Operasi payudara adalah prosedur untuk mengubah payudara, baik pada wanita maupun pria. Secara garis besar, operasi payudara dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit pada payudara atau untuk memperbaiki tampilan payudara sesuai keinginan pasien.

Operasi payudara umumnya aman untuk dilakukan. Namun, sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur ini, pastikan dokter yang dipilih memiliki kualifikasi yang tepat dan pengalaman yang cukup dalam operasi payudara. Pastikan pula rumah sakit yang dipilih telah sesuai standar.

Operasi Payudara, Ini yang Harus Anda Ketahui - Alodokter

Setelah mendapatkan dokter dan rumah sakit yang tepat, diskusikan terlebih dulu dengan dokter mengenai tujuan, manfaat, dan risiko yang mungkin terjadi setelah operasi payudara.

Jenis-Jenis dan Indikasi Operasi Payudara

Operasi payudara dapat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan tujuannya, yaitu operasi untuk tujuan pengobatan dan operasi untuk tujuan kosmetik. Penjelasan lengkapnya sebagai berikut:

Operasi payudara untuk pengobatan

Operasi payudara untuk pengobatan dilakukan sebagai terapi untuk mengobati tumor atau kanker payudara. Operasi ini umumnya dilakukan atas saran dari dokter. Berikut ini adalah contoh-contoh operasi payudara untuk pengobatan:

  • Lumpektomi
    Lumpektomi adalah operasi pengangkatan tumor yang berukuran kecil, kanker payudara stadium dini, atau jaringan yang tidak normal pada payudara. Lumpektomi biasanya diikuti atau mungkin didahului dengan terapi radiasi.
  • Mastektomi
    Mastektomi merupakan operasi pengangkatan payudara dan beberapa jaringan di sekitarnya. Prosedur ini dilakukan untuk mengatasi kanker payudara yang tidak bisa ditangani dengan lumpektomi atau untuk mencegah kanker payudara pada wanita yang diketahui berisiko mengalaminya.
  • Operasi rekonstruksi payudara
    Prosedur ini bertujuan untuk membentuk ulang payudara setelah mastektomi atau memperbaiki bentuk payudara yang rusak berat akibat cedera. Operasi rekonstruksi payudara setelah mastektomi bisa dilakukan segera setelah mastektomi atau ditunda dulu selama beberapa waktu.

Operasi payudara untuk kosmetik

Operasi payudara untuk kosmetik dilakukan untuk mengubah penampilan payudara. Operasi ini biasanya dilakukan atas permintaan pasien, tetapi bisa juga direkomendasikan oleh dokter. Berikut ini adalah jenis-jenis operasi payudara untuk kosmetik:

  • Operasi pembesaran payudara
    Operasi pembesaran payudara adalah prosedur yang bertujuan untuk memperbesar payudara, membuat payudara terlihat simetris, proporsional, atau sesuai dengan harapan pasien. Operasi ini dilakukan dengan menanamkan implan ke jaringan payudara atau otot dada.
  • Operasi pengecilan payudara
    Sesuai namanya, operasi pengecilan payudara bertujuan untuk mengecilkan payudara. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat sebagian jaringan lemak, jaringan ikat, dan kulit payudara.
    Operasi ini umumnya bertujuan untuk membuat bentuk payudara menjadi lebih proporsional dan sesuai dengan bentuk tubuh. Namun, selain itu, operasi ini juga dapat dilakukan pada wanita yang mengalami nyeri leher atau punggung akibat ukuran payudara yang besar, atau pada pria yang menderita ginekomastia (payudara besar).

Peringatan Operasi Payudara

Sebelum memutuskan untuk menjalani operasi payudara, ada beberapa hal yang harus diketahui oleh pasien terlebih dahulu. Berikut ini adalah hal-hal yang harus diketahui oleh pasien, berdasarkan jenis operasi payudara yang hendak dijalani:

Operasi payudara untuk pengobatan

Operasi payudara untuk pengobatan kanker tidak dapat menjamin bahwa kanker akan sembuh total. Setelah lumpektomi atau mastektomi, pasien mungkin masih harus menjalani metode pengobatan lain, seperti radioterapi atau kemoterapi, tergantung pada jenis kanker yang dialami.

