Laser hair removal adalah prosedur medis yang menggunakan sinar laser untuk mengurangi pertumbuhan rambut dalam jangka panjang pada area tubuh tertentu. Prosedur ini bekerja dengan merusak folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut baru dapat terhambat.

Laser hair removal dapat dilakukan pada berbagai area tubuh, seperti wajah, ketiak, lengan, kaki, dada, punggung, dan area bikini. Dibandingkan dengan mencukur atau waxing, prosedur ini mampu memberikan hasil yang lebih tahan lama, meski umumnya memerlukan beberapa kali sesi.

Laser Hair Removal, Ini yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

Hasil laser hair removal biasanya paling optimal pada rambut berwarna gelap karena mengandung lebih banyak melanin yang dapat menyerap energi laser. Namun, efektivitas prosedur dapat berbeda pada setiap orang, tergantung warna kulit, warna rambut, serta jenis laser yang digunakan. 

Tujuan dan Indikasi Laser Hair Removal

Laser hair removal dilakukan untuk mengurangi pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan atau mengatasi kondisi tertentu, seperti:

  • Mengurangi pertumbuhan rambut pada wajah, ketiak, lengan, kaki, dada, punggung, atau area bikini
  • Mengatasi rambut yang tumbuh ke dalam (ingrown hair) yang berulang dan menyebabkan peradangan pada kulit
  • Membantu menangani hirsutisme, yaitu pertumbuhan rambut berlebih pada wanita di area yang umumnya ditumbuhi rambut pada pria, sebagai bagian dari penanganan yang disesuaikan dengan penyebabnya
  • Menjadi alternatif bagi orang yang sering mengalami iritasi akibat bercukur atau menggunakan krim penghilang bulu

Peringatan dan Larangan Laser Hair Removal

Laser hair removal umumnya aman jika dilakukan oleh dokter yang melakukannya sudah berkompeten. Namun, pada beberapa kondisi, prosedur ini perlu ditunda atau dilakukan dengan pertimbangan khusus, antara lain:

  • Sedang hamil, karena data mengenai keamanan prosedur ini pada ibu hamil masih terbatas
  • Mengalami luka terbuka, infeksi, atau peradangan aktif pada area kulit yang akan diterapi
  • Baru menjalani tanning atau sering terpapar sinar matahari hingga kulit menjadi lebih gelap dalam beberapa minggu terakhir
  • Memiliki riwayat pembentukan keloid atau gangguan penyembuhan luka
  • Menderita penyakit kulit tertentu, seperti lupus atau vitiligo, yang memerlukan penilaian lebih lanjut oleh dokter
  • Sedang mengonsumsi obat yang meningkatkan sensitivitas kulit terhadap cahaya (fotosensitif)

Sebelum menjalani laser hair removal, beri tahu dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, gangguan sistem imun, alergi, atau sedang mengonsumsi obat-obatan, suplemen, maupun produk herbal.

Sebelum Laser Hair Removal

Sebelum melakukan laser hair removal, dokter akan melakukan konsultasi untuk menilai kondisi kulit, warna kulit, warna rambut, serta riwayat kesehatan pasien. Pemeriksaan ini bertujuan menentukan jenis laser yang sesuai sekaligus mengurangi risiko efek samping.

Dokter juga akan memberikan beberapa anjuran berikut:

  • Tidak mencabut rambut dengan waxing, tweezing, atau elektrolisis selama sekitar 4–6 minggu sebelum prosedur
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung maupun tanning setidaknya selama 4 minggu sebelum tindakan
  • Mencukur area yang akan diterapi sekitar 1 hari sebelum prosedur apabila dianjurkan oleh dokter
  • Menghindari penggunaan produk perawatan kulit yang dapat menyebabkan iritasi pada area yang akan diterapi sesuai petunjuk dokter
  • Menghindari konsumsi obat pengencer darah sebelum menjalani prosedur laser hair removal 

Prosedur Laser Hair Removal

Laser hair removal dilakukan di klinik atau rumah sakit oleh dokter yang telah terlatih. Lama tindakan dapat berlangsung selama beberapa menit hingga sekitar 1 jam, tergantung pada luas area yang diterapi.

