Macam-macam benjolan bisa muncul di berbagai area tubuh, dengan bentuk dan penyebab yang berbeda-beda. Banyak benjolan yang tidak berbahaya, tetapi ada juga yang perlu diwaspadai karena bisa menjadi tanda penyakit serius.
Benjolan sering membuat khawatir, apalagi jika muncul tiba-tiba atau bertambah besar. Secara umum, kemunculan benjolan bisa disebabkan oleh infeksi, reaksi alergi, tumor, kanker, atau kondisi medis tertentu. Letaknya juga beragam, seperti di leher, ketiak, payudara, kepala, atau bagian tubuh lainnya.

Beberapa benjolan bisa terasa nyeri, sedangkan yang lain tidak menimbulkan keluhan sama sekali. Nah, untuk memastikan benjolan tersebut aman atau perlu penanganan khusus, penting untuk mengenali macam-macam benjolan.
Macam-Macam Benjolan yang Umum Muncul
Berikut macam-macam benjolan yang kerap ditemukan di tubuh beserta karakteristiknya:
1. Lipoma (benjolan lemak)
Lipoma termasuk salah satu dari macam-macam benjolan yang paling sering dijumpai. Lipoma adalah benjolan lunak yang terbentuk akibat penumpukan lemak di bawah permukaan kulit. Lipoma biasanya tumbuh perlahan, berukuran kecil hingga sedang, dan lebih sering ditemukan pada orang dewasa.
Permukaannya terasa licin dan kenyal saat disentuh, serta mudah digerakkan jika didorong dengan jari. Lipoma umumnya tampak sebagai benjolan bulat atau oval dan bisa muncul di lengan, punggung, bahu, atau paha. Biasanya, lipoma tidak menimbulkan nyeri, kecuali jika menekan saraf atau tumbuh di area sensitif.
Meskipun hampir selalu jinak, lipoma dapat diangkat melalui prosedur bedah jika mengganggu penampilan atau fungsi tubuh.
2. Kista
Kista adalah salah satu dari macam-macam benjolan yang berbentuk kantong kecil berisi cairan, udara, atau zat semi padat. Kista dapat tumbuh di berbagai area tubuh, mulai dari kulit, payudara, ovarium, hingga ginjal. Ukurannya bervariasi, bisa sebesar kacang atau bahkan lebih besar.
Saat disentuh, kista umumnya terasa kenyal dan kadang licin. Ada kista yang tidak menimbulkan keluhan sama sekali, tetapi bisa menjadi merah dan nyeri jika terinfeksi. Pada kasus tertentu, kista dapat pecah atau mengempis dengan sendirinya. Namun, ada pula yang perlu diangkat, khususnya jika mengganggu atau berisiko mengalami infeksi berulang.
3. Bisul (furunkel)
Bisul adalah salah satu macam-macam benjolan yang timbul akibat infeksi bakteri, biasanya Staphylococcus aureus, pada akar rambut atau kelenjar minyak. Bisul dimulai dengan benjolan merah kecil yang terasa hangat, kemudian membesar, menjadi lebih nyeri, dan berisi nanah di bagian tengah.
Kulit di sekitarnya juga dapat tampak kemerahan dan bengkak. Bisul muncul di area tubuh yang sering lembap, tergesek, atau berbulu, seperti ketiak, leher, bokong, dan paha.
Jika tidak ditangani dengan benar, bisul bisa pecah sendiri atau menyebar ke jaringan sekitarnya. Perawatan bisul meliputi menjaga kebersihan, kompres hangat, dan terkadang pemberian antibiotik jika infeksi meluas.
4. Pembengkakan kelenjar getah bening
Pembengkakan kelenjar getah bening merupakan bagian dari macam-macam benjolan yang sering membuat kekhawatiran. Kondisi ini terjadi ketika tubuh sedang melawan infeksi, baik akibat virus, bakteri, maupun penyebab lainnya. Benjolan ini biasanya terasa kenyal, bulat, dan dapat digerakkan di bawah kulit.
Lokasi kelenjar getah bening yang sering membesar, antara lain di leher, ketiak, dan lipatan paha. Selain pembengkakan, terkadang muncul keluhan lain seperti demam, sakit tenggorokan, atau kelelahan.