Selain itu, tidak semua pasien dengan kanker payudara bisa menjalani operasi ini. Umumnya, pasien yang memiliki penyakit jaringan ikat, seperti skleroderma dan lupus, tidak disarankan menjalani operasi payudara karena dapat memperburuk penyakit dan membuat proses pemulihan menjadi lebih sulit.

Secara khusus, lumpektomi tidak boleh dilakukan pada pasien dengan kondisi berikut:

  • Memiliki dua atau lebih tumor payudara yang lokasinya terpisah jauh, sehingga tidak dapat diangkat melalui satu sayatan
  • Memiliki payudara berukuran kecil dengan tumor berukuran besar, karena dapat memberikan tampilan payudara yang buruk setelahnya

Sementara itu, mastektomi tidak dapat dilakukan atau perlu dipertimbangkan lebih lanjut pada pasien kanker payudara yang kankernya telah menyebar (metastasis) ke organ tubuh lain atau berasal dari kanker yang berada di organ tubuh lain.

Operasi rekonstruksi payudara setelah menjalani mastektomi atau setelah cedera juga memiliki syarat tertentu. Operasi rekonstruksi payudara tidak boleh dilakukan pada pasien dengan kondisi berikut:

  • Berusia di atas 65 tahun
  • Pernah mendapatkan terapi radiasi di daerah dada sebelumnya
  • Obesitas
  • Penyakit paru-paru atau jantung yang tergolong berat
  • Kanker payudara stadium 3 atau stadium 4
  • Gangguan pengendalian emosi
  • Kebiasaan merokok yang tidak ingin dihentikan

Operasi payudara untuk keperluan kosmetik

Saat memutuskan untuk menjalani operasi payudara untuk keperluan kosmetik, pasien perlu memilih rumah sakit dan dokter yang terpercaya pada bidang ini. Selain itu, pasien juga perlu mengetahui hal-hal berikut:

  • Operasi pembesaran payudara tidak dapat mencegah payudara kendur atau menurun.
  • Hasil operasi pembesaran payudara dapat dipengaruhi oleh usia dan kenaikan atau penurunan berat badan pasien.
  • Implan payudara tidak bisa bertahan seumur hidup dan perlu diperbarui setiap 10 tahun atau mungkin lebih cepat.
  • Operasi implan payudara atau operasi pengecilan payudara dapat menimbulkan kesulitan saat proses menyusui.
  • Pengguna implan payudara harus menjalani USG payudara atau MRI payudara secara rutin, untuk mengetahui kemungkinan implan pecah.

Saat berkonsultasi dengan dokter, pasien diharapkan untuk menyampaikan secara detail mengenai ukuran dan tampilan payudara yang diinginkan. Pasien juga perlu memberikan informasi mengenai riwayat kesehatan secara keseluruhan, riwayat konsumsi obat, kebiasaan merokok, dan prosedur medis yang pernah dijalani.

Tidak semua orang bisa menjalani operasi payudara untuk keperluan kosmetik, baik untuk membesarkan atau mengecilkan payudara. Secara umum, berikut ini adalah beberapa kondisi yang membuat operasi payudara kosmetik tidak boleh dilakukan atau perlu ditunda:

  • Menderita infeksi payudara
  • Menderita tumor atau kanker payudara
  • Memiliki riwayat penyakit autoimun
  • Memiliki ekspektasi yang berlebihan terhadap hasil operasi
  • Sedang menjalani radioterapi
  • Sedang hamil
  • Memiliki berat badan berlebih atau obesitas
  • Menderita diabetes
  • Menderita gangguan pembekuan darah
  • Menderita penyakit jantung atau pembuluh darah

Khusus pasien yang ingin menjalani operasi pembesaran payudara, operasi mungkin akan dibatalkan jika pasien diketahui memiliki alergi terhadap silikon.

Sebelum Operasi Payudara

Jika pasien dinyatakan dapat menjalani operasi payudara, ada beberapa hal yang perlu disiapkan, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan fisik payudara, USG payudara, atau mammogram
  • Melakukan tes darah
  • Menghentikan konsumsi obat-obatan tertentu selama beberapa waktu sebelum operasi
  • Berpuasa 8–12 jam sebelum operasi
  • Meminta keluarga atau kerabat untuk menemani pasien selama dan setelah operasi

Prosedur Operasi Payudara

Sebelum operasi payudara dimulai, dokter akan terlebih dahulu menyuntikkan bius umum, agar pasien tertidur dan tidak merasakan sakit selama operasi berlangsung. Setelah bius bekerja, dokter akan memulai operasi payudara yang tahapannya tergantung pada jenis operasi yang akan dilakukan. Berikut penjelasan lengkapnya:

Lumpektomi

Lumpektomi dimulai dengan pembuatan sayatan di payudara. Selanjutnya, dokter akan mengangkat tumor dan sebagian kecil jaringan di sekitar payudara. Jika diperlukan, dokter juga dapat mengangkat kelenjar getah bening di sekitar payudara.

