Reply To: Berhubungan seksual disertai keluarnya darah

Home komunitas Penyakit Berhubungan seksual disertai keluarnya darah Reply To: Berhubungan seksual disertai keluarnya darah

dr. Yan William dr. Yan William
Dokter

Hai Putri Larisa

Berhubungan seksual disertai keluarnya darah merupakan keluhan yang cukup sering dialami oleh beberapa wanita. Sebagian besar penyebabnya tidaklah berbahaya seperti:

  • Akibat robekan selaput dara.
  • Kurangnya pelumas alami dari vagina sehingga lecet pada dinding vagina. Normalnya pada keadaan terangsang, wanita dapat mengeluarkan cairan pelumas alami untuk melicinkan dinding vagina.
  • Saat sedang siklus haid. Darah yang keluar merupakan darah haid.
  • Luka pada vagina akibat sebab lain saat berhubungan intim misal posisi yang tidak baik.

Selain yang disebutkan diatas, keluarnya darah saat berhubungan intim juga dapat disebabkan oleh beberapa penyakit seperti:

  • Infeksi.
  • Polip rahim.
  • Kanker serviks (leher rahim).
  • Dan sebagainya.

Yang perlu diwaspadai bila keluarnya darah disertai gejala berikut:

  • Nyeri hebat saat hubungan intim.
  • Keputihan yang banyak dan berbau.
  • Siklus haid yang tidak lancar.
  • Perdarahan yang sering.
  • Perdarahan diantara siklus haid.

Pap smear adalah pemeriksaan skrining (deteksi awal) untuk penyakit kanker serviks. Kenapa memerlukan skrining?, dikarenakan kanker serviks pada stadium awal sebagian besar tidak menimbulkan gejala apapun, padahal bila terdeteksi sejak stadium awal dan dilakukan penanganan maka tingkat kesembuhannya sangat tinggi.

Penyebab kanker serviks merupakan multifaktorial, tidak ada penyebab pasti yang diketahui sebagai penyebab dari kanker serviks. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah risiko terjadinya kanker serviks antara lain:

  • Berhubungan intim hanya pada satu pasang saja.
  • Tidak merokok.
  • Makan makanan bergizi seperti buah dan sayuran.
  • Hindari makanan berpengawet ataupun menggunakan zat kimia yang berbahaya.
  • Hindari makanan berlemak tinggi.
  • Vaksinasi HPV (human papilloma virus). Diduga salah satu penyebab dari kanker serviks adalah infeksi dari HPV.
  • Lakukan Pap smear secara rutin.

Umumnya wanita berusia 30 tahun keatas atau yang sudah pernah berhubungan seksual sebelumnya memiliki risiko terkena kanker serviks. Informasinya secara lengkap dapat Anda baca pada artikel berikut:

Kanker serviks.

Semoga membantu ya. Terima kasih.

dr.Yan william