Penyimpangan seksual atau parafilia adalah bangkitnya gairah seksual secara terus-menerus terhadap objek, situasi, atau individu tertentu yang tidak lazim.  Beberapa kasus penyimpangan seksual terjadi tidak hanya pada orang dewasa, namun juga pada anak-anak.

Kata parafilia sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu para yang berarti di samping (sekitar) dan philia yang berarti persahabatan atau cinta. Parafilia atau penyimpangan seksual secara medis diartikan sebagai ketertarikan atau fantasi seksual yang tidak wajar terhadap benda, situasi, atau kelompok individu tertentu.

Lindungi Anak Anda dari Pelaku Penyimpangan Seksual - Alodokter

Penyebab penyimpangan seksual sejauh ini belum dapat dipastikan. Namun, para ahli menduga bahwa terdapat berbagai faktor yang dapat melatarbelakanginya, seperti faktor biologis berupa kelainan struktur dan kinerja otak, dan faktor psikologis, misalnya trauma masa kecil akibat pelecehan seksual. Biasanya penyimpangan seksual ini lebih banyak dialami saat remaja atau dewasa muda.

Berbagai Jenis Penyimpangan Seksual

Terlibat dalam hubungan bersama seorang penderita penyimpangan atau kelainan seksual dapat berisiko mendatangkan bahaya bagi anak Anda di kemudian hari. Oleh karenanya, penting untuk mengenali berbagai jenis penyimpangan seksual, di antaranya:

  • Pedofilia
    Pedofilia merupakan penyimpangan seksual yang terjadi saat orientasi seks penderitanya terfokus pada anak-anak dan bukan orang dewasa. Biasanya penderita pedofilia memiliki hasrat seksual berlebihan terhadap anak-anak atau remaja berusia 18 tahun ke bawah.
  • Froteurisme
    Froteurisme merupakan penyimpangan seksual di mana pelakunya gemar menggesekkan alat kelaminnya pada tubuh orang yang tidak dikenal untuk mendapat kepuasan seksual.
  • Ekshibisionisme
    Ekshibisionisme adalah orang yang senang memperlihatkan alat kelamin di depan publik atau orang yang tidak dikenal. Bagi penderita ekshibisionisme, ini merupakan salah satu cara mereka memuaskan hasrat seksualnya.
  • Voyeurisme
    Voyeurisme merupakan jenis parafilia di mana penderitanya mendapatkan kepuasan seksual dengan cara mengintip, menguntit, dan melihat aktivitas seksual orang lain secara diam-diam.

Selain itu, terdapat beberapa penyimpangan seksual lain, seperti nekrofilia (ketertarikan seksual pada mayat), skatologia (kepuasan seksual melalui telepon), coprophilia (tertarik secara seksual terhadap feses), zoofilia (ketertarikan seksual pada hewan), masokisme yaitu kepuasan seksual saat disakiti, dihina, atau dilecehkan orang lain, dan sadisme seksual (kepuasan seksual ketika menyakiti, menghina, atau melecehkan orang lain). Akan tetapi, penyimpangan seksual tersebut merupakan bentuk yang lebih ekstrem dari hasrat seksual yang tidak terkendali.

Mencegah Anak dari Penderita Penyimpangan Seksual

Mencegah anak dari penderita penyimpangan seksual memang terbilang cukup sulit. Hal ini karena para pelaku penyimpangan seksual acapkali terlihat seperti orang normal yang tidak mencurigakan. Akan tetapi, Anda masih bisa melindungi mereka dengan beberapa langkah berikut:

  • Kenalkan anak terhadap pendidikan seksual sejak dini. Ajarkan pula anak bagian tubuh tertentu yang tidak boleh dilihat atau disentuh sama sekali oleh orang lain.
  • Ajari anak untuk selalu terbuka tentang rahasia yang dimilikinya. Ciptakan hubungan erat antara Anda dan anak, ini bertujuan agar anak merasa nyaman dan percaya kepada Anda untuk menceritakan masalah pribadinya.
  • Anda harus mulai mencurigai setiap orang yang suka memberinya mainan atau hadiah. Ini merupakan salah satu cara pelaku penyimpangan seksual untuk memikat korbannya.
  • Didik anak untuk menolak bepergian dengan orang lain tanpa sepengetahuan dan seizin orang tua.
  • Para orang tua disarankan mengenali lingkungan tempat anak bermain dan dengan siapa mereka bermain. Pastikan pula teman sepermainannya memiliki usia yang sebaya dengan anak Anda.
  • Ajarkan pada anak bahwa kekerasan seksual atau pelecehan seksual dapat datang dari orang-orang yang mereka percayai.

Penanganan untuk penderita penyimpangan seksual, lebih ditujukan untuk menyadarkan penderita terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh perilaku menyimpangnya, dan membimbing mereka melalui psikoterapi dan konseling. Pemberian obat-obatan tertentu mungkin bermanfaat pada setiap penderita penyimpangan seksual.

Pelaku penyimpangan seksual juga perlu diingatkan terhadap risiko dan konsekuensi hukum yang berlaku, jika melakukan tindakan seksual yang ilegal. Kondisi ini perlu ditangani oleh psikiater atau psikolog, dan seringkali memerlukan penanganan jangka panjang.