Setelah proses pengangkatan tersebut selesai, dokter akan menutup bekas sayatan dengan jahitan atau menggunakan perekat khusus. Prosedur lumpektomi umumnya berlangsung singkat, yaitu sekitar 1 jam.

Mastektomi

Mastektomi diawali dengan membuat sayatan di sekitar payudara. Setelah itu, dokter akan mengangkat seluruh jaringan payudara. Jika diperlukan, dokter juga akan mengangkat jaringan di sekitar payudara, tergantung pada tingkat penyebaran kanker payudara yang dialami pasien.

Ada beberapa tipe bedah mastektomi, yaitu:

  • Simple/total mastectomy, yaitu pengangkatan seluruh bagian payudara, termasuk puting, areola, dan kulit payudara
  • Modified radical mastectomy, yaitu prosedur simple mastectomy yang disertai dengan pengangkatan seluruh kelenjar getah bening di ketiak
  • Skin-sparing mastectomy, yaitu pengangkatan kelenjar payudara, puting, dan areola, tanpa disertai pengangkatan kulit payudara
  • Nipple-sparing mastectomy, yaitu pengangkatan jaringan payudara dengan menyisakan puting dan kulit payudara
  • Radical mastectomy, yaitu pengangkatan seluruh payudara, kelenjar getah bening di ketiak, dan otot dada (pectoral) di bawah payudara
  • Double mastectomy, yaitu tindakan pencegahan pada wanita yang berisiko terserang kanker payudara, dengan mengangkat kedua payudara

Lamanya prosedur berlangsung berbeda-beda, tergantung tipe mastektomi yang dilakukan dan kondisi pasien. Namun, mastektomi umumnya membutuhkan waktu 1–3 jam.

Operasi rekonstruksi payudara

Operasi rekonstruksi payudara bisa berlangsung 1–6 jam. Ada dua jenis operasi rekonstruksi payudara yang dapat dipilih, tergantung pada kondisi dan kebutuhan pasien, yaitu:

  • Penanaman implan
    Penanaman implan diawali dengan memasukkan tissue expander ke kulit payudara, agar kulit payudara mengembang. Setelah itu, dokter akan memasukkan implan, yang terbuat dari gel silikon atau saline (air garam steril).
  • Tissue flap
    Tissue flap dilakukan dengan mengambil jaringan dari punggung atau perut pasien untuk membentuk gundukan payudara. Jaringan yang diambil ini dapat dibiarkan tetap terhubung dengan pembuluh darah yang lama atau diputus terlebih dahulu dan dihubungkan dengan pembuluh darah baru.

Setelah rekonstruksi payudara selesai, pasien dapat menjalani prosedur rekonstruksi puting. Prosedur ini dilakukan dengan mengambil jaringan dari punggung atau perut. Jaringan yang diambil tersebut kemudian dibentuk agar tekstur, warna, dan ukurannya sesuai dengan puting payudara asli.

Operasi pengecilan payudara

Metode yang dilakukan oleh dokter dalam operasi pengecilan payudara tergantung pada bentuk dan ukuran payudara pasien, seberapa banyak jaringan payudara yang akan diangkat, dan bagaimana pasien ingin payudaranya terlihat setelah operasi.

Berikut ini adalah beberapa metode operasi pengecilan payudara:

  • Liposuction atau sedot lemak
    Sedot lemak dilakukan dengan membuat sayatan kecil di kulit payudara, untuk kemudian menjadi askes masuk tabung kecil yang berfungsi menyedot jaringan dan lemak berlebih di payudara. Metode ini dilakukan jika hanya sedikit lemak dan jaringan yang diambil.
  • Vertical
    Metode vertical dilakukan dengan membuat sayatan di sekeliling areola sampai ke lipatan di bawah payudara. Operasi pengecilan payudara dengan metode ini dipilih jika jaringan payudara yang akan diangkat tidak terlalu sedikit tetapi juga tidak terlalu banyak.
  • Inverted-T atau jangkar
    Metode jangkar dilakukan dengan membuat sayatan di bagian luar areola hingga ke sepanjang lipatan di bawah payudara, sehingga bentuk sayatan menyerupai jangkar. Metode ini dilakukan jika jaringan payudara yang ingin dihilangkan cukup banyak.

