Berkaca dari makin meningkatnya perilaku kekerasan di sekolah, baik yang dilakukan orang dewasa kepada siswa maupun antarsiswa sendiri, pembentukan sekolah ramah anak penting untuk dimulai guna menjamin lingkungan pendidikan yang aman.

Berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), perilaku kekerasan di sekolah masih banyak terjadi. Kekerasan di instansi pendidikan ini tidak hanya terjadi di tingkat sekolah menengah dan atas, tetapi juga di tingkat sekolah dasar, bahkan taman kanak-kanak.

Mari Wujudkan Sekolah Ramah Anak, Institusi Pendidikan Dambaan Kita - Alodokter

Untuk menghindari kekerasan di sekolah dan mewujudkan sekolah ramah anak, ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan.

Aspek Psikososial di Sekolah Ramah Anak

Sekolah ramah anak perlu memerhatikan kesehatan emosional orang-orang di dalamnya, tanpa terkecuali. Interaksi dan hubungan sosial yang baik di sekolah akan membantu perkembangan emosional dan intelektual anak. Jika kondisi ini dapat terwujud, maka intimidasi, pelecehan seksual, dan perilaku kekerasan pada siswa bisa dihindari.

Dilihat dari aspek psikososial, sekolah ramah anak perlu melakukan hal-hal berikut:

  • Menekankan nilai dan pendidikan yang mengutamakan pentingnya kerja sama, bukan semata-mata persaingan untuk meraih peringkat terbaik.
  • Memberikan peluang untuk terciptanya kreativitas.
  • Memfasilitasi hubungan dan komunikasi yang baik antara guru, murid, dan orang tua.
  • Menciptakan lingkungan yang hangat, ramah, dan menekankan sikap menghargai antarsesama.
  • Mencegah pemberian hukuman fisik, intimidasi, pelecehan, dan kekerasan, melalui kebijakan atau peraturan di
  • Memberikan kesempatan yang sama pada tiap siswa tanpa memandang perbedaan jenis kelamin, ras, dan agama.

Aspek Kesehatan di Sekolah Ramah Anak

Upaya untuk menciptakan sekolah ramah anak tidak akan berhasil jika tidak memerhatikan unsur kesehatan. Untuk itu, sekolah perlu:

  • Memastikan lingkungan belajar yang sehat dan higienis. Hal ini ditandai dengan adanya fasilitas penyediaan air bersih yang memadai, sanitasi lingkungan sekolah dan kelas yang baik, serta adanya kebijakan dan fasilitas penyedia layanan kesehatan di sekolah (UKS) yang layak.
  • Memberikan perlindungan yang baik untuk menjaga anak dari bahaya pelecehan fisik, mental, maupun seksual.
  • Mendorong terciptanya kesehatan fisik maupun psikis para murid dan guru di sekolah.
  • Memberikan pengalaman belajar yang positif kepada murid di sekolah.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 pasal 28 dan pasal 29 tentang pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja, pengadaan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah) merupakan aspek kesehatan sekolah standar yang wajib terlaksana. Kegiatan UKS meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat.

Usaha Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Selain membangun lingkungan yang kondusif sebagaimana dijabarkan di atas, sekolah ramah anak juga sebaiknya melibatkan lingkungan sekitar. Beberapa poin di bawah ini bisa dijadikan acuan untuk melihat apakah sekolah tersebut sudah ramah bagi anak atau belum.

  • Sekolah mendorong peran keluarga sebagai pengasuh dan pendidik utama. Dalam sekolah ramah anak, harus ada kerja sama dan hubungan yang baik antara siswa, orang tua atau wali, dan guru.
  • Sekolah memberikan perhatian penuh kepada pendidikan dan perkembangan siswa. Dalam hal ini, sekolah perlu mendorong siswanya untuk berpartisipasi dalam semua kegiatan belajar dan aktivitas di sekolah.
  • Sekolah memiliki hubungan sosial yang baik dengan masyarakat sekitar.

Sekolah ramah anak merupakan dambaan semua pihak. Untuk mewujudkannya, sekolah harus memastikan setiap anak berada dalam lingkungan yang aman, baik secara fisik maupun emosional. Untuk itu, diperlukan keterlibatan semua pihak, termasuk para siswa sendiri, guru, orang tua atau wali siswa, serta masyarakat dan pemerintah.