Pada sebagian besar kasus, benjolan ini akan mengecil setelah infeksi membaik. Namun, pembengkakan kelenjar yang berlangsung lebih dari dua minggu, berbentuk sangat besar dan keras, atau disertai penurunan berat badan, perlu segera diperiksakan ke dokter.
5. Tumor
Tumor adalah macam-macam benjolan yang terbentuk akibat pertumbuhan jaringan tubuh yang tidak normal. Tumor bisa berupa jinak (tidak berbahaya) maupun ganas (kanker). Benjolan yang berasal dari tumor biasanya keras, tidak terasa nyeri, dan cenderung membesar secara perlahan.
Tekstur permukaan tumor bisa halus atau tidak rata, dan kadang menimbulkan perubahan warna atau sensasi pada kulit di sekitarnya. Tumor dapat muncul di area mana saja, mulai dari kulit, payudara, kelenjar, hingga organ dalam tubuh.
Tumor jinak umumnya tidak menyebar ke jaringan lain, sedangkan tumor ganas dapat tumbuh lebih cepat dan menyerang organ di sekitarnya. Pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter sangat diperlukan untuk memastikan jenis tumor dan menentukan langkah penanganan terbaik.
6. Polip
Polip adalah benjolan kecil yang tumbuh di area permukaan dinding organ, seperti hidung, usus besar, atau rahim. Polip biasanya berbentuk seperti tonjolan kecil, bisa bertangkai atau melekat langsung di permukaan. Sebagian besar polip bersifat jinak dan sering kali tidak menimbulkan gejala.
Namun, pada beberapa kasus, polip dapat menimbulkan perdarahan atau keluhan lain, tergantung lokasi tumbuhnya. Ada jenis polip tertentu, misalnya di usus besar, yang berisiko berkembang menjadi kanker jika dibiarkan terlalu lama.
7. Fibroid (miom)
Fibroid atau dalam istilah medis disebut miom adalah benjolan jinak yang tumbuh di jaringan otot rahim. Miom paling sering ditemukan pada wanita usia subur dan bentuknya bisa satu atau lebih. Ukuran dan lokasi fibroid bermacam-macam, dari sekecil biji hingga sebesar buah.
Gejalanya bisa berupa menstruasi berlebihan, nyeri panggul, atau sulit buang air kecil. Namun, ada pula kasus fibroid yang tidak menimbulkan gejala. Penanganan fibroid akan disesuaikan dengan ukuran, lokasi, serta gejala yang ditimbulkan.
8. Gondok
Gondok adalah pembesaran kelenjar tiroid yang terletak di leher bagian depan. Benjolan gondok biasanya tampak membengkak dan terasa kenyal saat disentuh. Penyebab utama gondok bisa berupa kekurangan yodium, gangguan autoimun, atau masalah fungsi kelenjar tiroid.
Gejalanya bervariasi, mulai dari benjolan yang tidak menimbulkan keluhan hingga adanya rasa tidak nyaman di leher, sulit menelan, atau suara serak. Jika gondok membesar atau menyebabkan gangguan pernapasan, perlu segera memeriksakan diri ke dokter.
Ciri-Ciri Benjolan yang Harus Diwaspadai
Meskipun macam-macam benjolan banyak yang bersifat jinak, Anda perlu waspada jika menemukan tanda seperti berikut:
- Benjolan bertambah besar dengan cepat
- Terasa keras dan tidak bisa digerakkan
- Terasa sangat nyeri atau mengalami infeksi
- Muncul demam, penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya, atau sering berkeringat di malam hari
- Benjolan tidak mengecil atau bertahan lebih dari beberapa minggu
Jika Anda menemukan macam-macam benjolan dengan ciri-ciri di atas, segera konsultasikan ke dokter agar bisa diketahui penyebab pastinya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Menghadapi macam-macam benjolan membutuhkan sikap tenang dan perhatian terhadap gejala yang muncul. Jangan memencet atau mencoba mengeluarkan isi benjolan tanpa arahan medis, karena hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi atau memperparah kondisi.
Jadi, selalu amati perubahan ukuran, warna, dan tekstur benjolan, serta catat gejala lain yang mungkin menyertai, ya. Apabila mengalami keluhan macam-macam benjolan yang patut diwaspadai, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Anda juga bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat dan menghindari komplikasi serius.