Kanker payudara adalah salah satu penyakit yang menakutkan bagi wanita. Mastektomi menjadi salah satu tindakan yang sering diambil untuk mengatasinya. Lalu apa sebenarnya mastektomi?

Mastektomi adalah operasi pengangkatan payudara. Kini mastektomi tidak hanya dilakukan sebagai tindakan untuk penderita kanker payudara, namun juga bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan guna menekan risiko munculnya penyakit tersebut.

Menaklukkan Kanker Payudara dengan Mastektomi - Alodokter

Mengenali Jenis Mastektomi

Mastektomi dapat dilakukan pada satu payudara ataupun keduanya. Dulu pengangkatan payudara secara keseluruhan merupakan standar tindakan untuk kanker payudara. Namun, kini ada beberapa jenis mastektomi, di antaranya sebagai berikut:

  • Mastektomi radikal
    Mastektomi jenis ini semakin jarang dilakukan. Tindakan ini akan mengangkat seluruh bagian payudara termasuk puting. Mastektomi radikal juga mengangkat kulit bagian atas payudara, otot di bagian bawah sekaligus kelenjar getah bening.
  • Mastektomi radikal modifikasi
    Mastektomi ini akan mengangkat seluruh bagian payudara dan kelenjar getah bening di bawah ketiak, namun otot dada umumnya tetap dipertahankan. Sementara, kulit bagian atas payudara bisa ikut diangkat atau dibiarkan.
  • Mastektomi parsial
    Tindakan ini akan mengangkat bagian payudara yang terkena tumor, kemudian biasanya dilanjutkan dengan terapi radiasi untuk membunuh dan mencegah penyebaran sel kanker. Mastektomi parsial umumnya dilakukan untuk penderita kanker payudara stadium 1 atau 2.
  • Mastektomi preventif
    Tindakan ini dilakukan terutama pada wanita dengan risiko tinggi kanker payudara secara genetik. Menurut penelitian, mastektomi preventif dapat mengurangi risiko kanker payudara hingga 90 persen pada kelompok wanita yang berisiko tinggi. Tindakan ini dapat berupa pengangkatan payudara dan puting secara keseluruhan ataupun tetap mempertahankan keberadaan puting susu.Mastektomi preventif juga umum dilakukan pada wanita yang menderita kanker payudara pada satu payudara, kemudian dilakukan tindakan pencegahan pada payudara lainnya.

Kapan Dilakukan Mastektomi?

Mastektomi dilakukan pada beberapa kondisi, antara lain kanker payudara non-invasif pada jaringan air susu (ductal carcinoma in situ), kanker payudara stadium awal (1 dan 2), kanker payudara stadium 3 setelah kemoterapi, peradangan kanker payudara setelah kemoterapi, kanker payudara yang timbul kembali dan Paget’s disease pada payudara.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang disarankan untuk melakukan mastektomi, seperti:

  • Mengalami peradangan kanker payudara (inflammatory breast cancer).
  • Memiliki tumor yang lebih besar dari 5 cm atau tumor yang relatif besar dibandingkan ukuran payudara.
  • Memiliki penyakit jaringan ikat yang serius, seperti skleroderma atau lupus, yang dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping dari radioterapi.
  • Pernah menjalani pengobatan radioterapi untuk payudara.
  • Memiliki dua atau lebih kanker di payudara yang sama, namun tidak cukup dekat untuk diangkat bersamaan tanpa mengubah bentuk payudara.
  • Sedang hamil dan akan membutuhkan radioterapi saat masih hamil (berisiko membahayakan janin).
  • Memiliki faktor genetik seperti mutasi BRCA, yang meningkatkan risiko terkena kanker payudara untuk kedua

Efek Samping Mastektomi

Tindakan bedah mastektomi tidaklah bebas risiko. Beberapa saat setelah mastektomi, umumnya timbul rasa sakit atau bengkak pada jaringan di sekitar dada. Juga akan tampak bekas luka pada payudara seiring dengan perubahan bentuknya.

Beragam efek samping yang umum dirasakan antara lain terasa nyeri, bengkak di tempat operasi, pembentukan darah di luka (hematoma), penumpukan cairan bening di luka (seroma), mati rasa di dada atau lengan atas

Nyeri saraf (neuropatik), terkadang digambarkan sebagai rasa terbakar atau tertusuk-tusuk, di dinding dada, ketiak, dan/atau lengan, yang tidak hilang seiring berjalannya waktu. Kondisi ini disebut PMPS (post-mastectomy pain syndrome).

Seperti semua operasi, pendarahan dan infeksi di tempat operasi juga mungkin terjadi. Jika kelenjar getah bening di ketiak ikut diangkat, dapat terjadi efek samping lain, seperti lymphedema.

Banyak wanita yang menjalani operasi mastektomi yang mengangkat seluruh payudara untuk mengobati atau mencegah kanker. Perbaikan bentuk payudara dapat dilakukan dengan menggunakan implan payudara. Namun, hal itu perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terkait efek samping penggunaan implan.

Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang memiliki tingkat kesembuhan tinggi apabila segera ditangani. Jika perlu, pertimbangkan untuk melakukan mastektomi setelah berkonsultasi dengan dokter.