Di antara berbagai tanaman herba yang ada, tanaman jahe untuk ibu hamil dipercaya memiliki beberapa manfaat. Antara lain mampu menghilangkan pusing, meningkatkan sistem imun tubuh, dan menurunkan tekanan darah tinggi. Benarkah ini? Amankah jahe untuk ibu hamil? Mari ketahui manfaat jahe di sini.

Bagi bangsa Asia, dan Indonesia khususnya, khasiat tanaman herba seperti jahe memang belum sepenuhnya tergantikan oleh obat-obatan atau suplemen dengan beragam manfaatnya. Tanaman yang tumbuh di Tiongkok dan negara beriklim hangat ini sudah digunakan sebagai bahan masakan dan obat tradisional sejak ribuan tahun lamanya.

Manfaat dan Risiko Jahe untuk Ibu Hamil - Alodokter

Sebuah studi menunjukkan bahwa jahe mampu meredakan nyeri menstruasi yang dialami oleh 60% peserta penelitian. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa memberikan jahe untuk ibu hamil bisa mengurangi intensitas mual dan frekuensi muntah. Sementara bagi pengguna obat antikoagulan atau penghambat bekuan darah, konsumsi jahe sebaiknya dibatasi karena jahe dapat menyebabkan pengenceran darah sehingga berisiko menimbulkan perdarahan.

Fakta Mengenai Jahe untuk Ibu Hamil

Walau demikian, para ahli cenderung lebih berhati-hati merekomendasikan jahe kepada ibu hamil. Karena jahe bisa meningkatkan risiko keguguran jika diberikan dalam dosis tinggi. Kandungan jahe dalam makanan bisa saja lebih aman untuk dikonsumsi ibu hamil dibandingkan jahe yang diberikan sebagai obat-obatan, meskipun dalam dosis yang biasanya diberikan.

Inilah sebabnya Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi jahe atau tanaman lain dalam bentuk obat herba. Hal ini untuk menghindari risiko kelahiran prematur, kontraksi uterus, atau cacat pada janin.

Tidak hanya itu, Anda juga tidak memiliki jaminan apakah dosis dan manfaat yang tertera pada label kemasan adalah benar, efektif, teruji, dan aman. Hal ini dikarenakan tanaman atau suplemen herba tidak melalui proses evaluasi yang sama seperti obat-obatan, sehingga kualitas dan kekuatan tanaman herba yang sama dari produsen yang berbeda akan ikut berbeda pula.

Selain rekomendasi dosis maksimum, durasi penggunaan atau pengonsumsian, interaksi jahe dengan obat lain, efek samping, dan konsekuensi overdosis jahe pun masih terus diteliti hingga saat ini.

Jika Anda masih tertarik atau lebih memilih menggunakan jahe untuk mengurangi mual dan muntah, maka disarankan berkonsultasi dengan dokter. Hal lain yang perlu diingat adalah:

  • Pemberian jahe untuk ibu hamil tidak boleh dipaksakan jika kondisi kehamilan memang tidak memungkinkan, meski teman Anda yang juga sedang hamil cocok mengonsumsi tanaman ini.
  • Pelajari dan carilah informasi sebanyak mungkin mengenai tanaman herba yang ingin Anda konsumsi. Akar jahe adalah bagian yang tergolong aman dikonsumsi ibu hamil.
  • Jahe adalah tanaman yang dimanfaatkan efeknya menurut khasiat pengobatan herba. Obat herba ini bukan pengganti obat-obatan medis, karena hingga saat ini belum didapatkan informasi yang akurat mengenai keamanan, dosis tepat, dan efek samping penggunaan jahe sebagai obat.

Jahe memang memiliki beberapa khasiat yang baik untuk meringankan beberapa gejala, seperti mual muntah pada ibu hamil, tetapi bukan berarti jahe dapat menggantikan obat antimual untuk mengatasi gejala. Lakukanlah riset lebih lanjut dan berdiskusilah dengan dokter sebelum memutuskan tanaman herba jenis apa yang aman dikonsumsi selama kehamilan.

Ingatlah, setiap kehamilan berbeda-beda kondisinya. Walau beberapa bidan maupun ahli herba merekomendasikan jahe untuk ibu hamil, namun tanaman herba ini belum tentu cocok dengan kehamilan Anda. Konsumsi jahe sebagai bumbu masakan saat hamil relatif aman jika tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan atau terlalu sering.