Kuku rapuh tidak hanya mengganggu penampilan, tetapi juga bisa menandakan masalah kesehatan atau kebiasaan sehari-hari yang perlu diperbaiki. Mengenali penyebab kuku rapuh penting agar langkah perawatan yang tepat bisa dilakukan, sehingga kuku tetap kuat, sehat, dan tidak mudah patah.

Kuku rapuh bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, dari berbagai usia. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh faktor gaya hidup atau kekurangan nutrisi. Namun, pada beberapa kasus, kuku rapuh dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Kuku Rapuh, Ketahui Penyebab dan Tips Mengatasinya - Alodokter

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan gejala lain pada kuku rapuh, seperti perubahan warna, pertumbuhan yang lambat, atau rasa nyeri, dan segera melakukan pemeriksaan jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus.

Kuku Rapuh dan Penyebabnya

Berikut ini adalah beberapa faktor umum yang dapat menyebabkan kuku rapuh dan mudah patah:

1. Kontak berlebihan dengan air dan bahan kimia

Kuku yang terlalu sering terpapar air, deterjen, sabun, atau cairan pembersih rumah tangga dapat kehilangan kelembapan alaminya. Bahan kimia keras juga bisa mengikis lapisan pelindung kuku, yang membuat kuku menjadi mudah rapuh dan patah, terutama bila tidak diimbangi dengan perawatan pelembap yang cukup.

2. Kekurangan nutrisi

Kuku membutuhkan nutrisi tertentu agar dapat tumbuh kuat dan sehat. Kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi, protein, serta vitamin A, vitamin C, dan vitamin E dapat mengganggu pembentukan keratin, yaitu protein utama penyusun kuku, sehingga kuku menjadi tipis, rapuh, dan tumbuh lebih lambat.

3. Kebiasaan menggigit kuku atau mengelupas kutikula

Kebiasaan menggigit kuku atau mengelupas kutikula dapat menjadi salah satu penyebab kuku rapuh karena tindakan ini secara langsung merusak struktur kuku dan jaringan di sekitarnya. Saat kuku digigit atau kutikula dikupas, lapisan pelindung kuku bisa terkoyak, sehingga membuat kuku lebih tipis, mudah rapuh, dan rentan terhadap infeksi.

4. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam mempertahankan kelembapan dan memperbarui sel kuku akan menurun. Akibatnya, kuku cenderung tumbuh lebih lambat, menjadi lebih tipis, dan mudah retak, sehingga kuku rapuh lebih sering dialami oleh orang lanjut usia.

5. Infeksi jamur pada kuku

Infeksi jamur pada kuku atau dikenal sebagai onikomikosis, merupakan salah satu penyebab kuku rapuh karena jamur dapat merusak struktur kuku dari dalam. Infeksi ini biasanya dimulai di bawah ujung kuku atau di sekitar kutikula, yang dapat menyebabkan kuku menjadi tebal, rapuh, pecah-pecah, dan mudah terkelupas.

6. Psoriasis

Psoriasis dapat menjadi salah satu penyebab kuku rapuh karena kondisi peradangan kronis ini tidak hanya menyerang kulit, tetapi juga dapat memengaruhi kuku tangan maupun kaki.

Pada psoriasis kuku, proses pembentukan kuku terganggu akibat peradangan di sekitar matriks kuku, sehingga kuku menjadi lebih mudah pecah, rapuh, menebal, berubah warna, atau muncul lekukan kecil di permukaannya.

7. Kondisi medis tertentu

Beberapa kondisi medis tertentu, seperti anemia, gangguan kelenjar tiroid, atau penyakit kulit seperti eksim, dapat memengaruhi struktur dan kekuatan kuku, sehingga memicu terjadinya kuku rapuh. 

Pada kondisi ini, kuku rapuh sering kali disertai perubahan lain, seperti warna kuku yang tidak normal, permukaan kuku yang tidak rata, atau pertumbuhan kuku yang lambat.

Kuku Rapuh dan Tips Mengatasinya

Jika Anda mengalami kuku rapuh, ada beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Gunakan pelembap khusus kuku atau minyak alami, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, secara rutin untuk mencegah kuku dan kutikula menjadi kering.
  • Gunakan sarung tangan saat mencuci piring, mencuci pakaian, atau membersihkan rumah untuk melindungi kuku dari bahan kimia yang bersifat keras.
  • Pastikan asupan harian mengandung cukup protein, zat besi, biotin, serta vitamin yang mendukung pertumbuhan kuku yang sehat.
  • Potong kuku secara lurus dan haluskan ujungnya dengan kikir khusus, serta hindari mengikir kuku dengan gerakan bolak-balik yang terlalu keras.
  • Hindari produk kuku yang mengandung bahan keras, seperti formaldehid atau toluen, dan pilih produk yang diformulasikan lebih ramah untuk kesehatan kuku.

Kuku rapuh akibat kebiasaan sehari-hari umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Namun, bila kuku rapuh berlangsung lama atau disertai perubahan warna, tekstur, bengkak, maupun nyeri, kondisi tersebut dapat mengarah pada masalah kesehatan tertentu.

Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan penjelasan awal mengenai kondisi kuku Anda, sekaligus menentukan apakah diperlukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut agar kuku kembali sehat dan kuat.