Bayi yang baru lahir akan menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur bayi. Oleh karena itu, penting untuk menjatuhkan pilihan kepada jenis tempat tidur bayi yang aman dan nyaman untuk Si Kecil. Terlebih pada beberapa bulan awal, bayi menghabiskan waktunya selama 20 jam untuk tidur.

Untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak, para ahli kesehatan merekomendasikan agar bayi Anda tidur di ruangan yang sama dengan Anda selama enam bulan pertama. Selain itu, Anda disarankan untuk cermat dan teliti dalam memilih tempat tidur untuk bayi.

Kriteria Tempat Tidur Bayi yang Ideal - Alodokter

Memilih Tempat Tidur Bayi yang Aman

Demi menunjang kenyamanan anak, banyak orang tua rela menghabiskan banyak uang untuk membeli perlengkapan Si Kecil, termasuk tempat tidur atau boks bayi. Namun untuk urusan boks bayi, Anda tidak perlu mencari produk yang termahal atau desain yang lucu. Karena keamanan produk merupakan hal terpenting yang harus Anda pertimbangkan saat membeli tempat tidur bayi.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan saat memilih tempat tidur bayi.

  • Jarak antara bilah satu dengan lainnya.
    Sebaiknya pilih jenis yang jarak antar bilah kurang dari enam sentimeter demi mencegah kepala bayi terselip dan terperangkap di antara bilah.
  • Bilah tempat tidur bayi harus kokoh.
    Hindari membeli tempat tidur bayi yang bilahnya bisa dinaikkan atau diturunkan karena terkadang sering terjadi kesalahan saat merakitnya dengan desain bilah yang semacam itu. Jika salah merakit, bayi bisa terselip atau terjatuh ketika sedang berpegangan pada bilah yang tidak kokoh atau tiba-tiba turun dengan sendirinya karena kesalahan teknis.
  • Kualitas bahan dan material tempat tidur bayi.
    Perhatikan baut, sekrup, paku, atau bahan material tempat tidur bayi. Pastikan material tersebut terpasang dengan kencang agar tempat tidur bayi bisa berdiri dengan kokoh. Untuk menjamin kualitas, disarankan untuk membeli yang baru demi keselamatan bayi. Tempat tidur yang lama atau bekas terkadang memakai cat yang mengandung bahan beracun, seperti timah.

Selain struktur utama tempat tidur bayi, perhatikan juga hal-hal berikut:

  • Matras harus didesain khusus untuk bayi.
    Beberapa produsen ada yang menjual tempat tidur atau boks bayi tanpa dilengkapi matras. Ketika memilih matras, pilih yang khusus didesain untuk bayi. Matras khusus bayi biasanya kokoh atau keras untuk mencegah SIDS (sudden infant death syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak, sekaligus untuk menopang tulang punggung bayi. Hindari membeli matras yang terlalu empuk. Pilih matras sesuai dengan ukuran boks bayi. Jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan bilah. Jangan lupa untuk melepas plastik sebelum dipasang.
  • Hindari barang lembut.
    Mungkin banyak orang tua yang menganggap bayi identik dengan barang-barang yang lembut, seperti selimut lembut, sprei lembut, bantal empuk, atau boneka berbulu halus. Pada kenyataannya, barang-barang tersebut harus dihindari untuk mencegah sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS. Barang bertekstur lembut bisa membuat bayi sulit bernapas karena berisiko menutupi wajah Si Kecil. Setelah membeli tempat tidur bayi yang aman dan nyaman, perhatikan posisi tidurnya. Sebaiknya, bayi tidur pada posisi telentang demi terhindar dari kesulitan bernapas yang bisa mengakibatkan SIDS.

Untuk mencegah terjadinya SIDS, sebaiknya tempat tidur bayi diletakkan di kamar Anda. Sewaktu-waktu Si Kecil menangis atau membutuhkan pertolongan, Anda bisa dengan sigap mengetahuinya. Hindari meletakkan tempat tidurnya di sebelah jendela untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti tertimpa besi yang menopang tirai. Penempatannya yang berdekatan dengan jendela juga berisiko membuat leher Si Kecil terlilit tali pengikat tirai jendela.

Menyediakan tempat tidur untuk bayi bukanlah perkara yang mudah dan hampir sama dengan tempat tidur untuk orang dewasa, yakni harus tempat tidur yang nyaman. Meski begitu, pastikan faktor keamanan tempat tidur bayi Anda, termasuk produk pendukung yang Anda beli, apakah sudah sesuai dengan standar SNI (Standar National Indonesia) atau belum, agar Si Kecil nyaman dan Anda pun tenang.