Sejak dahulu, adas dipercaya sebagai galactogogue, yaitu sebuah zat yang dipromosikan bisa memperlancar air susu ibu (ASI). Bagian dari tanaman ini yang kerap digunakan untuk memperlancar ASI adalah biji dan daunnya.

Seperti yang kita ketahui, ibu menyusui dilarang mengonsumsi sembarang makanan karena bisa berdampak kepada ASI. Lalu bagaimana dengan keamanan tanaman  herba adas bagi ibu menyusui dan bayi?

Manfaat dan Efek Samping Adas bagi Ibu Menyusui - Alodokter

Adas adalah sejenis tanaman bunga yang berasal dari Mediterania. Kini keberadaannya bisa dijumpai di seluruh penjuru dunia. Tanaman berbau harum dan memiliki cita rasa ini kerap dijadikan bumbu dapur pada sejumlah masakan.

Khasiat Adas Secara Ilmiah

Selama ini adas dipercaya dapat menambah pasokan ASI ibu yang sedang menyusui. Hal itu didukung oleh satu penelitian berskala kecil yang menyatakan bahwa terapi dengan adas bisa meningkatkan jumlah ASI. Namun satu penelitian saja belum cukup untuk membuktikan secara klinis khasiat adas. Masih dibutuhkan uji klinis ilmiah yang lebih lengkap dan menyeluruh untuk mendapatkan kepastian tersebut.

Jika Anda ingin mencoba melancarkan ASI menggunakan adas, Anda bisa menikmatinya dengan tiga cara.

  • Biji adas bisa diseduh menjadi teh.
  • Tambahkan sebagai bumbu masakan.
  • Dimakan sebagai sayuran matang atau mentah.

Namun, selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda mengenai cara atau aturan pemakaian, dan risiko efek samping atau hasil interaksi adas dengan obat yang dengan dikonsumsi. Pastikan juga produk-produk yang Anda konsumsi terdaftar secara sah di BPOM dan cocok dikonsumsi oleh ibu yang sedang menyusui.

Status Keamanannya

Apa pun yang dikonsumsi ibu menyusui, maka akan dikonsumsi pula oleh bayi. Bagaimana dengan adas?

Sebenarnya keamanan adas pada ibu menyusui belum diketahui secara pasti. Ada penelitian yang menyatakan aman, tapi ada juga yang berpendapat sebaliknya.

FDA (BPOM Amerika Serikat) menyatakan bahwa adas bisa dikategorikan sebagai bahan makanan yang aman dan bisa dikonsumsi oleh semua orang dewasa, termasuk ibu menyusui. Menurut FDA, sejumlah kecil adas yang terkandung di dalam ASI sepertinya tidak berbahaya bagi bayi. Begitu pula ada penelitian lain yang berkesimpulan bahwa adas aman digunakan untuk bayi, namun disarankan pemakaiannya tidak lebih dari 14 hari.

Penggunaannya pun harus hati-hati karena jika mengonsumsi adas secara berlebihan, efeknya dapat meracuni si Kecil melalui ASI. Bayi berpotensi mengalami reaksi alergi maupun keracunan akibat ASI dari ibu yang mengonsumsi teh mengandung adas dan tanaman herba lainnya secara berlebihan.

Dianjurkan menghindari adas jika Anda memiliki alergi pada seledri, wortel, atau tanaman mugwort. Orang yang memiliki gangguan pendarahan juga sebaiknya menghindari karena adas dianggap bisa memperlambat pembekuan darah.

Penggunaan adas juga sebaiknya dihindari oleh mereka yang memiliki kondisi yang sensitif terhadap hormon, seperti pengidap kanker ovarium, endometriosis, kanker payudara, atau kanker rahim.

Hingga saat ini, belum terdapat data yang kuat untuk mendukung keamanan adas pada ibu menyusui dan anak-anak sebagai perangsang utama ASI. Jika Anda ingin mengonsumsinya, pilih produk yang telah terdaftar di BPOM RI dan terlebih dahulu konsultasikan kepada dokter.