Setelah jaringan payudara berhasil diangkat, dokter akan mengeluarkan cairan di payudara menggunakan tabung khusus (drainase), kemudian menutup bekas sayatan dengan jahitan. Operasi pengecilan payudara biasanya berlangsung 2–5 jam, tetapi juga dapat berlangsung lebih lama.

Operasi pembesaran payudara

Operasi pembesaran payudara bertujuan untuk memperbesar ukuran payudara atau memperbaiki bentuk payudara. Berikut ini adalah tahap-tahap yang dilakukan oleh dokter bedah plastik dalam operasi pembesaran payudara:

  • Membuat sayatan di bagian bawah payudara, ketiak, atau di sekitar puting payudara
  • Memisahkan jaringan-jaringan payudara dan sekitarnya untuk membentuk kantung di depan atau belakang otot terluar di dinding dada (otot pektoral)
  • Memasukkan implan yang terbuat dari gel silikon atau saline ke kantung yang telah terbentuk dan menempatkannya di belakang puting payudara
  • Menjahit bekas sayatan dan membalutnya dengan perban atau perekat khusus

Operasi pembesaran payudara umumnya berlangsung selama 1–2 jam.

Setelah Operasi Payudara

Setelah operasi payudara selesai dilakukan, dokter akan membawa pasien ke ruang pemulihan. Dokter akan mengontrol tekanan darah, denyut nadi, dan laju napas pasien. Dokter juga akan memberi tahu pasien cara merawat bekas sayatan, kapan saatnya mengganti perban, dan mengenali tanda-tanda bila terjadi infeksi.

Tergantung kondisi dan jenis operasi payudara yang dilakukan, pasien dapat diperbolehkan pulang atau perlu menjalani pemulihan lebih lanjut di rumah sakit usai operasi. Pada pasien yang dibolehkan pulang, dokter akan memberitahukan jadwal kontrol untuk melepas jahitan, perban, atau tabung drainase.

Pada proses pemulihan, pasien mungkin akan merasa mudah lelah dan mengalami nyeri, memar, bengkak, atau mati rasa di payudara. Keluhan ini umum terjadi dan bisa berlangsung sampai beberapa minggu atau bulan setelah operasi. Bekas luka juga akan terlihat sampai beberapa minggu, kemudian memudar seiring waktu.

Untuk membantu proses pemulihan, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pasien, yaitu:

  • Banyak beristirahat dan tidak melakukan aktivitas berat sampai benar-benar pulih
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter
  • Memakai perban kompresi atau sport bra untuk menahan payudara supaya tidak banyak bergerak
  • Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal yang telah diberikan oleh dokter

Hasil operasi pembesaran atau pengecilan payudara umumnya akan terlihat setelah beberapa bulan, sedangkan operasi rekonstruksi payudara membutuhkan waktu 1–2 tahun sampai jaringan payudara pulih dan bekas luka memudar.

Risiko Operasi Payudara

Semua jenis operasi memiliki risiko komplikasi, begitu juga dengan operasi payudara. Beberapa risiko yang dapat terjadi akibat menjalani operasi payudara adalah:

  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Nyeri, memar, dan bengkak di payudara
  • Nyeri dan kaku di bahu
  • Mati rasa di bagian ketiak dan payudara
  • Terbentuknya jaringan parut, seperti keloid, di area bekas operasi
  • Penumpukan darah (hematoma) di area bekas operasi
  • Kerusakan saraf dan pembuluh darah di area bekas operasi

Khusus untuk operasi payudara yang menggunakan implan, komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

  • Payudara tidak simetris
  • Penumpukan cairan di sekitar implan
  • Kulit payudara di sekitar implan jadi keriput
  • Posisi implan berubah
  • Implan bocor atau pecah

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami keluhan setelah operasi payudara, seperti:

  • Demam
  • Perubahan warna pada payudara atau di bekas luka
  • Keluar cairan dari bekas sayatan
  • Nyeri atau bengkak di payudara yang makin memburuk