Lidah terasa kebas sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman dan membuat penderitanya khawatir. Soalnya, kondisi ini dapat mengganggu kemampuan berbicara, mengecap rasa, hingga menelan. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai penyebab dan langkah penanganannya agar lidah kebas dapat segera mereda.
Lidah terasa kebas bukan hanya mengganggu aktivitas makan dan berbicara, tetapi juga bisa menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan tertentu. Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti iritasi akibat makanan panas, efek samping obat, alergi, hingga masalah pada saraf.
Terkadang, lidah kebas juga disertai gejala lainnya, seperti pembengkakan wajah, ruam, gatal, atau kesulitan menelan dan bernapas. Meski terlihat sepele, kondisi ini tidak boleh diabaikan begitu saja ya. Soalnya, lidah kebas juga bisa menandakan adanya kondisi medis yang lebih serius dan butuh penanganan.
Penyebab Lidah Terasa Kebas
Berikut ini adalah beberapa penyebab lidah terasa kebas yang perlu Anda ketahui:
1. Cedera atau iritasi
Lidah terasa kebas sering kali terjadi akibat cedera atau iritasi. Misalnya, lidah tergigit saat makan, terkena makanan atau minuman yang terlalu panas, atau tergores oleh gigi palsu dan alat ortodontik.
Nah, luka atau iritasi pada permukaan lidah ini bisa mengganggu ujung-ujung saraf di area tersebut, sehingga Anda merasakan sensasi mati rasa, tebal, atau kesemutan.
2. Efek samping obat-obatan
Beberapa obat-obatan, seperti obat alergi, antibiotik, obat kemoterapi, atau obat hipertensi, dapat menimbulkan lidah terasa kebas sebagai efek samping. Obat-obatan ini bisa memengaruhi sistem saraf atau aliran darah ke lidah, sehingga menyebabkan sensasi tidak biasa, termasuk mati rasa.
Selain itu, penggunaan anestesi lokal saat perawatan gigi sering menyebabkan sensasi kebas pada mulut dan lidah, biasanya bersifat sementara.
3. Reaksi alergi
Reaksi alergi, terutama terhadap makanan tertentu, seperti seafood, kacang, atau obat-obatan dapat membuat lidah terasa kebas. Saat tubuh bereaksi terhadap alergen, sistem imun akan melepaskan zat kimia seperti histamin yang memicu peradangan dan pembengkakan pada jaringan lidah, sehingga saraf di sekitarnya tertekan dan menimbulkan sensasi kebas, gatal, atau kesemutan.
4. Kekurangan vitamin B12
Vitamin B12 berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf. Jika tubuh kekurangan vitamin B12, fungsi saraf terganggu dan salah satu gejalanya adalah lidah terasa kebas. Biasanya, kekurangan vitamin ini juga dapat menyebabkan sensasi kesemutan pada bagian tubuh lain, lelah, dan pucat.
5. Diabetes
Pada penderita diabetes, kadar gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak saraf, termasuk saraf yang ada di area mulut dan lidah. Kondisi ini dikenal sebagai neuropati diabetik.
Neuropati diabetik adalah komplikasi diabetes yang terjadi akibat kerusakan saraf secara bertahap, sehingga saraf tidak mampu menghantarkan sinyal dengan baik. Akibatnya, penderita dapat merasakan lidah terasa kebas, kesemutan, rasa terbakar, hingga penurunan kemampuan mengecap rasa.
Jika tidak dikendalikan, kondisi ini dapat semakin memburuk dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
6. Infeksi mulut
Infeksi mulut dapat menjadi salah satu penyebab lidah terasa kebas. Saat terjadi infeksi, baik akibat jamur, bakteri, maupun virus, tubuh akan merespons dengan meningkatkan aliran darah dan sel radang ke area yang terinfeksi.
Proses peradangan inilah yang membuat jaringan lidah membengkak, nyeri, dan lebih sensitif. Nah, kondisi tersebut dapat menekan ujung-ujung saraf di lidah. Ketika saraf tertekan atau teriritasi, sinyal rasa dan sentuhan tidak dapat diteruskan ke otak dengan normal. Akibatnya, muncul sensasi mati rasa, kesemutan, atau lidah terasa kebas.
Selain itu, infeksi juga dapat merusak lapisan permukaan lidah, sehingga membuat saraf menjadi lebih terbuka dan mudah terganggu. Jika infeksi mulut tidak segera ditangani, peradangan bisa berlangsung lebih lama dan memperparah gangguan pada saraf lidah.
7. Gangguan saraf
Beberapa gangguan saraf, misalnya akibat stroke, Bell’s palsy, tumor di kepala atau leher, atau cedera saraf lingual, dapat menyebabkan lidah terasa kebas. Gangguan ini bisa menghambat penghantaran sinyal saraf dari lidah ke otak, sehingga sensasi rasa, sentuhan, atau suhu pada lidah menjadi terganggu.
Akibatnya, penderitanya bisa mengalami kesulitan mengecap rasa, berbicara, atau menelan dengan normal. Nah, kondisi ini memerlukan penanganan medis agar fungsi lidah dan saraf dapat pulih kembali.
8. Komplikasi pasca tindakan medis
Setelah menjalani tindakan medis di mulut atau gigi, seperti pencabutan gigi, operasi gusi, atau penggunaan anestesi lokal, Anda mungkin mengalami lidah terasa kebas.
Hal ini bisa terjadi jika saraf di sekitar lidah terkena efek obat bius, cedera, atau tertekan selama prosedur. Namun, tidak perlu khawatir, karena kebas akan hilang dalam beberapa jam hingga hari kok.
Begini Langkah Penanganan Lidah Terasa Kebas yang Bisa Dilakukan
Langkah penanganan lidah terasa kebas sebaiknya disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gejala yang Anda alami ya. Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan agar fungsi lidah kembali normal:
- Hindari makanan dan minuman panas atau pedas
- Hentikan paparan zat atau makanan pemicu alergi
- Jaga kebersihan mulut dengan rajin menyikat gigi dan membersihkan lidah, serta berkumur air garam
- Penuhi kebutuhan suplemen atau makanan yang mengandung vitamin B12
- Berhenti merokok dan batasi konsumsi alkohol
Bagi penderita diabetes, Anda perlu menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan rutin memeriksakan diri ke dokter ya. Dengan begitu, risiko kerusakan saraf yang bisa menyebabkan lidah terasa kebas dapat diminimalkan.
Kapan Lidah Terasa Kebas Harus Segera Ditangani Dokter
Lidah terasa kebas harus segera ditangani dokter jika disertai gejala atau kondisi berikut:
- Lidah kebas muncul tiba-tiba dan terasa berat
- Pembengkakan di wajah, bibir, atau tenggorokan
- Sesak napas atau mengi
- Sulit menelan atau berbicara
- Kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi wajah atau tubuh
- Kebas tidak membaik atau justru semakin parah setelah 1–2 hari
- Pusing berat, penurunan kesadaran, atau kehilangan kesadaran
- Demam tinggi tanpa sebab yang jelas,
- Ruam, gatal-gatal, dan kulit melepuh secara tiba-tiba
Jika Anda mengalami salah satu kondisi di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi.
Sebenarnya, lidah terasa kebas bisa membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Meski begitu, kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan ya, terutama jika muncul berulang atau disertai gejala serius. Oleh karena itu, lakukan konsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya guna mendapatkan penanganan yang tepat.
Untuk mendapatkan saran medis cepat, manfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Anda juga bisa langsung booking konsultasi tatap muka untuk penanganan yang lebih menyeluruh.
