Kucing ragdoll adalah salah satu ras kucing peliharaan yang sangat ramah, jinak, dan penuh kasih sayang. Tidak hanya memiliki bulu yang lebat dan cantik, kucing ini juga punya sifat tenang, mudah akrab, dan mudah beradaptasi sehingga membuatnya cocok untuk dipelihara oleh pecinta kucing yang memiliki anak atau hewan peliharaan lain.

Kucing ragdoll merupakan ras kucing asal Amerika Serikat yang dikembangkan oleh seorang peternak bernama Ann Baker. Nama “ragdoll” sendiri diberikan karena kucing ini suka merebahkan tubuhnya seperti boneka kain saat digendong. 

Kucing Ragdoll, Ini Ciri, Karakter, dan Cara Tepat untuk Merawatnya - Alodokter

Meski tidak ada catatan pasti tentang semua ras yang digunakan dalam pembentukan kucing ragdoll. Namun, berdasarkan sejarah pengembangannya oleh Ann Baker, para ahli dan pecinta kucing meyakini bahwa kucing ragdoll merupakan hasil persilangan kucing Persia, Burmese, dan Birman.

Ciri Khas dan Karakter Kucing Ragdoll

Kucing ragdoll punya beberapa ciri dan karakteristik khas yang membuatnya berbeda dari ras kucing lain. Berikut beberapa di antaranya: 

1. Ukuran tubuh besar

Salah satu ciri paling mencolok pada kucing ragdoll adalah tubuhnya yang besar dan berotot. Saking besarnya, kucing ragdoll jantan bahkan memiliki berat badan rata-rata sekitar 7–9 kg, sedangkan kucing ragdoll betina sekitar 4,5–7 kg. 

Selain itu, kucing ragdoll juga memiliki tubuh yang panjang, dada yang lebar, dan tulang yang kokoh sehingga membuatnya tampak gagah tetapi tetap anggun. 

2. Bulu panjang dan halus

Kucing ragdoll memiliki bulu semi long hair yang tebal, halus, dan terasa lembut saat disentuh. Meskipun bulunya tebal, kucing ragdoll termasuk kucing yang jarang mengalami kerontokan parah, sehingga cukup mudah dirawat dibandingkan kucing berbulu tebal lainnya.

Warna dasar kucing ragdoll biasanya putih krem, dengan corak gelap di bagian wajah, telinga, ekor, dan kakinya, yang disebut sebagai “color point”. Beberapa varian warna populer di Indonesia antara lain seal point, blue point, atau lilac point

3. Mata biru terang

Daya tarik kucing ragdoll berikutnya adalah matanya yang bulat besar berwarna biru cerah. Nah, karena warna biru pada matanya sangat kontras dengan warna bulunya, hal itu memberikan kesan ekspresif dan memikat, serta menjadi salah satu pembeda utama kucing ragdoll dengan ras kucing lain.

4. Umur panjang

Dengan perawatan yang baik, kucing ragdoll termasuk kucing yang memiliki harapan hidup tinggi lho. Nah, rata-rata kucing ragdoll memiliki rentang usia 12–15 tahun, bahkan bisa lebih lama jika kondisinya sehat.

5. Dijuluki “puppy like

Kucing ragdoll sering disebut “puppy like” atau mirip anak anjing karena perilakunya yang suka mengikuti pemilik ke mana pun di dalam rumah. Tidak hanya itu, kucing ragdoll juga kerap menunggu Anda di pintu saat pulang, menikmati permainan lempar tangkap, dan bahkan bisa diajari beberapa trik ringan layaknya anak anjing. 

6. Sifat ramah dan penyayang

Kucing ragdoll terkenal sangat ramah dan penyayang. Ia mudah bersosialisasi, baik dengan orang dewasa, anak-anak, maupun hewan peliharaan lain di rumah. Selain itu, kucing ragdoll juga sangat jarang menunjukkan perilaku agresif atau defensif sehingga minim risiko mencakar atau menggigit tanpa sebab. 

Nah, karena karakternya yang penyayang, hal itu membuat kucing ragdoll cocok sebagai kucing terapi, teman bagi anak-anak, atau pendamping lansia.

7. Karakter tenang dan santai

Kucing ragdoll biasanya tidak terlalu aktif berlarian atau melompat-lompat seperti beberapa ras kucing lain. Ia cenderung suka bersantai, berbaring manis di dekat pemilik, dan menikmati waktu bersama keluarga. Karakter ini membuat kucing ragdoll mudah dipangku, digendong, atau bahkan diajak bermanja-manja tanpa mudah stres.

8. Tidak suka naik ke tempat tinggi

Berbeda dengan mayoritas kucing yang gemar memanjat lemari atau rak, kucing ragdoll lebih suka bermain di permukaan datar dan jarang tertarik menjelajah tempat tinggi. 

Nah, karena sifatnya ini, kucing ragdoll relatif aman untuk dipelihara karena kecil kemungkinannya untuk merusak barang di rumah atau terjebak di tempat berbahaya. Selain itu, Anda pun tidak perlu terlalu khawatir kucing ragdoll akan memanjat dan terjatuh dari ketinggian.

Tips Merawat Kucing Ragdoll agar Tetap Sehat

Perawatan kucing ragdoll sama seperti kucing ras lainnya, berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan:

  • Sisir bulu kucing ragdoll secara rutin, minimal 2–3 kali seminggu, untuk mencegah bulu kusut dan menggumpal.
  • Mandikan kucing ragdoll secara rutin dengan sampo khusus kucing berbulu panjang dan keringkan bulunya dengan benar untuk mencegah tumbuhnya jamur.
  • Berikan makanan kucing berkualitas tinggi yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya, serta pastikan air minumnya selalu tersedia.
  • Jaga kebersihan tempat makan, minum, dan kotak pasir, agar kucing ragdoll terhindar dari penyakit dan infeksi.
  • Lakukan vaksinasi, cek kesehatan rutin ke dokter hewan, dan berikan obat cacing serta antikutu sesuai rekomendasi dokter untuk mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan pada kucing ragdoll.
  • Sempatkan waktu untuk mengajak kucing ragdoll bermain setiap hari untuk menjaga kebugaran dan mencegahnya mengalami obesitas.

Jika dirawat dengan baik, kucing ragdoll umumnya bisa hidup dengan sehat. Namun, tetap waspadai risiko penyakit keturunan pada kucing ragdoll, seperti masalah jantung (hypertrophic cardiomyopathy) dan gangguan ginjal. 

Oleh karena itu, jika Anda menemukan gejala yang tidak biasa pada kucing ragdoll Anda, jangan tunda untuk Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar bisa diketahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan sedini mungkin.