Lasix injeksi adalah obat untuk mengatasi penumpukan cairan berlebih dalam tubuh akibat kondisi tertentu, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, atau edema paru akut. Obat ini mengandung bahan aktif furosemide dan umumnya diberikan pada kondisi darurat atau ketika pasien tidak dapat mengonsumsi obat melalui mulut.
Lasix injeksi bekerja dengan meningkatkan pengeluaran urine sehingga membantu mengurangi kelebihan cairan dan garam di dalam tubuh. Mengingat efeknya yang kuat dan adanya risiko efek samping serius, obat ini hanya boleh diberikan oleh tenaga medis di rumah sakit sesuai anjuran dokter.

Apa Itu Lasix Injeksi
| Bahan aktif | 10 mg furosemide tiap 1 ml |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Diuretik |
| Manfaat | Mengatasi penumpukan cairan di dalam tubuh |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak-anak |
| Lasix injeksi untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Lasix injeksi untuk ibu menyusui | Lasix bisa digunakan oleh ibu menyusui selama digunakan sesuai dengan anjuran dokter. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait pilihan obat yang lebih aman. |
| Bentuk obat | Injeksi |
Peringatan sebelum Menggunakan Lasix Injeksi
Lasix injeksi tidak boleh digunakan sembarangan. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum menggunakan obat ini:
- Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Lasix injeksi tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap furosemide dan obat golongan sulfa, seperti sulfametoxazole.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat pembesaran prostat yang menyebabkan kesulitan buang air kecil, penyakit ginjal atau gangguan hati, lupus, tekanan darah rendah, penyakit asam urat, diabetes, dan ketidakseimbangan elektrolit.
- Beri tahu dokter jika Anda akan menjalani MRI atau pemeriksaan yang melibatkan penyuntikan zat radioaktif (kontras) ke dalam pembuluh darah vena, sebelum menggunakan obat ini.
- Diskusikan dengan dokter mengenai penggunaan obat ini jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan sebelum menggunakan Lasix injeksi.
- Informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen, dan produk herbal, untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Segera temui dokter jika mengalami reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah menggunakan obat ini.
Dosis dan Aturan Pakai Lasix Injeksi
Lasix injeksi akan disuntikkan ke dalam otot (intramuskular/IM) atau ke dalam pembuluh darah (intravena/IV). Berikut adalah dosis umum penggunaan Lasix injeksi berdasarkan kondisi pasien:
Kondisi: Edema paru akut
Bentuk: Suntik IV
- Dewasa: 40 mg, disuntikkan perlahan melalui selang infus selama 1−2 menit. Dosis bisa ditingkatkan menjadi 80 mg jika diperlukan.
Kondisi: Edema karena gagal jantung kongestif, sirosis, atau penyakit ginjal
Bentuk: Suntik IV atau IM
- Dewasa: 20–50 mg, diberikan secara perlahan. Dosis dapat ditingkatkan 20 mg setiap 2 jam jika diperlukan. Dosis maksimal 1.500 mg per hari.
- Anak-anak: 0,5–1,5 mg/kgBB per hari. Dosis maksimal 20 mg per hari.
Cara Menggunakan Lasix Injeksi dengan Benar
Lasix injeksi diberikan oleh dokter atau petugas medis di bawah pengawasan dokter di rumah sakit.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu pasien ketahui terkait pemberian Lasix injeksi:
- Sebaiknya gunakan pakaian dengan lengan yang mudah digulung agar proses penyuntikan lebih mudah.
- Dokter akan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah atau otot pasien.
- Pastikan untuk mengikuti anjuran dokter selama menjalani pengobatan dengan Lasix injeksi.
- Segera laporkan kepada dokter jika muncul reaksi tertentu atau keluhan baru setelah penyuntikan Lasix injeksi.
Interaksi Lasix Injeksi dengan Obat Lain
Beberapa interaksi yang dapat terjadi jika Lasix injeksi digunakan bersama obat-obatan tertentu adalah:
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan telinga jika digunakan bersama antibiotik golongan aminoglikosida, polymyxin, vancomycin, atau cisplatin
- Peningkatan risiko terjadinya tekanan darah terlalu rendah jika digunakan dengan obat antihipertensi ACE inhibitor dan ARB atau antidepresan MAOI
- Peningkatan risiko terjadinya kerusakan ginjal jika digunakan bersama antibiotik golongan sefalosporin
- Peningkatan risiko terjadinya hiponatremia jika digunakan bersama carbamazepine
- Peningkatan risiko terjadinya efek samping dari obat glikosida jantung, seperti digoxin
- Penurunan efektivitas obat antidiabetes
- Penurunan efektivitas Lasix injeksi jika digunakan dengan obat golongan NSAID, seperti ibuprofen dan asam mefenamat
Agar terhindar dari interaksi yang tidak diinginkan, pastikan untuk memberi tahu dokter jika hendak menggunakan obat lain selama menjalani terapi dengan Lasix injeksi.
Efek Samping dan Bahaya Lasix Injeksi
Efek samping yang mungkin timbul setelah menggunakan Lasix injeksi antara lain:
Berkonsultasilah dengan dokter melalui chat jika efek samping di atas tidak kunjung membaik. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan untuk mengatasi keluhan tersebut.
Segera periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau efek samping serius, seperti:
- Mulut terasa sangat kering
- Merasa sangat lelah
- Telinga berdenging
- Jantung berdebar atau detak jantung tidak teratur.
- Kram otot
- Kulit menguning