Saat menstruasi, penting bagi setiap wanita untuk menjaga higienitas daerah kewanitaan. Risiko infeksi vagina semakin tinggi ketika kebersihan saat menstruasi tidak terjaga. Oleh karena itu, sebagai tindakan pencegahan diperlukan sebuah perawatan khusus.

Tingkat keasaman (pH) normal vagina adalah antara 3,8 hingga 4,5. Kadar ini cenderung meningkat di masa menstruasi seiring meningkatnya pH darah. Inilah yang menyebabkan pertumbuhan jamur vagina meningkat selama periode datang bulan. Gejala infeksi ini biasanya terjadi sekitar sepekan sebelum haid.

Lindungi Diri dari 7 Penyakit Infeksi Vagina Selama Menstruasi - Alodokter

Akibat Infeksi Vagina, Wanita Dihadapkan kepada Risiko Serangan Penyakit Ini

Beberapa contoh jenis infeksi yang bisa menyerang daerah vagina antara lain:

  • Klamidia (chlamydia)
    Penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Pada wanita, penyakit ini dapat menginfeksi anus, leher rahim, ataupun tenggorokan. Penularan penyakit ini terjadi melalui hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.
  • Infeksi jamur atau candidiasis
    Disebabkan oleh jamur Candida yang sering diasosiasikan dengan kemunculan iritasi, gatal, dan bengkak.
  • Gonore
    Penyakit menular seksual akibat bakteri Neisseria gonorrhoeae.
  • Vaginosis bakteri
    Infeksi pada vagina akibat bakteri. Kondisi ini muncul karena ketidakseimbangan bakteri baik dan buruk pada vagina.
  • Vaginitis viral
    Salah satu penyebab penyakit infeksi virus ini adalah herpes simplex virus atau HSV (herpes genetalia). Penyakit kelamin ini disebarkan melalui hubungan seksual.
  • Trikomoniasis
    Penyakit menular seksual yang sering menyerang wanita ini disebabkan oleh organisme kecil bernama Trikomonas vaginalis.
  • Vaginitis non-infeksi/alergi
    Reaksi yang timbul akibat bahan pencetus alergi (alergen).

Pada dasarnya, risiko infeksi vagina saat menstruasi dapat dikurangi dengan berbagai cara sederhana, seperti mengganti pembalut secara teratur dan menjaga kebersihan vagina. Selain itu, berikan waktu ekstra ketika mandi untuk membersihkan daerah kewanitaan dari darah dan cairan. Sementara pencegahan yang dapat dilakukan sehari-hari adalah dengan menjaga vagina tetap kering, tidak menggunakan celana yang terlalu ketat, membasuh kemaluan dari depan ke belakang setelah buang air kecil, hingga menggunakan kondom saat berhubungan seksual.

Cara Menggunakan Pembersih Kewanitaan saat Menstruasi

Menggunakan cairan pembersih vagina sering diasosiasikan dengan efek negatif, seperti vaginosis bakterial, penyakit radang panggul, infertilitas, bahkan kanker serviks. Kondisi ini umumnya dikarenakan cairan pembersih menghilangkan kuman baik yang berperan sebagai pelindung di vagina sehingga memicu pertumbuhan bakteri patogen (kuman penyebab penyakit).

Namun efek tersebut mungkin didapatkan jika cara penggunaannya salah. Cairan pembersih kewanitaan sebaiknya memang tidak digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam vagina (vaginal douching). Douching merupakan praktik menyemprot atau memasukan air atau cairan pembersih ke dalam vagina. Cairan pembersih vagina cukup digunakan dia area luar (vulva) dengan cara dibasuh. Penggunaan di area vulva dan perineum dinilai aman dan justru bermanfaat.

Anda dapat menggunakan pembersih vagina yang mengandung antiseptik untuk mengurangi jumlah bakteri. Begitu pula dengan pembersih kewanitaan yang mengandung bisabolol dan ekstrak lidah buaya. Bisabolol merupakan ekstrak chamomile yang memiliki sifat antiperadangan dan menenangkan kulit. Sementara itu, lidah buaya sejak lama dikenal karena manfaatnya, memiliki sifat antiperadangan, antivirus, antijamur, antinyeri, dan dapat melembapkan, serta mengatasi gatal.

Lidah buaya juga terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka episiotomi. Episiotomi merupakan sayatan yang dibuat pada perineum untuk memudahkan jalan lahir bayi dalam proses kelahiran normal. Hal ini menjadikan pembersih kewanitaan berbahan bisabolol dan lidah buaya aman digunakan oleh ibu yang baru saja melahirkan.

Pilihlah pembersih kewanitaan dengan pH yang sesuai, yaitu minimal 3,8 dan maksimal 4,5. Baca aturan pakai sebelum menggunakan pembersih vagina. Konsultasikan lebih dulu ke dokter jika Anda sedang hamil, berencana hamil, sedang menyusui, memiliki alergi, atau sedang mengonsumsi obat tertentu.

sponsored by: