Apakah kamu merasa tidak diberi ruang untuk mengambil keputusan, dianggap selalu salah, atau mendapatkan kekerasan fisik dan verbal dari orang tua? Jika iya, bisa jadi kamu mendapatkan pola asuh toxic parents. Untuk menghadapinya, kamu bisa menerapkan tips berikut ini.

Toxic parents adalah tipe orang tua yang mengatur anak sesuai dengan kemauannya tanpa menghargai perasaan dan pendapat sang anak. Kondisi ini bisa membuat anak merasa terkekang dan ketakutan. Bahkan, tak jarang anak tumbuh menjadi pribadi yang sering menyalahkan diri sendiri dan memiliki rasa percaya diri yang rendah.

Lakukan Tips Ini untuk Menghadapi Toxic Parents - Alodokter

Tips Menghadapi Toxic Parents

Menghadapi orang tua yang toksik memang tidaklah mudah. Diperlukan kesabaran yang ekstra untuk tidak menyinggung dan tetap menghargai orang tua, tetapi tetap menjaga kesehatan pikiran kita sendiri. Berikut ini adalah cara yang bisa kamu lakukan untuk menghadapi toxic parents:

1. Menetapkan batasan antara diri sendiri dan orang tua

Menetapkan batasan dengan toxic parents memang terlihat cukup sulit, terlebih jika kamu masih tinggal dalam satu rumah. Untuk menetapkan batasan ini kamu harus bersikap asertif, yaitu tegas dan percaya diri dalam berkomunikasi tanpa memancing respons negatif dari lawan bicara.

Komunikasikan dengan orang tuamu apa saja hal yang membuat kamu merasa tidak nyaman dan bahagia. Sesekali kamu bisa mengatakan “tidak” jika memang yang mereka katakan tidak sesuai dengan keinginanmu. Namun, pastikan kamu memberi alasan yang jelas agar mereka tidak memaksamu lagi.

2. Alihkan pembicaraan ke arah yang positif

Ketika orang tua sedang mengutarakan kemauannya yang bukan kehendakmu atau mengkritikmu tanpa memberi dukungan, sebisa mungkin kamu jangan terbawa emosi dan berdebat dengan mereka, ya. Alih-alih menyelesaikan masalah, berdebat justru hanya akan memperburuk hubunganmu dengan mereka.

Lebih baik alihkan pembicaraan ke arah yang positif agar mereka lupa dengan pembahasan yang tidak mengenakkan tersebut. Misalnya, kamu bisa membahas pencapaianmu atau mungkin menanyakan hal menyenangkan apa saja yang orang tuamu alami di hari itu.

3. Carilah kesibukan di luar rumah

Cobalah untuk mencari kesibukan agar pikiranmu terbebas dari omongan orang tua yang toksik dan membuatmu merasa rendah diri. Kamu bisa menekuni hobi atau mempelajari hal yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Buatlah orang tuamu bangga, sehingga mereka bisa mendukung apa yang kamu lakukan.

4. Sempatkan waktu untuk me time

Sesekali luangkanlah waktu menyendiri untuk mengisi ulang energi fisik dan mental kamu. Kamu bisa melakukan me time dengan berbagai cara, misalnya dengan staycation di hotel, pergi ke pantai, mendaki gunung, atau sekadar menyendiri di taman dan menikmati suasana yang tenang.

Selain itu, me time juga membuat pikiranmu lebih rileks, sehingga kamu akan lebih sabar dalam menghadapi toxic parents. Me time juga merupakan cara untuk mencintai dirimu sendiri. Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan dirimu yang mungkin terluka karena toxic parents.

5. Jangan memaksa untuk mengubah perilaku orang tua

Meski apa yang mereka lakukan memang salah, jangan memaksa orang tuamu untuk berubah menjadi sosok yang ideal, ya, apalagi dalam waktu yang singkat. Hal ini hanya akan memancing keributan yang bisa membuatmu sangat frustrasi. Lebih baik fokuslah untuk mengontrol diri saat merespons pembicaraan orang tua agar tidak menyinggung perasaan mereka.

Terlepas dari perlaku toksik mereka, sudah seharusnya kamu sebagai anak senantiasa menyayangi dan mengasihi orang tuamu. Kontrol emosi, bicara dengan lembut, serta tetaplah bersikap baik dan sopan kepada kedua orang tuamu, ya.

Jika kamu masih kesulitan dalam menghadapi masalah dengan toxic parents, konsultasikanlah masalahmu dengan psikolog guna mendapatkan solusi. Jika memungkinkan, bujuk orang tuamu untuk ikut berkonsultasi agar mereka juga bisa mendapatkan arahan tentang mengenai hubungan orang tua dan anak yang baik.