Secara umum, tahapan laser hair removal, meliputi:

  • Membersihkan area kulit yang akan diterapi
  • Mengoleskan krim anestesi bila diperlukan, terutama pada area yang sensitif
  • Memberikan kacamata pelindung kepada pasien dan dokter untuk melindungi mata dari paparan sinar laser
  • Menyesuaikan jenis laser dan energi laser berdasarkan warna kulit, warna rambut, serta area tubuh yang akan diterapi
  • Mengarahkan sinar laser ke folikel rambut secara bertahap hingga seluruh area selesai ditangani
  • Mengompres area yang diterapi atau mengoleskan gel untuk membantu meredakan kemerahan dan rasa tidak nyaman

Karena laser bekerja paling efektif pada rambut yang sedang berada dalam fase pertumbuhan aktif (fase anagen), prosedur ini biasanya perlu diulang sebanyak 4–8 kali dengan jarak sekitar 4–6 minggu antarsesi. Pada sebagian orang, dokter juga dapat menyarankan sesi pemeliharaan sesuai respons terhadap terapi.

Setelah Laser Hair Removal

Setelah menjalani laser hair removal, kulit mungkin tampak kemerahan atau terasa sedikit perih selama beberapa jam hingga beberapa hari. Rambut pada area yang diterapi umumnya akan rontok secara bertahap dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah tindakan.

Untuk membantu proses pemulihan dan mengurangi risiko efek samping, lakukan beberapa hal berikut:

  • Hindari paparan sinar matahari langsung selama 1–2 minggu dan gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 pada area yang terpapar
  • Gunakan pelembap atau krim sesuai anjuran dokter untuk membantu meredakan iritasi
  • Hindari menggosok, menggaruk, atau mencabut rambut yang masih tersisa
  • Hindari penggunaan produk eksfoliasi, retinoid, atau produk berbahan alkohol pada area yang diterapi hingga kulit pulih
  • Tunda berenang di kolam berklorin, berendam air panas, atau menggunakan sauna selama sekitar 24–48 jam, atau sesuai anjuran dokter

Efek Samping dan Komplikasi Laser Hair Removal

Sebagian besar efek samping laser hair removal bersifat ringan dan akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari. Efek samping tersebut, meliputi:

  • Kemerahan dan pembengkakan ringan pada area yang diterapi
  • Kulit terasa hangat, perih, atau lebih sensitif
  • Perubahan warna kulit yang bersifat sementara, baik menjadi lebih gelap maupun lebih terang

Meski jarang terjadi, laser hair removal juga dapat menimbulkan komplikasi, seperti:

  • Luka bakar
  • Lepuhan
  • Infeksi kulit
  • Jaringan parut, termasuk keloid pada orang yang rentan
  • Perubahan warna kulit yang menetap
  • Pertumbuhan rambut di sekitar area yang diterapi (paradoxical hypertrichosis), meskipun kondisi ini sangat jarang terjadi

Risiko komplikasi dapat meningkat apabila prosedur dilakukan pada kulit yang sedang mengalami tanning, menggunakan pengaturan laser yang tidak sesuai, atau dilakukan oleh tenaga yang tidak berpengalaman.

Oleh karena itu, bila Anda berencana ingin melakukan laser hair removal, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, risiko dan efek samping yang dapat ditimbulkan dapat ditekan, sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Jika setelah menjalani laser hair removal Anda mengalami nyeri hebat, lepuhan, tanda-tanda infeksi, atau perubahan warna kulit yang tidak kunjung membaik, segera berkonsultasilah dengan dokter spesialis kulit dan kelamin atau ke IGD rumah sakit terdekat agar penyebabnya dapat dipastikan serta diberikan penanganan yang sesuai.