Mengalami Tuberkulosis saat Hamil? Cari Tahu Penanganannya di Sini

Ibu hamil yang terinfeksi tuberkulosis sering ragu untuk minum obat karena khawatir pada keselamatan bayinya. Padahal, tuberkulosis harus segera ditangani agar kondisinya tidak menjadi semakin parah.

Tuberkulosis (TB) harus mendapat penanganan yang tepat, karena jika tidak, kondisi ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih berat. Jika kamu sedang hamil dan mengalami TB, tentu saja dapat menimbulkan risiko bagi kehamilanmu. Oleh karena itu, ibu hamil dengan TB harus ekstra hati-hati.

Mengalami Tuberkulosis saat Hamil Cari Tahu Penanganannya di Sini (1)

Pengobatan Tuberkulosis pada Ibu Hamil

Kamu tidak perlu khawatir karena pada prinsipnya TB yang terjadi pada ibu hamil tetap bisa teratasi, meski mungkin penanganannya sedikit lebih rumit jika dibandingkan dengan penderita TB yang tidak hamil. Pengobatan TB selama kehamilan umumnya tergolong aman, sebab jenis dan dosisnya telah disesuaikan agar tidak membahayakan janin dan kandungan.

Sebelum upaya pengobatan dilakukan, dokter akan melakukan serangkaian prosedur untuk mendiagnosis jenis TB yang dialami, di antaranya melalui pemeriksaan riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti foto Rontgen, tes dahak, dan pemeriksaan darah. Pengobatan tuberkulosis yang diberikan, akan disesuaikan dengan jenis TB yang dialami oleh ibu hamil:

  • Pengobatan pada TB laten
    Bisa saja kamu didiagnosa mengalami TB saat hamil, meski belum timbul gejala. Kondisi ini dikenal sebagai TB laten, dan pengobatannya akan diberikan dengan penuh pertimbangan. Umumnya kamu akan direkomendasikan untuk mulai minum obat setelah 2-3 bulan pascamelahirkan. Meski pada sebagian kasus, pengobatan dapat diberikan selagi hamil.
  • Pengobatan pada TB aktif
    Sedangkan pada ibu hamil yang mengalami gejala TB, dan didiagnosis menderita TB aktif, akan segera ditangani dengan pemberian obat TB kombinasi. Artinya ada beberapa jenis obat yang digabungkan menjadi satu untuk dikonsumsi setiap hari, untuk melawan infeksi TB aktif saat hamil.
    Dokter akan memberikan obat yang telah disesuaikan, baik jenis maupun dosisnya, demi menjaga keamanan ibu hamil dan janin. Menjalani pengobatan TB saat hamil secara disiplin, penting dilakukan sesuai anjuran dokter. Umumnya pengobatan TB dapat memakan waktu 6 hingga 9 bulan. Pilihan pengobatan yang tepat dapat mengatasi TB pada ibu hamil, sehingga infeksi ini tidak memberikan dampak yang buruk terhadap janin.

Bahaya dan Dampak Bila Tak Diobati
Selama kamu menjalani pengobatan secara teratur, besar kemungkinan infeksi TB tidak akan memengaruhi bayi. Apabila tidak segera ditangani, maka infeksi TB saat hamil dapat menyebabkan:

  • Meningkatkan risiko kelahiran prematur
  • Berat badan bayi lahir rendah
  • Infeksi TB menular pada bayi dalam kandungan
  • Ibu dapat menularkan infeksi TB pada orang lain di sekitar

Perlu diingat bahwa pengobatan TB perlu dijalani secara disiplin sampai selesai, sesuai dengan anjuran dokter. Sebab jika tidak, kamu akan meningkatkan risiko terjadinya kembali infeksi TB dengan kondisi kuman yang sudah kebal (resisten) terhadap pengobatan yang ada. Yang juga dikhawatirkan, keluarga dan kerabat dekatmu bisa tertular TB, termasuk Si Kecil yang baru lahir.

Jika kamu tidak melakukan pengobatan dan dinyatakan positif TB setelah melahirkan, kemungkinan kamu harus dipisahkan dengan bayi untuk mencegah penularan. Jika setelah lahir, bayi kamu didiagnosis tertular TB, dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan rekomendasi pengobatan kurang lebih selama 6 bulan.
Setelah bayi lahir, ibu yang menjalani pengobatan TB tetap diperbolehkan untuk menyusui bayinya. Sebab, pengobatan TB yang kamu konsumsi umumnya tidak memberi pengaruh buruk bagi bayi yang disusui.

Apabila kamu mengalami gejala TB saat hamil, segera periksa ke dokter agar bisa cepat ditangani. Penanganan yang cepat dan tepat bisa mempercepat penyembuhan dan meminimalkan potensi penularan TB kepada bayi.

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi