang mengandung wewangian, PABA, oksibenzon, dan salisilat. Pilih tabir surya yang berbentuk gel, berbasis air dan oil free. Tanyakan pada penjual mengenai formula tabir surya.
Apabila terjadi reaksi alergi saat pemakaian tretinoin seperti gatal, melepuh, atau bengkak, konsultasikan pada dokter kulit anda. Jangan menghentikan pemakaian tretionin tanpa anjuran dokter sebab jerawat bisa muncul kembali. Saat anda kontrol, tanyakan pada dokter kulit anda apakah tabir surya yang anda gunakan sudah tepat untuk jenis kulit berjerawat.
Berikut informasi yang dapat anda baca untuk menambah wawasan:
Terimakasih dan semoga membantu,
dr. Devika Yuldharia