Ruam kemerahan dan demam tinggi tidak selalu menjadi gejala campak ataupun rubella. Kondisi ini mungkin merupakan salah satu gejala penularan virus roseola infantum. Penanganan yang tepat akan menghindarkan balita dari risiko yang berbahaya.

Virus roseola infantum sering menyerang bayi usia enam bulan hingga 1,5 tahun. Umumnya virus ini tidak berbahaya, bahkan terkadang kondisi ini juga tidak terdeteksi karena gejalanya bersifat umum. Meski begitu, Anda tetap harus waspada jika kondisi ini menyerang buah hati Anda, sebab roseola termasuk penyakit menular.

Lindungi Balita dari Penularan Roseola Infantum - Alodokter

Beragam Gejala Roseola Infantum

Kemunculan roseola biasanya ditandai dengan beberapa gejala, antara lain:

  • Demam tinggi secara tiba-tiba.
  • Batuk, pilek, dan sakit tenggorokan.
  • Diare ringan.
  • Ruam kemerahan.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pembengkakan kelenjar pada leher.
  • Pembengkakan kelopak mata.

Demam biasanya akan turun setelah 3-4 hari. Setelah itu, muncul ruam merah muda yang biasanya muncul pada punggung, perut, atau dada. Ruam dapat terasa gatal, dan kadang juga dapat menyebar ke kaki dan wajah. Pada beberapa kasus yang sangat jarang, anak yang mengalami roseola akan mengalami kejang demam.

Roseola biasanya terjadi karena infeksi virus herpes tipe 6 (HHV/human herpesvirus 6) yang penyebarannya sama dengan penularan flu, yaitu melalui batuk atau bersin dari anak lain yang lebih dulu terinfeksi. Selain itu, virus juga bisa menular setelah menyentuh barang yang disentuh penderita. Barang-barang tersebut dapat berupa pegangan pintu, mainan, ataupun gelas dan alat makan.

Cara Mengatasi Roseola Infantum

Balita yang mengalami roseola umumnya bisa pulih setelah beristirahat dengan cukup. Anda juga bisa membantu penyembuhannya dengan beberapa langkah di bawah ini:

  • Berikan minum yang cukup
    Hal ini perlu dilakukan meski anak mungkin tidak merasa haus, untuk mencegah dehidrasi. Jika Si Kecil masih mengonsumsi ASI, berikan ASI secara teratur setiap hari.
  • Beristirahat di ruangan yang sejuk
    Biarkan Si Kecil beristirahat dalam ruangan yang nyaman dan temperatur rendah atau sejuk. Jika memungkinkan, Anda bisa membuka jendela kamar tidurnya agar ruangan tidak terasa pengap.
  • Gunakan obat penurun panas jika perlu
    Berikan obat penurun panas jika ia demam. Namun, jangan memberikan paracetamol dan ibuprofen secara bersamaan. Selain itu, jangan pernah memberikan aspirin pada anak di bawah usia 16 tahun, kecuali atas resep dokter.
  • Mandi dengan air hangat
    Jangan menggunakan air dingin saat mandi selama sakit. Sebagai gantinya, mandikan dia dengan air hangat. Jika tidak memungkinkan, Anda disarankan untuk membersihkan tubuhnya dengan lap yang dibasahi air hangat.

Umumnya roseola infantum dapat reda dengan sendirinya dalam satu minggu. Namun, segera periksakan ke dokter jika:

  • Anak mengalami demam tinggi dan kejang.
  • Ruam tidak hilang setelah tiga
  • Sistem kekebalan tubuh anak lemah akibat menderita penyakit serius.
  • Anak sedang menjalani pengobatan tertentu, misalnya kemoterapi.

Infeksi roseola bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun. Maka dari itu, jika anak Anda terkena roseola infantum, sebaiknya dia tidak bersekolah dulu hingga kondisinya membaik, agar tidak menularkan infeksi kepada anak-anak lain.

Roseola juga bisa terjadi pada orang dewasa jika belum pernah terpapar virus ini. Infeksi roseola pada orang dewasa cenderung menimbulkan gejala-gejala yang ringan, tapi juga bisa menular pada anak-anak. Hingga saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah roseola, sehingga penting menghindari kontak dengan orang yang sedang terinfeksi.